POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Membaca

Membaca adalah Karakter Kenabian

Redaksi by Redaksi
April 13, 2026
in Membaca
0
Membaca adalah Karakter Kenabian - 529cbbec 1f97 47f6 93cd 9757b3f8279d | Membaca | Potret Online

Oleh Gunawan Trihantoro, S.Pd.I.


Sekretaris Satupena dan Sekretaris Kreator Era AI Jawa Tengah

Baca Juga
Membaca
Dunia Terus Berubah, Kita Mau Kemana?
20 Mar 2018

Membaca adalah aktivitas mulia yang menghubungkan manusia dengan ilmu. Dalam Islam, wahyu pertama yang diterima Nabi Muhammad SAW adalah “Iqra”—”Bacalah!” (QS. Al-Alaq: 1).

Perintah ini bukan sekadar membaca teks, tetapi juga membaca alam, tanda kebesaran Allah, dan diri sendiri. Membaca menjadi karakter kenabian yang mendasar dan relevan sepanjang zaman.

Membaca adalah Karakter Kenabian - 2025 06 12 08 56 50 | Membaca | Potret Online
Baca Juga
Budaya membaca
Perspektif Budaya Membaca dan Menulis di Indonesia
16 Jul 2025

Membaca adalah kunci ilmu. Para nabi membawa petunjuk dan kebijaksanaan. Nabi Muhammad SAW, meski ummi, mampu “membaca” realitas kehidupan dengan luar biasa.

Ini menunjukkan bahwa membaca tak terbatas pada teks tertulis, tetapi juga pemahaman, analisis, dan pengambilan hikmah. Dengan membaca, manusia memperluas wawasan dan mendekatkan diri kepada Allah.

Membaca adalah Karakter Kenabian - IMG 20250227 WA0015 | Membaca | Potret Online
Baca Juga
Lensa
Ketika Kemampuan Memahami Bacaan Masih Rendah
27 Feb 2025

Membaca juga membangun peradaban. Kejayaan Islam lahir dari budaya membaca dan menulis. Ilmuwan Muslim seperti Al-Khawarizmi, Ibnu Sina, dan Al-Farabi menghasilkan karya monumental.

Mereka tidak hanya membaca kitab suci, tetapi juga mempelajari filsafat, matematika, dan ilmu lain dari berbagai peradaban. Membaca menghubungkan wahyu Ilahi dengan akal manusia serta peradaban dunia.

Selain itu, membaca adalah bentuk ibadah. Menuntut ilmu adalah kewajiban setiap Muslim. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Barangsiapa menempuh jalan mencari ilmu, Allah akan memudahkan jalannya ke surga” (HR. Muslim).

Sayangnya, budaya membaca kini terpinggirkan. Banyak orang lebih memilih media sosial dan hiburan instan daripada membaca buku atau merenungkan ayat-ayat Allah.

Padahal, membaca adalah investasi jangka panjang yang bermanfaat bagi dunia dan akhirat. Oleh karena itu, kita harus menghidupkan kembali semangat membaca sebagai karakter kenabian.

Mulailah dengan membaca Al-Qur’an, kitab penuh petunjuk dan hikmah. Lanjutkan dengan buku-buku bermanfaat, baik ilmu agama, sains, sejarah, atau sastra.

Jadikan membaca sebagai kebiasaan yang mencerdaskan akal dan menenangkan jiwa. Membaca adalah karakter kenabian yang harus kita teladani.

Dengan membaca, kita memperluas ilmu, membangun peradaban, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Mari jadikan membaca sebagai gaya hidup untuk meraih keberkahan dunia dan akhirat. (*)

Tags: Literasi
Next Post
Membaca adalah Karakter Kenabian - 1000322255 | Membaca | Potret Online

Tiga Bule Resmi Perkuat Timnas Jelang Lawan Australia

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah