POTRET Online
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

Di Balik Langkah Guru Nias

Gunawan TrihantoroOleh Gunawan Trihantoro
January 20, 2025
Tags: #22 Tahun POTRET#HUT Majalah POTRETLiterasi
Di Balik Langkah Guru Nias
🔊

Dengarkan Artikel

 

Oleh Gunawan Trihantoro
(Sekretaris Komunitas Puisi Esai Jawa Tengah)

Video siswa Sekolah Dasar (SD) Negeri 078481 Uluna’ai Hiligo’o Laowo Hilimbaruzo di Dusun III Desa Laowo Hilimbaruzo, Kecamatan Idanogawo, Kabupaten Nias, Sumatera Utara, curhat tidak ada guru mengajar selama sebulan viral di media sosial. [1]

***
Di pelosok Nias, di ujung jalan berbatu,
Ada sekolah berdiri, di bawah langit kelabu.
Tiga ruang kelas, satu tanpa pintu,
Namun di sanalah mimpi anak-anak bertaut satu per satu.

Di balik papan tulis yang lapuk,
Kasiman berdiri tegap tanpa ragu.
“Anak-anakku, kita belajar meski sederhana,
Karena ilmu adalah jembatan menuju surga dunia.”

Namun, di luar kelas, kehidupan guru penuh rintangan,
Dua jam perjalanan, menembus hujan dan terik mentari.
Jalan berbatu, lumpur licin, dan duri belantara,
Semua mereka lewati dengan niat mulia.

“Pak, kenapa Bapak selalu datang terlambat?”
Tanya seorang bocah, matanya penuh ingin tahu.
“Nak, perjalanan ini tak mudah,
Tapi percayalah, ilmu takkan berhenti aku bawa.”

Anak-anak kecil itu, dengan kaki telanjang,
Berlari ke sekolah, meninggalkan ladang.
Di antara rimbun pohon dan kicauan burung,
Mereka bermimpi menjadi pemimpin di kemudian hari.

Malam itu, di sebuah pertemuan kecil,
Para guru berkumpul di bawah sinar lampu minyak.
“Apa yang bisa kita lakukan? Kita kekurangan segalanya.”
“Namun, kita punya semangat. Itu yang harus dijaga.”

“Pak Kasiman, apa yang bisa kita harapkan?
Jalanan ini tak kunjung dibangun,
Dan rumah dinas hanyalah bayangan.”
“Kita terus mengajar, meski peluh bercucuran.
Karena kita adalah jantung pendidikan.”

Di luar, angin malam membelai pepohonan,
Sementara diskusi terus berlangsung dengan penuh beban.
Mereka tahu, perjuangan ini panjang,
Namun harapan anak-anaklah yang membuat mereka terus berdendang.

📚 Artikel Terkait

Keamanan dan Kenyamanan Guru serta Tenaga Medis di Papua, Antara Tantangan dan Harapan

Nurturing Future Leaders: Reflections from the ASEAN Youth Camp 2025

Agar Candaan Tak Membawa Petaka di Sekolah

Serumpun Jahe Dari Surga

Pagi itu, perjalanan dimulai seperti biasa,
Dua jam berjalan, melewati jalan setapak penuh cerita.
Pak Kasiman membawa tumpukan buku,
“Ini tugas kita,” gumamnya dalam hati yang teguh.

Seorang warga desa menegur,
“Kenapa kalian terus saja mengajar?
Bukankah lebih baik menyerah saja?”
“Karena kami percaya, pendidikan adalah kunci,
Untuk membuka pintu kemakmuran di masa nanti.”

Anak-anak menunggu dengan riang,
Mereka tahu, guru adalah cahaya di jalan yang panjang.
“Pak, ajari kami tentang dunia,” pinta seorang murid.
“Baik, Nak, mari kita belajar, agar mimpi tak lagi terjepit.”

