POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Peluru di Jalan Raya

RedaksiOleh Redaksi
January 7, 2025
Tags: #Puisi
Peluru di Jalan Raya
🔊

Dengarkan Artikel

 

Oleh Gunawan Trihantoro
(Sekretaris KEAI Provinsi Jawa Tengah)

Di jalan raya yang membentang bisu,
Tangerang-Merak menjadi saksi kelabu.
Asa dan raga terkoyak oleh amarah,
Peluru melayang, hidup pun pasrah.

Mobil yang dulu bercerita tentang perjalanan,
Kini berhenti dengan kisah kehilangan.
Bos rental, bukan lagi tokoh dalam transaksi,
Tapi korban dari kisah yang penuh rekayasa emosi.

-000-

Ia datang dengan senyum ramah,
Penyewa mobil yang tampak tanpa celah.
“Berapa lama, Pak, rentalnya?”
Pertanyaan sederhana, tapi berbuntut petaka.

Hari-hari berlalu,
Mobil tak kembali, janji kian semu.
Di balik roda empat itu,
Ada niat yang tak pernah jujur dari awal waktu.

Bos rental mencoba mencari,
Jejak yang hilang di jalan penuh misteri.
“Dimana mobilku? Dimana jawabmu?”
Tapi jawaban datang dengan sesuatu yang tak pernah ia tahu.

-000-

📚 Artikel Terkait

Jejak yang Tertinggal

Serumpun Puisi Usfa di Hari Ibu

Ranah (Pendidikan) Kebudayaan di Kemdikbud

Puisi-Puisi Zab Bransah

Tol Tangerang-Merak, malam itu,
Lampu jalan berbisik pada bayang-bayang yang kaku.
Dua jiwa bertemu dalam konfrontasi,
Tapi satu jiwa tak lagi pulang ke sisi.

Peluru berbicara lebih keras dari kata,
Menembus tubuh yang hanya ingin meminta haknya.
Ia tak tahu, malam itu akhir ceritanya,
Karena pelaku sudah menggenggam niat tak terkira.

Satu tembakan, dua takdir berubah,
Yang satu lenyap, yang lain hidup dalam salah.
Apakah ini keadilan yang ia cari?
Atau justru amarah yang tak dapat ia kendali?

-000-

Keluarga bos rental menangis di pagi hari,
Saat berita buruk datang menghampiri.
“Kenapa dia? Kenapa harus seperti ini?”
Pertanyaan yang menggantung di sudut hati.

Di ruang sidang nanti,
Pelaku akan berdiri di bawah mata hakim yang dingin.
Apakah penyesalan menghampiri?
Ataukah justru pembelaan yang tanpa arti?

Tol itu kini tak lagi sekadar jalan,
Ia menyimpan dendam yang tak pernah tertawan.
Setiap kendaraan yang melintas,
Membawa cerita luka yang tak akan hilang pantas.

-000-

Kini kita bertanya pada diri,
Apa yang salah pada hati manusia ini?
Mengapa nyawa begitu ringan,
Diambil hanya demi emosi yang tak tertahan?

Dalam gelap malam, peluru melayang,
Bukan hanya tubuh, tapi nurani yang hilang.
Keadilan menjadi harapan yang tergantung,
Di tengah duka yang tak berujung.

—
Rumah Kayu Cepu, 5 Januari 2025

Catatan:
1. Puisi esai ini adalah fiksi yang terinspirasi dari kisah nyata yang bersumber dari https://news.detik.com/berita/d-7718222/penyewa-mobil-bos-rental-tewas-ditembak-di-tol-tangerang-merak-jadi-tersangka

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 60x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 56x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 51x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Tags: #Puisi
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya
Aku dan Harun Anakku, Tatkala Langsat Montasik Mulai Matang

Durian Raja Pendekar dari Lamuri

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00