• Latest
Mengurai Angka Gugat Cerai di Aceh

Mengurai Angka Gugat Cerai di Aceh

Maret 11, 2025
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Mengurai Angka Gugat Cerai di Aceh

Tabrani Yunisby Tabrani Yunis
Maret 11, 2025
Reading Time: 5 mins read
604
SHARES
3.4k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh sebab itu, dengan begitu mudahnya akses tersebut, bagi yang mau belajar, termasuk perempuan yang menggugat cerai tersebut, maka apa yang disebut dengan self-Development atau pengembangan diri bisa terjadi secara pesat. Sudah terjadi peningkatan kapasitas perempuan, sehingga muncul kesadaran bahwa perempuan sudah berdaya (powerful). 

Jadi, dapat diprediksi ketika kapasitas diri perempuan meningkat dan berdaya, secara intelektual, finansial, dan memiliki kemerdekaan berfikir,  ditambah dengan meningkatnya kemampuan literasi perempuan, sehingga pertimbangan-pertimbangan logis  muncul untuk mengatasi masalah kehidupan dan berani mengambil keputusan secara logis untuk menggugat cerai. Sebab, bila perempuan tidak berdaya, selama masih hidup bergantung pada suami, tindakan gugat cerai tidak akan meningkat, seperti sekarang. Ya, ketika  perempuan berdaya, mandiri dan berani menghadapi berbagai risiko, mereka akan bebas menentukan atau memutuskan pilihan yang diambil.

Baca Juga

Bapakisme dan Harga Sebuah Kejujuran

Bapakisme dan Harga Sebuah Kejujuran

Maret 7, 2026
Sandaran yang Patah

Mengajarkan Anak Berpuasa

Maret 1, 2026
Bincang Buku Membumikan Literasi

Doom Scrolling: Perilaku Baru di Era Digital

Januari 31, 2026

Dengan semakin meningkatnya kapasitas perempuan serta meningkatnya kesadaran yang memberdayakan perempuan saat ini dan ke depan, kasus gugat cerai memiliki kecendrungan meningkat, apalagi ketika kondisi ekonomi semakin memburuk dan ditambah lagi banyak suami yang menganggur. Lalu, semakin parah, ketika sudah ekonomi buruk, perempuan harus menafkahi suami, maka gugat cerai dikhawatirkan akan terus meningkat.

Tentu kita menginginkan jumlah gugat cerai tidak akan terus meningkat ke depan. Bertambah banyaknya kasus gugat cerai, bukanlah pertanda bagus, tetapi menjadi lonceng kematian. Sebab, semakin banyak jumlah gugat cerai, semakin banyak anak yang menjadi korban broken home. 

Ini jelas akan membahayakan masa depan anak, keluarga dan juga negara. Oleh sebab itu, perlu ada upaya serius untuk mengerem laju peningkatan jumlah kasus gugat cerai. Tidak boleh ada kata tidak bisa untuk mengantisipasi lonjakan jumlah gugat cerai. Ada banyak cara yang dapat dilakukan oleh semua pihak. Paling kurang, perlu pendekatan tang holistik meliputi aspek komunikasi, sosial, ekonomi, hukum, agama serta budaya.

Upaya-upaya untuk mengerem laju peningkatan gugat cerai harus dilakukan oleh pemerintah dan juga dibutuhkan dukungan institusi yang concern dengan masalah ini. Beberapa hal yang bisa dilakukan adalah membantu memperbaiki kemampuan komunikasi setiap pasangan, agar bisa lebih terbuka dan harmonis. Ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas komunikasi dalam keluarga atau rumah tangga menjadi sebuah kunci penyelesaian.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 360x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 318x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 270x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 263x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 200x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
HABA Si PATok

HABA Si PATok

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com