POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Mereka Meminta-Minta ke setiap Sudut Kota

RedaksiOleh Redaksi
November 25, 2024
Tags: #pengemisanak jalananPerempuan
Mereka Meminta-Minta ke setiap Sudut Kota
šŸ”Š

Dengarkan Artikel

Ā 

Oleh Wahyuni

Mahasiswa Ā Jurusan Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, UIN Ar-Raniry, Banda Aceh

Ā 

Sampai saat ini, Indonesia masih tergolong Negara yang sedang berkembangĀ  dan belum mampu menyelesaikan masalah – masalah terkaitĀ  sosial seperti halnya masalah kemiskinan. Masalah kemiskinan yang ada sampai saat ini, masih membelit jutaan masyarakat, sehingga memunculkan hadirnya banyakĀ  pengemis,anak jalanan, pemulungĀ  dan sejenisnya masih terus menjadi masalah besar. Mereka dalam tata kehidupan kita diaebut dengan kaum marginal yang perlu diberikan perhatian lebih besar oleh pemerintah. Sesuai dengan amanah Undang-Undang dasar ( UUD) Pasal 34 yang berbunyi, fakir miskin dan anak terlantar, dipelihara oleh negara.

Idealnya, keberadaan kaum fakir miskin dan anak terlantar ini menjadi kewajiban negara untuk melindungi mereka, juga sebagai perwujudan dari sila kelima dari Pancasila. Sayangnya, kaumĀ  fakir miskin dan anak terlantar yang marginal ini masih menjadi masalah yang hingga kini belum teratasi. Negara seakan melepaskan tanggungjawab terhadap kaum ini.

Banyaknya jumlah pengemis dan anak terlantar, disebabkan oleh banyak faktor,Ā  di antaranya adalah pertumbuhan penduduk yang tidak diimbangi dengan lapangan pekerjaan yang memadai dan kesempatan kerja yang tidak selalu sama. Di samping itu menyempitnya lahan pertanian di desa, karena banyak digunakan untuk pembangunan pemukiman dan perusahaan atau pabrik. Keadaan ini mendorong penduduk desa untuk berurbanisasi dengan maksud untuk merubah nasib, tapi sayangnya,mereka tidak membekali diri dengan pendidikan dan keterampilan yang memadai. Sehingga keadaan ini akan menambah tenaga yang tidak produktif.

Akibatnya, untuk memenuhi kebutuhan hidup,mereka bekerja apa saja asalkan mendapatkan uang atau teristilahkan menjadi pelaku pengemis. Demi untuk menekan biaya pengeluaran, mereka memanfaatkan kolong jembatan,,emperan toko, pemukiman kumuh dan lain sebagainya untuk beristirahat, mereka tinggal tanpa memperdulikan norma sosial.

šŸ“š Artikel Terkait

Sajak Rosli K. Matari

Kado Terindah Dari Seorang Bapak

Konsep Birul Walidain di Era Digital

Elegi Lembah Seulawah

Kondisi ini, juga kita temukan di tengah kota Banda Aceh, yang merupakan ibu kota provinsi Aceh ini. Berdasarkan amatan penulis di kota yang berstatus syariah Islam ini, semakin hari semakin banyak terlihat pengemis yang melakukan aktivitas di banyak tempat. Mereka tersebar di semuaĀ  area yang menjadi tempatĀ  berkumpulnya orang, seperti di kawasan pusat kuliner serta pasar dan pertokoan.

Ya, di kota ini, para pengemis melakukan aktivitasnya terlihat semakin merata ke seluruh tempat. Sebagian pengemis memilih lokasi-lokasi tertentu sebagai tempat untuk menjalankan aktivitas mengemis, sebagian melakukan kegiatan mengemis dengan berkeliling, baik dari rumah ke rumah, toko, lampu merah, maupun tempat-tempat keramaian.Ā 

Menurut pengakuan salah seorang pengemis di kota Banda Aceh tepatnya di lampu merah simpang masjid Oman, Lampriet, ia mengemis setiap hari di tempat lampu merah berbeda beda di setiap harinya beserta kawan-kawan penemis lainnya. PerempuanĀ  pengemis tersebut mengakui namanya Intan yangĀ  berusia 22 tahun dia tinggal di Krueng Raya. Setiap harinya dia mengemis di berbagai lampu merah yang berbeda-beda. Ia memulai kegiatan mengemis dari jam 4 sore hingga jam 9 malam dengan pendapatan yang tidak tetap. Ia mengakui bahwa sekarang Ā sudah cerai dengan suaminya dan mempunyai 2 anak yang sudah tidak dinafkahi ayahnya. AkibatnyaĀ  dia memutuskan menjadi pengemis untuk memenuhi kebutuhan sehari hari mereka.

Ia memiliki tanggung jawab yang berat. Katanya, anak yang pertama aekafang beranjak 3 tahun dan satunya lagi masih bayi yang berusia 9 bulan yang dia bawa setiap hari ketikaka mengemis.

Dia sudah tidak mempunyai keluarga yang lengkap lagi,Ā  melainkan hanya hidup dengan sepupu-sepupunya yang mempunyai keterbatasan ekonomi.Ā  Ia pun mengakui bahwa dia memilih nikah muda dikarenakan dia hidup sendiri tanpa orangtuanya lagi Ā dan setetelah ia menikah tidak mempunyai nasib yang baik pada rumah tangganya dan pada anak-anaknya.

Jadi, bila kita menganiaya penyebab permasalahan sosial Ā pengemis seperti apa yang terjadi pada Intan, ini merupakan akumulasi dan interaksi dari berbagai permasalahan seperti hal hal kemiskinan, pendidikan rendah, minimnya keterampilan kerja yang dimiliki, lingkungan, sosial budaya, kesehatan dan lain sebagaianya.

Masalah seperti ini merupakan salah satuĀ  masalah sosial strategis. Sangat disayangkan dengan usianya yang masih sangat muda dan fisik yang masih sangat kuat, memilih mata pencaharian sebagai pengemis. Hal ini banyak terjadi di kota Banda Aceh dan juga kota-kota lain di Indonesia.

Akhirnya, penulis bisa menyimpulkan dari hasil pengamatan dan bacaan dari tulisan-tulisan mengenai hal ini, bahwa pengemis di Banda Aceh dan sekitarnya memiliki berbagai latar belakang dan alasan yang berbeda-beda dengan faktor penyebab terjadinya pengemis ini bisa berasal dari dalam diri individu atau dikenal faktor internal yaitu berupa kemalasan, tidak mau berkerja teras, tidak cacat fisik dan cacat fisik. Juga dipengaruhi dari faktor eksternal berupa faktor psikologis, budaya sosial, ekonomi, agama, geografis, kelalaian negara dan lain-lain. Oleh sebab itu, Pemerintah daerah perlu memberikan perhatian khusus kepada para pengemis ini agar mereka dapat memperoleh bantuan dan dukungan yang dibutuhkan untuk memberdayakan mereka.

Ā 

Ā  Ā  Ā 

šŸ”„ 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
šŸ“
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Tags: #pengemisanak jalananPerempuan
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Memahami Interseksionalitas: Pendekatan Holistik dalam Isu Gender dan Inklusi Sosial

Memahami Interseksionalitas: Pendekatan Holistik dalam Isu Gender dan Inklusi Sosial

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

Ā© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Ā© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00