POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Apakah Media Sosial Memperkuat atau Merusak Hubungan Antar Manusia?

M.Rival SihabOleh M.Rival Sihab
December 18, 2024
Tags: #Masalah Sosial
🔊

Dengarkan Artikel

 

Oleh  M. Rival Sihab

Mahasiswa D3 Teknik Sipil Universitas Syiah Kuala, Darussalam, Banda Aceh

  Media sosial sekarang sudah jadi bagian dari hidup kita. Rasanya hampir setiap orang, dari anak kecil sampai orang tua, punya akun di platform seperti Instagram, Facebook, Twitter, atau WhatsApp. Kehadiran media sosial mempermudah kita dalam berbagai hal mulai dari berkomunikasi, berbagi cerita, hingga sekadar kepo kehidupan orang lain.

Bahkan, ada kalanya media sosial menjadi tempat kita mencari hiburan atau menenangkan diri setelah seharian bekerja.

Namun, pernahkah kita berpikir lebih dalam tentang dampaknya terhadap hubungan manusia? Apakah media sosial ini benar-benar membuat kita lebih dekat, atau malah membuat hubungan langsung dengan orang lain jadi renggang, bahkan terpecah?

Media sosial dianggap sebagai revolusi dalam hal komunikasi. Dengan media sosial, kita bisa tetap terhubung, meskipun jarak memisahkan kita. Bayangkan punya sahabat atau keluarga yang tinggal di luar negeri. Dulu, komunikasi lewat surat atau telepon mungkin terasa mahal dan memakan waktu. Sekarang, berkat media sosial, kita bisa melakukan panggilan video kapan saja, mengirim pesan teks dalam hitungan detik, bahkan berbagi momenpenting suka atau duka seperti keluarga jauh sakit, ulang tahun, atau kelahiran anak tanpa harus menunggu.

Rasanya seperti dunia ini lebih kecil, karena kita bisa selalu terhubung dengan orang-orang yang kita sayangi meski terpisah ratusan kilometer.

Selain itu, kemudahan berkomunikasi ini juga membuka peluang bagi kita untuk menjalin hubungan baru, Dulu, mungkin kita hanya berinteraksi dengan orang-orang di sekitar kita, tapi sekarang kita bisa bertemu teman baru dari belahan dunia manapun. Entah itu lewat grup hobi, game online, komunitas online, atau bahkan melalui platform dating. Media sosial membuka banyak pintu untuk mengenal lebih banyak orang dengan minat yang sama, dan kadang itu jadi awal dari persahabatan atau bahkan hubungan yang panjang/

📚 Artikel Terkait

Agama dan Musuh-Musuhnya

Haikal, Peringkat 4 Alumni Darul Ulum Banda Aceh Yang Lulus AKPOL

Dandim Gayo Lues Resmikan Kampung Tangguh Pancasila di Desa Ulun Tanoh, Blangkejeren

HUJAN KALBU

Apalagi dengan aplikasi seperti WhatsApp atau Telegram, kita bisa berkomunikasi dalam kelompok besar dan saling berbagi informasi secaraa langsung real-time. Hal-hal seperti ini tentu memudahkan kehidupan kita, apalagi dalam hal organisasi atau kerja sama antar orang.

Namun, meskipun media sosial menawarkan banyak keuntungan dalam memperkuat hubungan, ada juga sisi gelapnya yang tidak bisa kita abaikan. Salah satunya adalah kecenderungan kita untuk terlalu bergantung pada komunikasi digital, Seringkali kita lebih memilih berbicara lewat pesan daripada bertatap muka. Hubungan yang awalnya terjalin dengan baik bisa jadi terasa dangkal karena terbatasnya komunikasi yang hanya terjadi lewat layar.

Bahkan, dalam beberapa kasus, kita bisa merasa lebih dekat dengan orang yang jauh daripada orang yang ada di lingkungan sekitar kita. Ketika berkumpul dengan keluarga atau teman-teman, banyak dari kita yang lebih sibuk melihat Handphone daripada benar-benar terlibat dalam percakapan langsung. Ini tentu merusak kualitas suatu hubungan, karena kita kehilangan kesempatan untuk saling memahami dan mendalami perasaan orang lain yang mungkin hanya bisa dirasakan secara langsung.

