Dengarkan Artikel
Syekh Ahmad Khatib juga sebagai ulama yang produktif dalam menulis, beliau meninggalkan hampir 50 karya tulisnya, yang paling dikenal adalah Kitab Nafahat ulasan terhadap kitab al Waraqat dalam Ushul Fikih. Jika dirunut pada era kecemerlangan tersebut, maka di Aceh secara khusus dalam keadaan perang besar-besaran untuk mengusir para penjajah Belanda. Diperkirakan tahun 1881-1891 merupakan era yang paling kelam dalam sejarah perang Belanda.
Karena di Aceh ketika itu ada Pemimpin yang gagah berani juga beliau seorang ulama besar yaitu Teungku Syeikh Muhammad Saman di Tiro atau yang dikenal dengan nama Teungku Chik di Tiro yang juga lulusan dari Kota Mekkah, setelah sebelumnya beliau belajar dari banyak para ulama Aceh seperti Teungku Chik Dayah Cut dan ulama lainnya.
Pada masa Teungku Chik di Tiro ada beberapa figur kharismatik yang ikut andil dalam perjuangan. Mereka adalah: Teungku Chik Dayah Cut di Tiro, Teungku Chik Tanoh Abee, Teuku Panglima Polem, Teungku Chik Pantee Kulu, Teungku Chik Pante Geulima, Teungku Haji Muda Krung Kalee (Ayahdari Abu Hasan Krueng Kalee), Teungku Chik Buengcala, Teungku Fakinah, Teungku Muhammad Amin di Tiro, Teuku Umar Johan Pahlawan, Cut Nyak Dien, Cut Meutia, Pocut Baren, dan lain-lain.
📚 Artikel Terkait
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini





