Dengarkan Artikel
Oleh Alkhair Aljohore@
Di bawah langit Madinah yang terbuka,
Asas kata Madani tersusun rapi,
Sejarah menulis piagam, suntingan mulia,
Mana mungkin kita terpisah oleh agama atau etnik,
Mana mungkin terpisah oleh selat dan laut,
Semua bergabung dalam satu harmoni,
Hukum keadilan terpahat dalam jiwa,
Di lorong-lorong kata, kita bicarakan,
Tentang cinta, tentang damai yang takkan sirna,
Tak lagi berbicara dengan nada provokatif,
Tetapi dengan lembut, penuh rasa empati,
Para penulis membawa cahaya,
Mencari titik temu dalam perbezaan,
Di mana setiap wacana bukan potret prejudis.
Keadilan, kejujuran, menjadi panji,
Menari di pentas sastera yang bersih,
Harmoni persahabatan, takkan terhapus,
Dengan tinta yang menarikan keindahan,
Mewarnai dunia dengan kesederhanaan,
Sastera Madani, penyuluh jalan kedamaian,
Seantero dunia.
📚 Artikel Terkait
Dalam lembaran kertas tersimpan cerita,
Dari seribu suku, datang dengan warna,
Sastera mendunia, jalinan dari hati,
Menembus batas, menjunjung tinggi martabat,
Di mana keharmonian menyulam rangkaian,
Menolak egoisme yang berusaha menggempur,
Menjadi penghalang bagi jiwa yang meluhur.
Di sebalik setiap kalimat yang terucap,
Ada harapan akan persatuan yang utuh,
Bukan sekadar hiasan, tidak pun permainan,
Setiap kata adalah jembatan yang menghubung,
Dari satu jiwa ke jiwa yang lain,
Saling mengerti, saling menyanjung,
Menghidupkan budaya, menjadikan kita satu.
Dunia yang merdeka, ingin kita ukir,
Tanpa kronisme yang merobek tatanan,
Sastera Madani kita, pemangkin ketenangan,
Menjaga setiap nada agar tak menyakitkan,
Dengan tajuk keadilan di atas benang kejujuran,
Sastera bagi semua, penyatu yang hebat,
Membawa kita pada era kedamaian nan sejagat.
Seni bercerita berbait lembut,
Hujan fikir menyejuk kalbu,
Menembus dinding kebencian.
Tabassam dan taaruf kita junjung,
Sastera madani, datang berkunjung.
19.12.24
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini






