• Latest
Menghadirkan Dunia Tanpa Gadget Bagi Anak

Menghadirkan Dunia Tanpa Gadget Bagi Anak

Januari 17, 2025
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
ae400032-4021-4ade-8568-70d981b74d63

Ancu Dani, Juru Kunci TPS

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Menghadirkan Dunia Tanpa Gadget Bagi Anak

Sazali S.Pdby Sazali S.Pd
Januari 17, 2025
Reading Time: 14 mins read
Tags: #22 Tahun POTRET#Best Practices#HUT Majalah POTRET
Menghadirkan Dunia Tanpa Gadget Bagi Anak
600
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh: Sazali, S.Pd

Sebagai orangtua, salah satu tantangan terbesar yang saya hadapi adalah mengedukasi anak-anak saya dalam dunia yang seolah tak bisa terpisahkan dari pengaruh gadget. Sebagian besar orangtua mungkin merasa kebingungan dan khawatir ketika anak-anak mereka sudah terpapar gadget sejak usia pra sekolah. Namun, saya ingin berbagi pengalaman tentang bagaimana saya atas izin Allah berhasil menjaga anak-anak saya dari pengaruh gadget. Saya memperkenalkan mereka pada dunia membaca, sebuah kebiasaan saya aplikasikan sejak mereka belum genap berusia 2 tahun.

Saya adalah seorang ayah yang memiliki dua anak.  Seorang putri, berusia 7 tahun dan seorang putra berusia 4 tahun. Sejak mereka masih bayi, saya sudah berusaha membangun kebiasaan yang sehat dan bermanfaat untuk perkembangan mereka. Salah satu kebiasaan yang saya tanamkan sejak usia sangat dini adalah kebiasaan membacakan cerita. Saya percaya bahwa kebiasaan ini adalah kunci untuk menjauhkan mereka dari pengaruh gadget yang bisa mengganggu tumbuh kembang mereka.

Membangun Kebiasaan Membaca Sejak Dini

Saya masih ingat, ketika anak pertama saya, Aisha, berusia satu tahun, Kami (saya dan istri) mulai membacakan buku cerita setiap malam menjelang tidur atau lebih dikenal dengan istilah bedtime story. Pada awalnya, Aisha mungkin belum sepenuhnya mengerti cerita yang kami bacakan, namun saya dan istri percaya bahwa mendengarkan suara ayah dan bundanya serta melihat gambar-gambar di buku merupakan stimulasi yang luar biasa terhadap perkembangan otak anak.

Kami juga sering bercerita tentang kegiatan sehari-hari atau mengajaknya berbicara tentang dunia di sekitar kami. Meskipun dia belum bisa berbicara dengan lancar pada saat itu, namun dia mulai mengenali suara dan kata-kata yang kami ucapkan.

Berbeda dengan kakaknya, Aisha, Yusuf terbilang sedikit lambat untuk bisa tertarik dengan buku, tetapi seiring waktu karena sering melihat kakak yang aktif membaca buku setiap hari,  bahkan sebelum berangkat ke sekolah, Yusuf mulai penasaran dengan buku. Momen itu kami manfaatkan dengan baik untuk mencari tahu buku jenis apa yang dia suka. Alhamdulillah sekarang Yusuf sudah benar-benar tertarik dengan buku dan mulai menagih bundanya untuk bercerita sebelum tidur dan selalu mengajak saya membaca buku bersama.

Saya percaya bahwa dengan membiasakan anak-anak mendengarkan cerita dan berinteraksi dengan buku sejak usia dini, mereka akan lebih mudah mencintai kegiatan membaca. Selain itu, kegiatan ini mempererat ikatan emosional antara orangtua dan anak yang sangat penting untuk perkembangan mental dan sosial mereka.

Menjauhkan Anak dari Gadget

Di dunia yang serba digital ini, tak bisa dipungkiri memang sulit untuk menjauhkan anak dari paparan gadget. Banyak orangtua yang merasa terjebak dalam penggunaan gadget untuk menjaga anak-anak tetap tenang atau sebagai cara untuk memberi mereka hiburan. Bagi sebagian besar orangtua ini sudah menjadi fenomena yang sangat wajar. Banyak orang-orang yang bahkan saya kenal memberikan gadget kepada anak-anak mereka untuk bermain game atau menonton video yang pada akhirnya anak-anak mereka menjadi ketagihan dan bahkan lebih sulit diajak berinteraksi di dunia nyata.

Namun, saya berusaha keras untuk menghindari agar anak-anak saya tidak terjebak dalam kebiasaan tersebut. Saya tidak pernah memberikan gadget pada usia dini kepada merekasampai saat ini. Saya juga memastikan bahwa mereka tidak memiliki akses ke perangkat digital seperti ponsel atau tablet. Saya menyadari bahwa meskipun gadget dapat menawarkan hiburan dan kemudahan, pengaruh jangka panjangnya terhadap perkembangan anak sangat besar. Penelitian menunjukkan bahwa paparan gadget yang berlebihan dapat mengganggu perkembangan kognitif, bahasa, dan sosial anak.

