• Latest
LGBT dalam Pemikiran Filsafat Barat Kontemporer

LGBT dalam Pemikiran Filsafat Barat Kontemporer

November 25, 2024
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
ae400032-4021-4ade-8568-70d981b74d63

Ancu Dani, Juru Kunci TPS

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

LGBT dalam Pemikiran Filsafat Barat Kontemporer

Redaksi by Redaksi
November 25, 2024
in Artikel, POTRET Budaya
Reading Time: 2 mins read
0
LGBT dalam Pemikiran Filsafat Barat Kontemporer
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

 

Oleh: Ego Syahputra

Fenomena LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender) telah menjadi topik yang menarik dalam pemikiran filsafat, khususnya terkait etika, eksistensialisme, dan hak asasi manusia. Dari sudut pandang filsafat, diskusi tentang LGBT sering kali berakar pada konsep kebebasan, identitas, dan moralitas.Dalam filsafat eksistensialisme, seperti yang dikemukakan oleh Jean-Paul Sartre, manusia memiliki kebebasan untuk mendefinisikan dirinya sendiri tanpa harus terikat pada norma-norma sosial yang baku. Bagi Sartre, keberadaan mendahului esensi, yang berarti manusia bebas menentukan identitasnya, termasuk orientasi seksual dan ekspresi gender. Dalam konteks ini, LGBT dapat dilihat sebagai manifestasi dari kebebasan individu untuk memilih jalannya sendiri, meskipun sering kali menghadapi tantangan dari norma tradisional.Sementara itu, filsafat utilitarianisme, seperti yang diajukan oleh Jeremy Bentham dan John Stuart Mill, mempertimbangkan kebahagiaan sebagai prinsip utama etika. Dari sudut pandang ini, hubungan sesama jenis atau ekspresi gender non-biner tidak boleh dianggap bermoral atau tidak bermoral berdasarkan tradisi, melainkan pada apakah tindakan tersebut meningkatkan kebahagiaan individu dan masyarakat. Diskriminasi terhadap LGBT, dalam pandangan ini, justru mengurangi kebahagiaan kolektif dan harus dihindari.Di sisi lain, filsafat hak asasi manusia menegaskan bahwa setiap individu, terlepas dari orientasi seksual atau identitas gendernya, memiliki hak yang sama. Pemikir seperti Immanuel Kant menekankan pentingnya memperlakukan manusia sebagai tujuan, bukan sebagai alat. Ini berarti diskriminasi terhadap LGBT melanggar prinsip-prinsip dasar penghormatan terhadap martabat manusia.Namun, pemikiran filsafat tentang LGBT tidak terlepas dari tantangan. Beberapa tradisi filosofis yang konservatif, terutama yang terpengaruh oleh agama, cenderung menolak LGBT dengan alasan melanggar “hukum alam” atau tatanan moral. Pemikiran ini sering ditentang oleh filsafat progresif yang menekankan pluralisme dan relativisme budaya.Secara keseluruhan, pemikiran filsafat tentang LGBT terus berkembang seiring perubahan pandangan masyarakat. Filsafat membuka ruang dialog untuk memahami hak, kebebasan, dan martabat manusia, sehingga dapat mengurangi stigma dan diskriminasi terhadap komunitas LGBT.

Baca Juga

20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026

Referensi:
Jean-Paul Sartre

Sartre, Jean-Paul. Being and Nothingness (1943). Buku ini membahas eksistensialisme dan konsep kebebasan manusia untuk menentukan identitasnya. Relevan dalam memahami kebebasan individu, termasuk identitas gender dan orientasi seksual.
Judith Butler

Butler, Judith. Gender Trouble: Feminism and the Subversion of Identity (1990). Buku ini menjelaskan teori performativitas gender, yang berpengaruh besar dalam kajian queer dan filsafat gender.
Immanuel Kant.

Kant, Immanuel. Groundwork for the Metaphysics of Morals (1785). Karya ini menjelaskan konsep martabat manusia dan pentingnya memperlakukan individu sebagai tujuan, yang relevan untuk pembahasan hak LGBT.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 339x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 301x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 249x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 239x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 192x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Tags: #analisis#Filsafat#Gender
SummarizeShare234Tweet147
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

Artikel

Borderless World: Ketika Sejarah Berulang dalam Perfektif Budaya

Maret 4, 2026
Kampus

Dialetika Kampus

Februari 27, 2026
Kuliah Tanpa Beban: Kritik Terhadap Klaim Kuliah yang Terlalu Mudah
#Pendidikan

Menggugat Kualitas Pendidikan Tinggi Indonesia: Antara Kuantitas dan Kualitas

Agustus 4, 2025
Sekolah Rakyat
#Krisis Ekonomi

Dari Meja Dapur ke Meja Pemerintah: Memahami Krisis Ekonomi di Aceh

Mei 6, 2025
Next Post
Saya Ingin Bekerja

Saya Ingin Bekerja

HABA Mangat

Responden Terpilih

Maret 14, 2025

Jajak Pendapat #KaburAjaDulu

Februari 22, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    886 shares
    Share 354 Tweet 222
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    873 shares
    Share 349 Tweet 218
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    671 shares
    Share 268 Tweet 168
POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com