POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Aku Penakut, Maka Aku Membaca

RedaksiOleh Redaksi
June 6, 2021
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Ahmad Rizali

Berdimisili di Depok

Seingatku sejak lahir hingga umur menjelang SR, aku termasuk pemberani. Pernah mewakili TK IWKA Gadang Malang , lomba menyanyi di RRI Malang (Sekarang Hotel yg bagus) dan lomba lomba di Balaikota Malang. Sewaktu SR kelas 1 juga sudah pernah membolos dan mencuri mangga dan salak dagangan di pasar kecil di depan SR IWKA Comboran, Malang.

Namun, saat pindah ke SDN 3 Mawar Kencana, Banjarbaru Kalsel, aku kok menjadi penakut dan nampaknya perasaan takut kepada hantu, anak anak yang membuli dan seterusnya, kuendapkan dengan membaca apa saja. Pernahkah mengalami kesan khusus dalam belajar membaca ? Tidak pernah, biasa saja. Bahkan membaca huruf hijaiyahpun belajar sendiri dan merangkai sendiri, akhirnya diperbaiki tajwidnya oleh almarhumah mamak yang fasih.

📚 Artikel Terkait

Debat Cagub/Cawagub Aceh Putaran Kedua, Yossi Tampil Menawan sebagai JBI

Pesawat Seulawah Dakota SumbanganRakyat Aceh untuk Kemerdekaan RI

Rubrik Kisah dan Karya

Mentari Terakhir Untuk Purnama

Dari menghilangkan rasa takut jika malam hari dengan membaca, keterusan dengan menyukainya dan menyandu. Dengan cepat ribuan judul buku dari cergam hingga buku sastra absurd dan esai rumit kulahap. Mengerti semuakah? Tidak juga. Buku karya Jalaludin Rumi dan Moh. Iqbal baru saat lulus mahasiswa aku fahami. Si Bongkok Dari Notredam juga baru faham saat mahasiswa. Namun Papillon dan The Gun of Navarone sejak STM sudah menjadi favoritku. 

Yang selalu menyenangkan adalah membaca Cersil. Pengarang Indonesia, khususnya SH. Mintarja, S Djatilaksana dan Kho Ping Ho, atau Chin Yung dan Gan KL, sama saja dilahap tuntas pula. Kami membaca cersil itu bisa jilid berapa saja dan kami rangkai sendiri menjadi utuh. Serial Sia Tiauw Eng Hiong Kwee Ceng hingga Thio Boe Kie dibaca berulang kali, sama dengan serial Api di Bukit Menoreh dan Naga Sasra dan Sabuk Inten. 

Jika di daerah, hanya membaca produk cergam TB. Maranatha Jln. Ciateul Bandung dan Cersilgam dari Si Buta, Panji Tengkorak hingga Pendekar Sungai Ular dan sejenisnya, saat mahasiswa di Jakarta, kenal dengan komik terjemahan Eropa. Koboi Lucky Luke, penerbang Tanguy dan Leverdure, Tintin dkk, Asterik hingga Paman Donal. Di sini pula kenal dengan buku sastra terjemahan yang lebih berat. Mulai mengenal buku teks petualangan karya tokoh pendaki gunung dan OR ektrim lain seperti Rheinhold Messner,  Chris Bonnington dan lain-laim,dan mulai suka karya-karya Milan Kundera. Karya imigran China “Black Swan” juga menggugah. 

Jadi, membaca untuk kenikmatan memang akan terus dilakukan seperti makan Tongseng pak Djono di Benhil. Bukankah doing sex juga kita lakukan “for pleasure” dan dilakukan terus. Pleasure yang bisa dilakukan hingga ketika manusia hanya bisa tiduran saja, hanyalah membaca dan mendengarkan musik atau readingbook. 

Namun, sekali lagi, ada disclaimer. Membaca yang terlihat sederhana itu juga mirip olahraga. Jika otak tak terlatih, maka intensitas dan frekuensi tinggi saat membaca akan melelahkan otak, puyenglah. Sehingga, tak sedikit manusia yang mengatakan “pusing kebanyakan membaca”. Padahal buat suheng Satria Dharma itu baru “peregangan otak”. Mirip, pegel kaki kejauhan berjalan, padahal 1 Km juga belum.

Mari kita nikmati adanya Gerakan Nasional Pemberantasan Buta Membaca (Gernas Tastaba) dengan mengajak kawan guru menikmati asiknya membaca.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 358x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 314x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 279x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 244x dibaca (7 hari)
Menata Aceh di Atas Air atau Menunggu Tenggelam?
Menata Aceh di Atas Air atau Menunggu Tenggelam?
11 Jan 2026 • 198x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
152
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
94
Postingan Selanjutnya
NURDIN F. JOES,   Penyair Kemanusiaan Dari Kembang Tanjong

NURDIN F. JOES, Penyair Kemanusiaan Dari Kembang Tanjong

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00