POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Jangan Pukuli Anakmu

RedaksiOleh Redaksi
February 27, 2025
🔊

Dengarkan Artikel


Oleh : Ririe Aiko

(Sebuah puisi esai yang terinspirasi dari pola parenting otoriter, dimana orangtua seringkali mendidik anak dengan kekerasan fisik) (1)

Jangan pukuli anakmu,
karena ia terlahir dari rahimmu,
tetes darahnya berasal dari tubuhmu,
detak jantungnya terbentuk dari bagianmu,
dalam perutmu ia bertumbuh,
hadir ke dunia, tanpa tahu apa-apa.

Kekurangannya adalah cermin sikapmu,
kenakalannya tumbuh dari didikanmu,
dari kata-kata yang pernah kau ucap,
dari luka yang mungkin tak kau sadari.

Setiap teriakan yang kau lontarkan,
menggores halus di hatinya,
setiap pukulan yang kau ayunkan,
menggetarkan dunianya yang rapuh.

Jangan biarkan tanganmu menjadi pedang,
menghunus lembut kulitnya,
yang belum paham makna dunia.
Bekas itu tak hanya biru di tubuhnya,
tapi mengakar di batinnya,
mengubah tawa menjadi sunyi,
menghapus pelukan menjadi jarak yang kaku.

Setiap kali tanganmu terangkat,
ia melihat langit runtuh dalam matanya,
ia belajar bahwa kasih bisa menyakitkan,
bahwa cinta bisa melukai.
Jangan biarkan jemarimu yang seharusnya membelai,
menjadi cambuk yang menyakitinya,
menjadikannya takut pada rumah,
Benci pada nama yang seharusnya ia sayang.

📚 Artikel Terkait

Membangun Kesadaran Biopori Buatan dan Biopori Alami

Edukasi Anti Penipuan Online Pada Ibu Rumah Tangga 

Menunggu Mega, Red Sparks Melangkah ke Final

MERANCANG WIRAUSAHA SUKSES

Selamanya,
ia akan membawa luka itu dalam kantong ingatannya,
menyimpannya di sudut paling gelap,
tak tersentuh cahaya, tak terhapus waktu.
Ia akan tumbuh dengan cinta yang patah,
dengan rindu yang tak berani pulang,
dengan tangis yang terbungkam bisu.
Ia mungkin tersenyum di depanmu,
namun di dalam hatinya menyimpan serpihan,
dendam yang mengakar dari rasa sakit yang membekas.

Ibu adalah rumah bagi anak,
tempat yang seharusnya hangat dalam dekap,
bukan penjara yang ditakuti,
bukan lorong gelap yang dihindari.
Jangan biarkan suaramu menjadi gemuruh petir,
membangunkan ketakutan di tengah malam,
jangan biarkan bayangmu menjadi bayang kelam,
menghantui hingga mimpi-mimpinya menggigil.

Bangunlah rumah yang penuh cahaya,
tempat ia merasa aman menumpahkan air matanya,
tempat ia bebas mengurai tawa dan tangis tanpa takut,
tempat ia belajar arti cinta tanpa luka.
Ajari ia dengan tangan yang mengelus lembut,
dengan kata-kata yang menyembuhkan,
dengan sabar yang memeluk ketidaksempurnaan.

Karena anak bukanlah boneka yang bisa kau bentuk sesuka hati,
ia memiliki jiwanya sendiri,
yang bisa retak jika kau hancurkan dengan kerasnya sikapmu.
Setiap pukulan yang kau berikan,
meninggalkan bekaw terdalam,
menggoreskan ketakutan,
mengukir kebencian yang tak terucap.

Kelak, jika ia tumbuh dengan luka yang kau tinggalkan,
ia mungkin akan menjauh darimu,
tak lagi melihatmu sebagai rumah,
tapi sebagai kenangan yang ingin ia lupakan.
Ia akan belajar menyimpan air mata dalam senyuman,
menyembunyikan rasa sakit dalam dendam,
menjadikan jarak sebagai pelindung hati yang rapuh.

Sebab cinta adalah ketulusan yang tak melukai,
dan kasih sayang tak pernah menyisakan luka.

Jangan pukuli anakmu,
karena dari kasarnya sikapmu,
ia akan belajar memperlakukan dunia,
dengan cara yang sama.

Ajari ia kelembutan agar tangannya bisa membelai,
bukan menghantam.
Ajari ia kesabaran agar suaranya bisa menenangkan,
bukan menggelegar dalam amarah.
Ajari ia cinta tanpa luka,
agar kelak ia bisa menjadi rumah yang hangat,
bagi hati-hati yang bersandar padanya.

CATATAN:
(1)https://cmindonesia.com/masih-banyak-orangtua-indonesia-didik-anak-dengan-kekerasan/

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 60x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 56x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 51x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya

Saya Kira Banyak Marah, Ternyata Semua Setuju

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00