• Latest
kompas.com

Tumbal Terbesar Abad Ini

Maret 8, 2025

Abadi Dalam Ketegangan: Mengapa Perjuangan Kartini Tak Akan Pernah Usai?

April 22, 2026
06d8027d-a2d7-42d1-a3d1-ad2fe9ddf489

Hari Ini Gubernur Kaltim akan Dilengserkan Rakyatnya, is Apakah Berhasil?

April 22, 2026
Pendidikan SD

Di Antara Wahyu dan Rasio: Menyatukan Jalan Pendidikan Aceh

April 22, 2026
aef171bb-b3d2-4814-9a54-7d09b7b9f971

Perempuan Ganda;Kartini Dulu Hingga Kini

April 22, 2026
9fdb3c1c-1879-4f8c-9aa8-02113678bceb

Warisan Musik Aceh dari Gampong Padang Manggeng

April 21, 2026
Ilustrasi siluet pasangan dengan hati retak melambangkan cemburu, konflik emosional, dan hubungan yang rapuh

Cemburu Membunuh Perempuan

April 21, 2026
Tumbal Terbesar Abad Ini - 1001348646_11zon | -#Pagar Laut | Potret Online

Kisah Perempuan – Lubna dari Córdoba

April 21, 2026
Tumbal Terbesar Abad Ini - 1001353319_11zon | -#Pagar Laut | Potret Online

Fatimah al-Fihri, Pendiri Universitas Tertua

April 21, 2026
Rabu, April 22, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Tumbal Terbesar Abad Ini

Rosadi Jamani by Rosadi Jamani
Maret 8, 2025
in -#Pagar Laut, # Koruptor, #Para Maling
Reading Time: 3 mins read
0
kompas.com

Pagar laut misterius yang terbuat dari bambu terpasang di pesisir Kabupaten Tangerang, Banten sepanjang 30,16 km/kompas.com

585
SHARES
3.2k
VIEWS

Oleh Rosadi Jamani

Indonesia pernah digoyang gempa. Tapi gempa sosial-politik karena kasus pagar laut Tangerang? Lebih dahsyat. Pagar sepanjang 30,16 kilometer ini bukan sekadar susunan bambu, ini adalah monumen kebingungan nasional. Hebohnya luar biasa. Dari mantan presiden, menteri, sampai taipan kelas atas diseret. Tak ayal dari pedagang kopi pinggir jalan, CPNS yang ditunda pengangkatannya, ribuan buruh yang kena PHK, koruptor di Sukamiskin, pengacara yang kekayaannya segunung, semua ikut membahas. Di warung kopi, di kantor pemerintahan, di grup WhatsApp keluarga. Lebih heboh dari mulut Donald Trump.

Tersangkanya? Oh, jangan harap nama besar muncul di daftar. Yang kena? Kepala Desa Kohod, Arsin bin Sanip. Seorang pria sederhana, kini bertransformasi menjadi legenda. Dari yang tadinya hanya dikenal di RT sebelah, kini namanya bergema di seluruh negeri. Seolah-olah dari sekian banyak tokoh, hanya satu yang bisa dikorbankan. Benar-benar skenario yang sangat ‘kebetulan’.

Baca Juga
  • 🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH
  • Mengenal Dwi Wahyudi, Jenius Finansial Tersandung 11,7 T

Arsin dulu siapa? Anak kampung biasa. Pernah jadi kuli borongan, pernah kerja di bank. Lalu takdir membawanya menjadi kepala desa, dan di situlah segalanya berubah. Awalnya biasa saja, hingga tiba-tiba pagar laut menghantamnya seperti tsunami. Ditersangkakan. Didenda Rp48 miliar. Itu bukan angka kecil. Itu jumlah yang cukup buat beli ratusan rumah subsidi atau menyewa artis K-Pop buat konser pribadi.

Sialnya, di tengah semua ini, perubahan gaya hidupnya malah jadi sorotan. Mobil mewah, pesta besar. Jeep Wrangler Rubicon. Padahal, siapa tahu dia memang penggemar otomotif dan suka berkumpul dengan sahabat lama? Tapi tidak, publik sudah mencapnya. ‘Kades Sultan’. ‘Pejabat Kilat’. Sementara mereka yang lebih berwenang? Senyap. Seperti ninja di malam gelap.

Baca Juga
  • Yang Haram Hanya Babi?”
  • Cara Licik Fadia Arafiq Korupsi, ART Dijadikan Direktur Perusahaannya

Kasus ini makin epik karena ada 280 sertifikat tanah yang diterbitkan. Hak Guna Bangunan, Hak Milik, semuanya bertebaran. Lalu, tiba-tiba sebagian besar dibatalkan. Proyek tetap berdiri, tapi yang disalahkan tetap Arsin. Kalau ini film, pasti banyak yang teriak, “Plot hole! Tidak masuk akal!”

Tapi inilah kenyataan. Inilah cara kerja sistem. Ada proyek besar, ada keuntungan besar, lalu ada tumbal besar. Semua skenario berjalan mulus. Arsin bin Sanip bukan hanya kepala desa, dia kini adalah simbol. Simbol dari betapa adilnya dunia ini, untuk mereka yang punya kuasa. 

Baca Juga
  • Mengenal Haji Aman, Sang Wakil Rakyat, Duta Nafsu, dan Maharaja Mimpi Buruk
  • Mengenal Ariyanto Bakri, Dewa Hukum Terperosok di Sel Tikus

Negeri ini memang suka cerita tragis. Tapi yang ini? Bukan sekadar tragis. Ini masterpiece. Seperti semua masterpiece, pasti akan dikenang. Entah sebagai pelajaran, atau sebagai bahan tawa di masa depan.

Bisa dikatakan, Pak Arsin ini menjadi “Tumbal Terbesar Abad Ini” Ia rela dipenjara. Ia ikhlas didenda 48 miliar. Karier hancur. Nama keluarga tercoreng. Semua demi menyelamatkan orang-orang beken diatasnya. Orang-orang yang suka mempermainkan nasib orang kecil. Orang yang suka menari di atas derita rakyat jelata. 

Seiring waktu, kasus Pagar Laut ini pun hilang ditelan gelombang. Hilang oleh kasus baru yang datang silih berganti. Megakorupsi Pertamina, gelombang badai PHK, sampai cerita artis bercerai ikut menenggelamkan Pagar Laut. Mau gimana lagi. Arsin sang kepala desa harus menanggung semuanya itu. Hanya bisa bilang, kasihan Pak Arsin. 

#camanewak 

Rosadi Jamani

Ketua Satupena Kalbar

Share234SendTweet146Share
Rosadi Jamani

Rosadi Jamani

Ketua Satupena Kalbar

Next Post
Tumbal Terbesar Abad Ini - 1000396956 | -#Pagar Laut | Potret Online

Merah Menyala

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com