Di ruang kelas tanpa jendela, pelajaran dimulai,
Tentang angka, huruf, dan cerita dunia lain.
Di sudut, ada bocah yang menggambar peta,
“Bapak, aku ingin jadi insinyur, membangun jembatan kita.”

Ironi pendidikan di negeri yang kaya,
Di sudut Nias, cerita ini nyata.
Guru berjuang, murid berharap,
Namun infrastruktur seolah lenyap.

“Pak Kasiman, kapan jalan ini akan berubah?”
“Aku tak tahu, Nak, tapi kita harus terus melangkah.
Suatu saat nanti, orang-orang akan melihat kita,
Dan mereka akan tahu, perjuangan ini bukan sia-sia.”

Malam itu, Kasiman menulis surat,
Untuk pemimpin daerah, agar hatinya tersentuh hangat.
“Pak, di sini kami butuh dukungan,
Jalan, fasilitas, dan sedikit perhatian.”

Hari berganti, surat itu sampai di meja kekuasaan,
Namun jawaban yang datang hanyalah angin kosong,
“Kami akan mengusahakan,”
Sebuah janji yang terdengar seperti angan-angan.

Namun, Kasiman tak menyerah,
Karena ia percaya pada mimpi anak-anak Nias.
“Mereka adalah penerus bangsa,
Dan tugas kita adalah menjaga harapan mereka tetap menyala.”

“Pak, apakah kita akan terus seperti ini?”
Tanya seorang guru muda dengan tatapan letih.
“Mungkin tidak, mungkin ya,
Tapi tugas kita adalah melangkah tanpa menyerah.”

Dan di pelosok Nias yang sunyi,
Langkah-langkah mereka terus berbunyi.
Mengabarkan kepada dunia,
Bahwa pendidikan adalah hak semua manusia.

_______
Rumah Kayu Cepu, 19 Januari 2015

Catatan:
[1] Puisi esai ini terinspirasi dari “Ironi SD Nias, Guru Tak Mengajar Ternyata karena Jalan Kaki 2 Jam” yang diterbitkan oleh CNN Indonesia pada 19 Januari 2025.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 76x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 68x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 56x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Tags: #22 Tahun POTRET#HUT Majalah POTRETLiterasi
Gunawan Trihantoro

Gunawan Trihantoro

Gunawan Trihantoro adalah seorang penulis kelahiran Purwodadi tahun 1974. Ia merupakan alumni Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang mulai aktif menulis sejak masa kuliahnya. Karya-karyanya telah terbit di berbagai media cetak dan online. Gunawan aktif dalam berbagai komunitas kepenulisan, termasuk Satupena, Kreator Era AI, dan Komunitas Puisi Esai Jawa Tengah. Selain itu, ia juga berkontribusi sebagai penulis buku-buku naskah umum keagamaan dan moderasi beragama di Kementerian Agama RI selama periode 2022–2024. Hingga kini, Gunawan telah menghasilkan puluhan buku, baik sebagai penulis tunggal maupun penulis bersama, yang memperkuat reputasinya sebagai salah satu penulis produktif di bidangnya.

Please login to join discussion
NETWORK POTRET
ANAK CERDAS
Artikel terbaru
Buka Majalah Anak Cerdas →
#Pendidikan

Membangun Kemampuan Meneliti Para Siswa SMA

Oleh Tabrani YunisMarch 8, 2026
POTRET Utama

Generasi Indonesia Emas  Kehilangan Bonus

Oleh Tabrani YunisMarch 5, 2026
Catatan Perjalanan

Melihat Timor Leste Menikmati Kemerdekaannya

Oleh Tabrani YunisFebruary 23, 2026
Budaya Menulis

Memadukan Storytelling Lewat Melukis Kata dengan Foto Jurnalistik

Oleh Tabrani YunisFebruary 22, 2026
Pendidikan

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    170 shares
    Share 68 Tweet 43
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    163 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
149
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
211
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
97
Postingan Selanjutnya
Kholid dan Pagar Laut

Kholid dan Pagar Laut

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Al-Qur’an

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00