Dengarkan Artikel
Oleh sebab itu, dengan begitu mudahnya akses tersebut, bagi yang mau belajar, termasuk perempuan yang menggugat cerai tersebut, maka apa yang disebut dengan self-Development atau pengembangan diri bisa terjadi secara pesat. Sudah terjadi peningkatan kapasitas perempuan, sehingga muncul kesadaran bahwa perempuan sudah berdaya (powerful).
Jadi, dapat diprediksi ketika kapasitas diri perempuan meningkat dan berdaya, secara intelektual, finansial, dan memiliki kemerdekaan berfikir, ditambah dengan meningkatnya kemampuan literasi perempuan, sehingga pertimbangan-pertimbangan logis muncul untuk mengatasi masalah kehidupan dan berani mengambil keputusan secara logis untuk menggugat cerai. Sebab, bila perempuan tidak berdaya, selama masih hidup bergantung pada suami, tindakan gugat cerai tidak akan meningkat, seperti sekarang. Ya, ketika perempuan berdaya, mandiri dan berani menghadapi berbagai risiko, mereka akan bebas menentukan atau memutuskan pilihan yang diambil.
Dengan semakin meningkatnya kapasitas perempuan serta meningkatnya kesadaran yang memberdayakan perempuan saat ini dan ke depan, kasus gugat cerai memiliki kecendrungan meningkat, apalagi ketika kondisi ekonomi semakin memburuk dan ditambah lagi banyak suami yang menganggur. Lalu, semakin parah, ketika sudah ekonomi buruk, perempuan harus menafkahi suami, maka gugat cerai dikhawatirkan akan terus meningkat.
📚 Artikel Terkait
Tentu kita menginginkan jumlah gugat cerai tidak akan terus meningkat ke depan. Bertambah banyaknya kasus gugat cerai, bukanlah pertanda bagus, tetapi menjadi lonceng kematian. Sebab, semakin banyak jumlah gugat cerai, semakin banyak anak yang menjadi korban broken home.
Ini jelas akan membahayakan masa depan anak, keluarga dan juga negara. Oleh sebab itu, perlu ada upaya serius untuk mengerem laju peningkatan jumlah kasus gugat cerai. Tidak boleh ada kata tidak bisa untuk mengantisipasi lonjakan jumlah gugat cerai. Ada banyak cara yang dapat dilakukan oleh semua pihak. Paling kurang, perlu pendekatan tang holistik meliputi aspek komunikasi, sosial, ekonomi, hukum, agama serta budaya.
Upaya-upaya untuk mengerem laju peningkatan gugat cerai harus dilakukan oleh pemerintah dan juga dibutuhkan dukungan institusi yang concern dengan masalah ini. Beberapa hal yang bisa dilakukan adalah membantu memperbaiki kemampuan komunikasi setiap pasangan, agar bisa lebih terbuka dan harmonis. Ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas komunikasi dalam keluarga atau rumah tangga menjadi sebuah kunci penyelesaian.
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini





