Dengarkan Artikel
Oleh Paulus Laratmase
POTRETONLINE.COM – Sabtu, 11 Januari 2025, majalah “POTRET” berulang tahun yang ke 22. Majalah yang terbit pertama kali pada tanggal 11 Januari 2024 itu, kini terbit online dengan format, Potretonline.com. Sebuah media yang mengangkat tagline, sebagai media perempuan Aceh dan kemudian bermetamorfosis menjadi media perempuan kritis dan cerdas. Perubahan tagline ini sejalan dengan semakin berkembangnya jumlah penulis, bukan hanya dari kalangan perempuan Aceh, tetapi juga para perempuan di Nusantara dan bahkan manca negara. Jadi, tanggal 11 Januari 2025, usia majalah ini mencapai angka yang cukup matang bagi sebuah media.
Nama “POTRET” sering dimaknai sebagai gambar yang dibuat dengan kamera atau sebuah gambar yang diambil oleh seorang cameramen. Ya, karena begitu makna yang tersurat dan bahkan tersirat. Tentu tidak salah. Majalah ini katanya lahir dilatarbelakangi oleh sebuah idealisme Pemberdayaan perempuan dan anak. Kelompok yang tergolong marginal. CCDE ( Center for Community Development and Education) Banda Aceh yang dinahkodai oleh Bang Tabrani Yunis, sahabatku di ujung barat Republik Indonesia menjadi bidan yang membantu lahir atau terbitnya majalah POTRET.
Nah, saya di Papua, di ujung Timur Republik yang memiliki kekecualian perlakuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, merasa senasib dengan Aceh. Ya, Aceh dan Papua, dua titik batas negeri yang memiliki kisah kelam yang tidak terlepas dari sejarah bangsa yang disebut Repbulik Indonesia ini.
Saya mengenal “POTRET” sebagai media masyarakat sipil, saudara-saudaraku di Aceh, di titik barat negeriku yang sudah lebih dari 20 tahun menyuarakan hak-hak sipil rakyat Aceh yang tertindas bahkan hilang akibat dari kebijakan negeri yang disebut Indonesia. Saya salut, POTRET bisa tetap eksis dan konsisten dengan perjuangan serta komitmen dalam membangun kemampuan literasi anak negeri dan sekaligus melakukan edukasi dan advokasi bagi masyarakat marginal.
Dalam kondisi negeri yang tidak sedang baik- Baik saja, tentu POTRET” juga mengalami turbulence, jatuh-bangun, menyuarakan mereka yang tak mampu bersuara agar memiliki kesamaan perlakuan seperti halnya sesama anak bangsa di daerah lain. Itu wajar.
📚 Artikel Terkait
Apalagi dalam perjalanannya POTRET” yang berada di daerah konflik, jatuh bangun memotret perlakuan manusia Indonesia memperlakukan ketidakadilan bagi sesamanya di ujung barat yang katanya bagian dari negeri, tentu lah berat. Namun karena niat dan komitmen yang kuat dalam memberdayakan masyafakat, dalam ketidakadilan yang ditemui di semua sudut Negeri Serambi Mekah, hingga kini POTRET masih konsisten. Sekali lagi saya salut.
Oleh sebab itu di kala “POTRET” mampu bertahan di usia yang ke 22, usia yang telah merekam begitu banyak perlakuan anak negeri dan negara terahadap anak negerinya sendiri, menjadi sebuah catatan sejarah yang begitu penting. Maka, dalam momentum ini, saya tetap berharap agar,
“POTRET” JANGAN LELAH MEMOTRET KETIDAKADILAN BAGI ANAK NEGERI…
Teruslah bersuara… Potretlah perlakuan ketidakadilan negara meraup keuntungan Bumi Serambi Mekah yang kaya akan kekayaan alamnya demi kesejahteraan Rakyat Aceh.
Potretlah tanah Aceh dan Papua, dua negeri yang hanya dilirik karena kekayaan alamnya dan bukan manusianya. Kiranya, dengan “POTRET,” Papua dan Aceh bisa bersuara dari ketakmampuannya bersuara dari tekanan politik negeri yang tak mau ingin rakyatnya Sejahtera.
Selamat Ulang Tahun Yang ke-22 “POTRET” terus lah dan fokus memotret kehidupan saudara-saudaraku di Aceh yang masih terus tetap bersuara. Salam persaudaraan dari tanah Papua
Paulus Laratmase, Saudaramu di Papua.
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini






