• Latest
Kejagung Mulai Panen Koruptor - 1000367551 | #Danantara, | Potret Online

Kejagung Mulai Panen Koruptor

Februari 26, 2025
Kejagung Mulai Panen Koruptor - IMG_9514 | #Danantara, | Potret Online

Aceh Tak Butuh Senjata untuk Merdeka

April 20, 2026
48d7d57b-a685-47a6-bf7f-8bf53ffac0d0

Membaca Konsep Dinas Pendidikan Provinsi Aceh Membangun Budaya Literasi  di Aceh

April 19, 2026
332cedb5-e6db-41bf-947d-3c3b781b4b41

Benteng Tauhid dan Sauh Keselamatan: Menjangkar Makrifat di Dermaga Eskatologi.

April 19, 2026
file_00000000e608720b92fed92bd3c55b54

Bahaya Rekayasa Narasi Sesat yang Menimbulkan Permusuhan

April 19, 2026
file_000000007ff0720bbf683bd905ac60ed

Surat Untuk Anak Muda (2)

April 19, 2026
54306927-8436-4237-801f-5fda46d9c8c8

Dari Aceh ke Panggung Dunia: Muslim Amin, Ilmuwan Global Alumni USK

April 19, 2026
3a73ee9a-87d0-4bf2-aa52-0c77db8a9144

Pengaruh Self-Efficacy Terhadap Prestasi Akademik: Tinjauan Psikologi dan Bukti Empiris

April 19, 2026
IMG_0839

Demokrasi Di Ujung Tanduk?

April 19, 2026
Senin, April 20, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Kejagung Mulai Panen Koruptor

Rosadi Jamani by Rosadi Jamani
Februari 26, 2025
in #Danantara,, #Moneter,, #Tagar Kabur aja dulu, Korupsi
Reading Time: 3 mins read
0
Kejagung Mulai Panen Koruptor - 1000367551 | #Danantara, | Potret Online
585
SHARES
3.2k
VIEWS

Oleh Rosadi Jamani

Lho tak tengok tumpukkan uang yang dipamerkan Jampidsus, tadi. Bergepok-gepok uang macam bukit. Banyaknye duit, wak. Hanya bisa geleng-geleng kepala, betapa parahnya korupsi di negeri ini.

Baru juga kita terkesima dengan angka Rp193,7 triliun dari kasus korupsi Pertamina, Kejaksaan Agung kembali bikin heboh dengan dugaan korupsi impor gula. Sepertinya ini musim panen koruptor. Bedanya, yang dipanen bukan padi, bukan juga sawit, melainkan oknum-oknum dengan tangan lengket gula, lengket karena manisnya uang haram yang mereka embat.

Kali ini, kerugian negara akibat impor gula ilegal ini ditaksir mencapai Rp578,15 miliar. Sebuah angka yang, kalau dikonversi ke bentuk fisik, bisa membuat karung-karung beras minder karena kalah besar. Saking banyaknya, mungkin kita bisa bangun jalanan mulus dari Pontianak ke Ketapang, lengkap dengan rest area dan Wi-Fi gratis. Kejagung pun tak main-main. Mereka langsung menyita uang senilai Rp565 miliar dari sembilan tersangka. Kalau kita lihat daftar namanya, bukan orang sembarangan. Para bos besar ini. Mereka seharusnya fokus mengelola perusahaan, malah asyik berakrobat di dunia keuangan dengan trik-trik licik yang bikin Robin Hood menyesal lahir di era yang salah.

Salah satu nama yang muncul dalam daftar tersangka adalah Thomas Trikasih Lembong, mantan Menteri Perdagangan. Ironis, bukan? Jabatan yang seharusnya melindungi ekonomi rakyat malah dipakai untuk menggarongnya. Lalu ada Charles Sitorus, mantan Direktur Pengembangan Bisnis PT Perusahaan Perdagangan Indonesia. Tampaknya sangat berkembang, bukan dalam bisnis yang benar, tapi dalam seni menyelinapkan uang.

Yang lebih seru adalah pameran uang sitaan yang dilakukan Kejagung. Tumpukan uang ini ditampilkan ke publik seperti sedang menggelar bazar barang antik. Barisan rapi gepokan duit di meja panjang itu mungkin bisa mengalahkan pemandangan di rumah sultan. Warganet yang melihat pun bertanya-tanya, bagaimana rasanya punya uang sebanyak itu? Sayangnya, untuk mendapatkannya, mereka harus mengikuti “workshop” korupsi tingkat dewa dulu, yang ujung-ujungnya berakhir di penjara.

Bayangkan kalau uang ini dikembalikan ke masyarakat. Kita bisa dapat subsidi gula murah seumur hidup, bisa bikin festival teh manis terbesar di dunia, atau kalau mau lebih bermanfaat, membangun sekolah-sekolah baru agar generasi mendatang lebih pintar dan tidak tumbuh menjadi koruptor. Sayangnya, uang ini sudah sempat singgah di tangan-tangan yang salah. Ini membuat kita kembali bertanya-tanya, apakah ini akan jadi kasus yang benar-benar tuntas, atau hanya jadi tontonan sementara sebelum para pelaku bebas dan kembali menikmati hidup mewah mereka?

Satu hal yang pasti, Kejagung sedang sibuk. Kalau ini adalah ajang pencarian bakat, mereka bisa dibilang sedang menyeleksi siapa “koruptor terbaik” tahun ini. Kita sebagai rakyat hanya bisa menonton, berharap, dan berdoa, semoga mereka yang tertangkap benar-benar diproses, bukan sekadar masuk penjara beberapa tahun lalu kembali menikmati uang hasil rampokan dengan santai. Karena kalau ini terus berulang, kita hanya bisa bilang, selamat datang di Indonesia, di mana korupsi adalah drama tanpa akhir, dan episode barunya selalu lebih mengejutkan dari yang sebelumnya.

Apakah ini pengalihan isu pagar laut, retret, Danantara, Hasto vs KPK, Indonesia Gelap, tak tahulah, wak. Inilah negeri saya, negeri ente, dan negeri kita. Selalu saja ada isu baru yang membuat kita betah ngopi di warkop.

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

Share234SendTweet146Share
Rosadi Jamani

Rosadi Jamani

Ketua Satupena Kalbar

Next Post
Kejagung Mulai Panen Koruptor - f4a21fc3 8344 4b0a b95a 80dfc21c254e | #Danantara, | Potret Online

Membungkam Kritik : Daftar Buku-buku yang Pernah dilarang

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com