Di sisi lain, terkadang media sosial juga bisa memicu rasa iri hati dan perbandingan yang tidak sehat. Ada orang orang yang akan merasa minder setelah melihat postingan orang lain yang tampaknya hidupnya sempurna? Lihat teman sosial media yang berbagi tentang liburan ke luar negeri, makan di restoran mewah, keluarga yang bahagia di story dan akunnya. Padahal, kita semua harusnya tahu bahwa apa yang kita lihat di media sosial adalah sisi terbaik dari kehidupan seseorang hanya cuplikan cuplikan yang dipilih dengan hati-hati untuk dipamerkan ke publik.

Namun, sering kali kita jatuh dalam perangkap perbandingan ini dan mulai merasa hidup kita kurang menarik. Rasa iri ini bisa berimbas pada hubungan kita dengan orang lain, Kita jadi cenderung membandingkan pencapaian diri sendiri dengan orang lain, dan akhirnya merasa tidak cukup baik atau bahkan merasa cemas terhadap kehidupan kita yang biasa biasa saja.

Selain itu, komunikasi melalui media sosial juga rentan terhadap miskomunikasi. Seperti yang kita tahu, tidak ada nada suara atau ekspresi wajah dalam sebuah pesan teks. Apa yang kita tulis bisa saja diartikan berbeda oleh orang lain. Sebuah kalimat yang seharusnya bersifat santai atau bercanda bisa jadi ditafsirkan sebagai sindiran atau kritik. Ini sering kali menimbulkan ketegangan dan konflik, baik itu dalam hubungan pribadi, pekerjaan, atau dalam grup sosial. Ditambah lagi, di media sosial kita sering menemukan komentar negatif atau bahkan ujaran kebencian yang bisa memperburuk suasana, orang orang merasa bebas berekspresi di media sosial, baik menyukai satu hal ataupun membenci nya, Semua ini memperlihatkan bahwa meskipun media sosial dapat menjadi alat komunikasi yang efektif, dia juga bisa menjadi sumber masalah jika tidak digunakan dengan bijak.

Jadi, media sosial itu seperti pisau dua mata, bisa memudahkan kita, tapi juga bisa melukai, jika tidak hati-hati. Media sosial jelas membuat hidup kita lebih mudah dan menghubungkan kita dengan orang-orang yang kita cintai, apalagi di masa pandemi seperti beberapa tahun lalu. Banyak dari kita yang tetap bisa terhubung, meskipun fisik terpisah. Namun, kalau kita terlalu sering mengandalkan media sosial untuk berinteraksi, kita bisa kehilangan nilai dari komunikasi yang lebih mendalam dan personal yang hanya bisa didapatkan dengan bertatap muka. Penting bagi kita untuk tahu kapan kita harus beralih dari dunia maya dan fokus pada dunia nyata.

Media sosial itu adalah alat. Seperti alat lainnya, manfaatnya tergantung pada bagaimana kita menggunakannya. Jika digunakan dengan bijaksana, media sosial bisa menjadi jembatan yang mempererat hubungan antar manusia. Namun, jika kita tidak berhati-hati, media sosial bisa menjauhkan kita dari orang-orang yang ada di lingkungan sekitar kita. Kuncinya adalah keseimbangan, gunakan media sosial untuk memperkaya hubungan kita, tapi jangan sampai dia menggantikan hubungan nyata yang lebih mendalam.

Nah, penting bagi kita untuk seimbang antara dunia maya dan dunia nyata, dan memastikan bahwa meskipun kita aktif di media sosial, kita tetap menjaga kualitas hubungan langsung yang lebih bermakna.

  Btw, berikut akun salah satu media sosial saya

@_rsihab (instagram) , kita dapat berdiskusi atau berbagi sudut pandang tentang hal ini atau lainnya.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Tags: #Masalah Sosial
M.Rival Sihab

M.Rival Sihab

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Tsunami, Sebuah Memori

Tsunami, Sebuah Memori

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00