Dengarkan Artikel
Ilustrasi Kumpulan Puisi Leni Marlina “Tangis yang Tak Terdengar”. Sumber Gambar: Starcom Indonesia’s Artworks No. 925-10 Assisted by AI.
Tangis yang Tak Terdengar
Puisi: Leni Marlina
[Komunitas Pondok Puisi Inspirasi Pemikiran Masyarakat: PPIPM – Indonesia; Satu Pena Sumbar]
Tangis itu terpendam di perut malam,
Seperti angin yang tak mampu menggugah dedaunan.
Ia duduk di samping jasad ibunya,
Pelukan itu kini hanya bayang tanpa hangat.
Di mata bocah itu,
dunia adalah rintih panjang,
Namun dari rintih lahir kekuatan sunyi.
Ia merapalkan doa melewati angkasa:
“Bila semua pintu tertutup,
Aku akan menciptakan jalan,
Meski dari reruntuhan, aku akan bangkit.
Sebab, hidup adalah perjuangan
yang tak pernah menyerah pada kematian.”
Padang, Sumbar, 2022
Suara Anak di Tengah Puing-Puing
Puisi: Leni Marlina
[Komunitas Pondok Puisi Inspirasi Pemikiran Masyarakat: PPIPM – Indonesia; Satu Pena Sumbar]
Pada tanah yang tak lagi bernyawa,
Sisa tawa terkubur bersama abu rumah.
Matanya adalah cermin waktu yang koyak,
Menatap ayahnya rebah tanpa kata.
Tangan kecil menggenggam debu kenangan,
Di antara jerit yang memanggil sepi.
Namun, lihatlah—
Anak ini berdiri meski dunia terbenam,
Menganyam harapan dari serpihan luka.
Ia berkata:
“Bahkan ketika langit menutup dirinya,
Aku akan berjalan, melawan sunyi
Dan memahat takdirku sendiri.”
Padang, Sumbar, 2022
Langit yang Tak Pernah Tertutup
📚 Artikel Terkait
Puisi: Leni Marlina
[Komunitas Pondok Puisi Inspirasi Pemikiran Masyarakat: PPIPM – Indonesia; Satu Pena Sumbar]
Langit kelabu menatap bocah itu,
Seakan memohon maaf atas kehancuran yang ditumpahkan.
Ia berdiri di antara puing-puing masa lalu,
Di mana tawa telah dihancurkan oleh raungan senjata.
Namun, matanya menyimpan nyala bintang,
Ia bertanya pada semesta:
“Akankah matahari datang esok hari?”
Dan jawabnya adalah langkah-langkah kecil
Yang melintasi ranjau penderitaan.
Anak ini akan membangun kembali dunianya,
Dengan tangan-tangan mungil yang menolak takdir suram.
Padang, Sumbar, 2022
Jeritan Hati yang Tak Pernah Terhenti
Puisi: Leni Marlina
[Komunitas Pondok Puisi Inspirasi Pemikiran Masyarakat: PPIPM – Indonesia; Satu Pena Sumbar]
Debu mengaburkan bayangan masa silam,
Namun jeritan bocah itu masih hidup,
Berderak di antara sunyi yang memekakkan.
Ia kehilangan ayah dalam detik yang tak berpulang,
Ibunya hanya tinggal kenangan
Yang kini terbungkus dalam aroma mesiu.
Tapi hati kecilnya berkata:
“Dari reruntuhan, aku akan merangkai mimpi.
Meskipun dunia mencabik senyumku,
Aku akan menenun harapan dengan tanganku sendiri,
Karena hati yang penuh luka adalah tempat
Di mana kekuatan dilahirkan.”
Padang, Sumbar, 2022
Cinta yang Tak Pernah Hilang
Puisi: Leni Marlina
[Komunitas Pondok Puisi Inspirasi Pemikiran Masyarakat: PPIPM – Indonesia; Satu Pena Sumbar]
Dari tanah yang berlumur darah,
Anak-anak ini menanam cinta
di ladang yang dibakar kebencian.
Mereka mengisi hari di atas abu kenangan,
Dengan langkah-langkah kecil yang mematahkan sunyi.
Di mata mereka, cinta adalah nyala semangat hidup dan inspirasi,
Mengalahkan gelap yang memenjara dunia.
Mereka menyusun kembali reruntuhan
Dengan mimpi yang tak dapat dihancurkan.
Karena cinta adalah senjata paling tajam,
yang mengalahkan perang
dan membangun kembali kehidupan.
Padang, Sumbar, 2022
——-
*Biografi Singkat Penulis*
Kumpulan puisi ini awalnya ditulis oleh Leni Marlina tahun 2022. Puisi tersebut direvisi kembali serta dipublikasikan pertama kalinya melalui media digital tahun 2025.
Leni juga merupakan anggota aktif Asosiasi Penulis Indonesia, SATU PENA cabang Sumatera Barat sejak berdiri tahun 2022. Selain itu, ia juga merupakan anggota aktif Komunitas Penyair dan Penulis Sastra Internasional ACC di Shanghai, serta dipercaya sebagai Duta Puisi Indonesia untuk ACC Shanghai Huifeng International Literary Association. Leni pernah terlibat dalam Victoria’s Writer Association di Australia. Sejak tahun 2006, ia telah mengabdikan diri sebagai dosen di Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Padang.
Leni juga mendirikan dan memimpin komunitas digital / kegiatan lainnya yang berfokus pada bahasa, sastra, literasi, dan sosial, di antaranya:
1. World Children’s Literature Community (WCLC): https://shorturl.at/acFv1
2. Poetry-Pen International Community
3. PPIPM (Pondok Puisi Inspirasi Masyarakat), the Poetry Community of Indonesian Society’s Inspirations: https://shorturl.at/2eTSB; https://shorturl.at/tHjRI
4. Starcom Indonesia Community (Starmoonsun Edupreneur Community Indonesia):
https://rb.gy/5c1b02
5. Linguistic Talk Community
6. Literature Talk Community
7. Translation Practice Community
8. English Languange Learning, Literacy, Literary Community (EL4C)
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini






