Dengarkan Artikel
POTRET – Hari Sabtu, 21 Desember 2024, Dinas Pendidikan Aceh, mengadakan sebuah acara menarik di aula Disdikbud Aceh yang berlokasi di jalan Tgk. Haji Muhammad Daud Beureueh, Banda Aceh. Acara itu bertajuk, ” Refleksi akhir tahun Sektor Pendidikan Aceh. Acara tergolong sangat penting dan sangat dibutuhkan oleh masyarakat Aceh, termasuk penulis sendiri. Dikatakan sangat penting dan sangat dibutuhkan, karena Sektor ini adalah Sektor terkait dengan hak anak bangsa untuk mengenyam pendidikan yang merata serta berkualitas, sebagaimana diharapkan oleh setiap warga negara. Bukan hanya impian setiap warga negara dan bangsa, tetapi juga bagi Pemerintah, di setiap level.
Acara ini juga tergolong unik dan tidak biasa. Dikatakan demikian, karena acara Refleksi Akhir tahun seperti ini, jarang atau atau langka. Tidak semua Dinas mau melakukan kegiatan seperti ini, karena bisa menjadi forum buka-bukaan dan menjadi arena parang opini atau pendapat, atau memunculkan perdebatan yang bisa menjatuhkan harga diri sebuah Dinas, tertutama Dinas yang ditemukan atau dinilai banyak curang. Sehingga, kegiatan seperti ini langka, bahkan tidak dilakukan oleh Kadisdikbud -Kadisdikbud sebelumnya.
Jadi, bukan karena ingin memuji, namun secara jujur memberikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan Aceh yang berani melakukan acara Refleksi Akhir Tahuh, Sektor Pendidikan Aceh. Boleh dikatakan ini adalah inisiatif positif dalam membangun pendidikan di level jajaran Dinas Pendidikan Aceh.
Kegiatan ini menjadi semakin penting, karena kegiatan Refleksi Akhir tahun ini menjadi sebagai jembatan yang menghubungkan berbagai pihak atau stakeholder, orang – orang atau pejabat-pejabat yang pernah terlibat aktif sebagai Kepala Dinas Pendidikan beberapa periode sebelumnya. Ya, bayangkan saja, pada acara ini, Dinas Pendidikan Aceh bisa mempertemukan paling kurang 3 Kepala Dinas sebelumnya yang pernah mengelola kerja-kerja di Dinas Pendidikan, seperti Dr. Anas M. Adam yang cukup Lama berada di Dinas Pendidikan Aceh. Dalam acara ini, Dr. Anas M. Adam menjadi satu dari 3 narasumber kegiatan ini.
Bukan hanya Anas M.Adam, ikut aktif pula Drs. H.Laisani, M.Si yang pernah memimpin Dinas Pendidikan Aceh sebelumnya dan sudah alang melintang, punya segudang pengalaman mengelola pendidikan di Aceh. Bukan hanya itu, ternyata juga ikut hadir dan berpartisipasi aktif, mantan Kadisdik, Muhammad Ilyas, SE yang juga memiliki banyak pengalaman dalam membangun pendidikan Aceh, khususnya di jenjang pendidikan menengah atas. Tentu kehadiran para mantan Kadisdik ini merupakan langkah strategist yang dilakukan oleh Marthunis, ST, D.E.A dalam menggali input atau informasi, masalah, strategi, serta best practice yang pernah ada selama masa kepemimpinan di Dinas Pendidikan Aceh di masa lalu.
📚 Artikel Terkait
Ya, tak dapat dimungkiri pula. Buktinya, ketika Dr.Anas M. Adam yang menjadi pembicara pertama mamaparkan presentasinya berjudul, Selayang Pandang Pendidikan Aceh, masa lalu dan relevansinya dengan kebutuhan saat ini. Presentasi ini telah memberi pengayaan pemahaman tentang kondisi dunia pendidikan Aceh di masa konflik, yang merupakan masa kelam yang telah membawa pendidikan Aceh jatuh ke jurang yang sangat dalam, yang membuat kondisi pendidikan Aceh tertinggal dan tak berdaya. Pendidikan Aceh yang seperti kata pepatah, sudah jatuh, ditimpa tangga pula. Betapa tidak, ketika tidak berdaya didera konflik, diporakporandakan pula oleh bencana dahsyat, gempa dan Tsunami pada 26 Desember 2004. Dr.Anas M. Adam, pun berbagi kisah dan best practices. Di tengah kesulitan bernafas dihempas konflik dan tsunami, posisi Aceh pernah melejit.
Nah, kehadiran mereka, satu Kepala Dinas Pendidikan Aceh yang sedang menjabat, ditambah 3 mantan Kepala Dinas, yang telah berbagi dan memberikan banyak masukan, bahan Baku atau materi perbandingan sebagai landasan milestones untuk membawa pendidikan di Aceh, khususnya di jenjang pendidikan menengah yang berada dalam wewenang kerja-kerja Dinas Pendidikan Aceh ( Provinsi).
Nah, pengalaman ini kiranya bisa input Dan pelajaran penting yang dipetik oleh Marthunis, sebagai Kepala Dinas Pendidikan Aceh yang akan melakukan rangkaian kegiatan penyusunan strategic Planing Pendidikan Menengah Atas dan SLB.
Oleh sebab itu pula, bagi penulis, kegiatan Refleksi Akhir tahun Sektor pendidikan Aceh yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Aceh ini,menjadi salah satu ajang untuk melacak Tata kelola Pendidikan Aceh. Maka, tulisan ini hanya sebagai sebuah pengantar untuk melacak lebih jauh Tata kelola Pendidikan Aceh dari masa lalu, hingga ke masa kini.
Sebagai Bagian pengantar, tulisan ini belum memberikan dan memaparkan sejumlah catatan penting yang diangkat dari kegiatan Refleksi Akhir tahun 2024 itu. Insya Allah tulisan kedua, akan menjadi langkah pertama dari upaya melacak Tata kelola Pendidikan Aceh tersebut. Nantikan Bagian ke dua dan tulisan -tulisan lai,n di Potretonline.com. Mari kita mulai membuka mata dan hati, walau belum bisa membuka dompet atau melakukan transfer Dana bantuan secara finansial.
Tabrani Yunis, Direktur Center for Community Development And Education (CCDE) Aceh, Â Pengelola Potretonline, majalahanakcerdas.com, dan Potret Gallery yang sehari-hari juga giat menggerakkan literasi anak negeri
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini






