POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Eros, Thanos dan Kita

Fajar IlhamOleh Fajar Ilham
February 10, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

“manusia dianugerahi akal yang dengan
akal itu, ia sadar akan diri. Namun
demikian, ia sering tak sadarkan diri ketika
godaan datang mencumbunya”.

T. Fajar Ilham

Cerita ini dimulai pada Kamis siang 6 feb 2025. Pada saat saya membaca buku The Art Of Loving, karya Erich Fromm. Buku ini membahas cinta bukan sebagai perasaan pasif.

Fromm mengingatkan bahwa cinta sejati adalah tindakan aktif untuk mengatasi keterasingan dan membangun kebersamaan.

Menurut saya, dalam pemikiran Fromm itu masih ada kekosongan di dalam diri manusia yang harus diisi, karena kalau hanya untuk mengusir keterasingan untuk mendapatkan kebahagian, maka manusia akan diformat untuk mencari, bukan menciptakan.

Keterasingan adalah keniscayaan yang ada dalam diri manusia, karena manusia juga makhluk individu yang tidak bisa dinafikan.

Tiba-tiba saya teringat kisah masa lalu saya, yang sering bergurau dengan teman-teman sekolah tentang “sie paneuk akai” kalau dalam bahasa Indonesia dia yang akalnya pendek.

Namun demikian, begitulah yang namanya manusia, dikarenakan dalam diri manusia itu ada semacam drive keinginan (hawa nafsu) dalam versi Islam, kalau dalam psikoanalisis Sigmund Freud ia memperkenalkan konsep Eros dan Thanatos.

Eros yang ia namai dari dewa cinta, dalam mitologi Yunani, Eros merupakan representasi dorongan untuk hidup, mencintai, dan menciptakan.

Sementara Thanatos, ia namai dewa kematian, yang melambangkan dorongan untuk menghancurkan, mengulang trauma, atau mencari kematian.

Menurut Freud, Eros dan Thanatos adalah dua sisi dari koin yang sama, simbol dari ambivalensi manusia sebagai makhluk yang mampu mencintai dan membenci, membangun dan menghancurkan.

Freud mengingatkan kita bahwa peradaban hanya bisa bertahan jika Eros menguasai Thanatos, tetapi sejarah membuktikan bahwa kemenangan itu tidak pernah mutlak.

Mungkin pelajaran yang bisa kita petik dalam teori ini adalah bagaimana kita harus mampu menundukan dorongan-dorongan gelap dalam diri manusia.

Sekarang kita ke perspektif pemikiran Islam, tentang Eros dan Thanatos. Dalam pemikiran Islam. Eros bukan sekadar hasrat seksual atau naluri biologis, melainkan cinta (mahabbah) yang terarah kepada Allah.

📚 Artikel Terkait

Paradoks Negara Tanpa Kepala

Sukses dengan Modal Nekat dan Gila

Siswa SD Kluet Timur Juara LCC se-Aceh Selatan

Sudah di Luar Nurul, Nenek 92 Tahun pun Disidang di Pengadilan

Al-Qur’an menyebutkan: “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah
Dia menciptakan untukmu pasangan dari jenismu sendiri, agar kamu merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan diantaramu rasa kasih dan sayang.” (QS Ar-Rum: 21).

Cinta manusia terhadap pasangan, keluarga, atau kebaikan adalah refleksi dari cinta tertinggi kepada Allah (mahabbatullah).

Kalau dalam sudut pandang Sufisme, merujuk pada konsep ‘isyq’ (cinta mendalam) sebagai jalan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Penyair sufi seperti Jalaluddin Rumi menggambarkan cinta sebagai kekuatan yang menggerakkan alam semesta: “Cinta adalah jembatan antara engkau dan Yang Mutlak, tanpanya, dunia ini hanya debu.”

Thanatos dalam sudut pandang Islam kematian (maut) bukan akhir, melainkan peralihan menuju kehidupan hakiki.

Al-Qur’an menegaskan: “Setiap yang bernyawa akan merasakan kematian.*
(QS Ali Imran: 185).

Konsep Thanatos dalam Islam tidak dirayakan sebagai destruksi, tetapi dihadapi dengan kesadaran akan takdir.

Kematian mengingatkan manusia pada keterbatasan eksistensi duniawi, sekaligus memotivasi mereka untuk mempersiapkan diri menghadapi akhirat.

Islam menekankan jihad al-akbar (perang melawan hawa nafsu) atau bisa kita sebut bentuk pengendalian Thanatos. Karena Islam juga mengakui kecenderungan destruktif manusia, yaitu nafsu ammarah (jiwa yang menyuruh pada ke burukkan).

Dalam sudut pandang Islam, pertarungan Eros dan Thanatos adalah ujian untuk mengukuhkan keimanan.

Sebagaimana sabda Nabi Muhammad:“Orang yang cerdas adalah yang mengendalikan dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah kematian.” (HR Tirmidzi).

Dengan demikian, Eros dan Thanatos dalam Islam bukanlah kekuatan yang bertentangan, melainkan dua aspek dari ujian ketauhidan.

Cinta (Eros) harus diarahkan kepada Allah, sementara kematian (Thanatos) diyakini sebagai jalan kembali kepada-Nya. Seperti firman Allah:“Sesungguhnya kami milik Allah, dan kepada-Nya kami kembali.” (QS Al-Baqarah: 156).

Dan dengan begitu Islam telah memberi resolusi bahwa Eros adalah ibadah, Thanatos adalah kepulangan, unik memang. Tetapi memang keduanya itu anugerah dari sang pencipta untuk
dipersatukan dalam harmoni.

Kalau dalam petuah para sufi, “ketika manusia menyadari bahwa hidup dan mati hanyalah perjalanan menuju Sang Maha Cinta”.

Akhir dari tulisan ulang ini saya ingin menceritakan bahwa dinamika Eros dan Thanatos, jauh melampaui pandangan Freud.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Fajar Ilham

Fajar Ilham

lahir di Kluet Utara pada 01-12-1989 dan menyelesaikan pendidikan sarjana di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Jurusan Sejarah di Universitas Syiah Kuala. Barista Gerobak Arabica yang suka membaca buku-buku filsafat. Sejak kecil sudah suka menyukai cerita-cerita legenda. Aktif di organisasi eksternal kampus (HMI) semasa kuliah

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

Kisah Seorang Pria

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00