Sebagai gantinya, saya berusaha menghadirkan pengalaman yang lebih menyenangkan dan bermanfaat melalui interaksi langsung. Saya sering mengajak mereka untuk bermain bersama di luar rumah, seperti bermain lego dan puzzle bersama dirumah, jalan-jalan dan bermain ayunan di taman, ke pantai,berkunjung ke perputakaan. Kami juga sering berkegiatan kreatif bersama, seperti menggambar dan mewarnai, membuat kerajinan tangan dari kertas origami. Semua kegiatan ini bukan hanya menyenangkan, tetapi juga membantu anak-anak saya mengembangkan keterampilan motorik dan sosial mereka.

Peran Cerita dalam Pembentukan Karakter Anak

Membacakan cerita bagi kami bukan hanya sekadar kegiatan yang menyenangkan. Kami melihatnya sebagai alat yang sangat efektif dalam membentuk karakter dan membangun nilai-nilai penting dalam kehidupan anak. Setiap cerita yangkami bacakan mengandung pelajaran hidup yang berharga, seperti tentang kejujuran, persahabatan, keberanian, kebaikan hati dan lain sebagainya.

Anak-anak kami sangat menyukai cerita-cerita yang penuh dengan petualangan dan karakter-karakter yang mereka sukai. Misalnya, mereka menyukai cerita tentang nabi, cerita keluarga, dan beberapa cerita menarik lainnya terutama tentangpembentukan sikap. Saat kami membacakan cerita tentang keberanian atau kebaikan hati, kami tidak hanya sekadar mengajak mereka untuk mendengarkan, tetapi juga mengajak mereka berdiskusi tentang apa yang bisa dipelajari dari cerita tersebut.

Kami juga mengajarkan mereka untuk selalu bertanya dan berpikir kritis. Setiap kali selesai membacakan sebuah cerita,anak-anak akan ditanyakan tentang apa yang mereka pelajari dan apa yang mereka rasa bisa dilakukan untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Hal ini bukan hanya melatih kemampuan berpikir mereka, tetapi juga membantu mereka mengembangkan empati dan pemahaman terhadap orang lain. Kegiatan membacadan berdiskusi seperti ini sebagian besar sering dilakukan olehistri saya.

Baca Juga

20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 30, 2026

Menciptakan Lingkungan yang Mendukung Pembelajaran

Selain kebiasaan membacakan cerita, kami juga menciptakan lingkungan yang mendukung untuk anak-anak dapat terus belajar dan berkembang. Rumah kami memilikiruang baca kecil dipenuhi dengan berbagai jenis buku, mulai dari buku bergambar untuk anak-anak hingga buku cerita yang lebih kompleks. Kami juga sering membawa anak-anak ke perpustakaan atau toko buku untuk memilih buku-buku yang mereka minati. Dengan begitu, mereka mulai terbiasa melihat buku sebagai teman yang menyenangkan dan bukan sebagai sesuatu yang membosankan.

Kami sebisa mungkin juga berusaha untuk menjadi contoh bagi mereka. Istri saya adalah seorang pembaca yang aktif, dan anak-anak saya sering melihat bundanya membaca buku, novelatau majalah. Sedangkan saya juga membaca tetapi tidak seaktifistri saya. Kami berdua percaya bahwa dengan menunjukkan ketertarikan pada buku, kami bisa menularkan kebiasaan membaca kepada anak-anak kami.

Menghadapi Tantangan

ADVERTISEMENT

Tentunya, perjalanan ini tidak selalu mulus. Terkadang, anak-anak saya juga merasa penasaran dengan gadget. Mereka melihat teman-teman mereka yang bermain dengan ponsel atau menonton video di tablet. Saya harus menghadapi berbagai pertanyaan dari mereka, seperti “Kenapa kakak tidak boleh main hape Ayah?” atau “Kenapa teman-teman kakak bisa punya tab?”

Di sinilah peran komunikasi yang baik dan tepatdiperlukan. Kami menjelaskan kepada mereka dengan cara yang sesuai dengan usia mereka mengapa memilih untuk tidak memberikan gadget. Saya mengatakan bahwa meskipun gadget bisa menyenangkan, ada banyak cara lain yang lebih baik dan lebih menyenangkan untuk belajar dan bermain. Saya juga menekankan bahwa kegiatan seperti membaca, bermain di luar rumah, dan berinteraksi dengan teman-teman atau keluarga adalah cara yang lebih baik untuk tumbuh dan berkembang.

Kesimpulan

Sebagai orangtua, saya merasa sangat bersyukur karena berhasil menjaga anak-anak saya dari pengaruh gadget secaratotal, artinya kedua anak kami benar-benar belum terpapargadget sama sekali. Mereka memiliki kecintaan terhadap buku dan kegiatan yang mendukung perkembangan mereka dengan cara yang lebih sehat. Saya percaya bahwa kebiasaan membaca yang kami bangun sejak dini akan membawa dampak positif bagi masa depan mereka. Saya berharap pengalaman ini bisa menjadi inspirasi bagi orangtua lainnya yang mungkin sedang menghadapi tantangan yang sama. Meskipun dunia digital semakin berkembang, kita sebagai orangtua tetap memiliki peran besar dalam membimbing anak-anak kita untuk tumbuh menjadi pribadi yang bijaksana dan cerdas.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 344x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 306x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 255x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 251x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 196x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
Ketika Jurnalis Muda Membongkar  Topeng  Syahwat Pemuka Agama

Ketika Jurnalis Muda Membongkar Topeng Syahwat Pemuka Agama

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com