• Latest
Pengemis Belia di Belantara Kota

Pengemis Belia di Belantara Kota

November 23, 2024
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Pengemis Belia di Belantara Kota

Redaksiby Redaksi
Maret 29, 2025
Reading Time: 3 mins read
Tags: #pengemis#sedekahanak jalanan
Pengemis Belia di Belantara Kota
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Rismanda Diatri

Mahasiswa Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), UIN Ar- Raniry, Banda Aceh

Pengemis. Kita sudah tahu dan faham kalau orang disebut pengemis. Yang paling lazim kita fahami, pengemis adalah orang yang suka dan melakukan pekerjaan meminta-minta atau mengemis.  Ada yang orang yang memiliki sifat mengemis, ada pula yang menjadikan mengemis sebagai sebuah pekerjaan atau profesi.

Baca Juga

db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026

Untuk kategori pengemis yang menjadi pekerjaan atau profesi, mengemis merupakan  usaha atau kegiatan seseorang mendapatkan penghasilan dari hasil meminta-minta di  muka umum atau di publik.  Modusnya juga berbeda-beda. Artinya ada berbagai cara dan alasan untuk  mengemis. Ada yang menampilkan wajah sedih atau sendu, ada pula yang berpura-pura cacat dan atau memang karenan cacat, dan lain-lain.

Yang paling lazim adalah karena mengalami kekurangan atau karena cacat. Misalnya ada yang tuna netra, pincang, tua, dan sebagainya. Pokoknya tampilan mereka bisa mendapatkan simpati dari orang lain. Selain itu, pengemis kebanyakan dari orang yang hidup menggelandang. Faktor-faktor yang menyebabkan seorang menjadi gelandangan dan pengemis yaitu ada dua faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internalnya yaitu karena kemiskinan, cacat fisik, rendahnya pendidikan dan sikap mental.

Dalam kasus ini, penulis sempat mewawancarai salah satu pengemis di jalan Darussalam , tepatnya di depan lapangan Tugu Darussalam.  Saat itu, hari Sabtu, 21 September 2024 pada pukul 17:24. Penulis mengamati seorang anak yang sedang bersama adiknya membawa sebuah goni. Ia melakukan kegiatan mengemis di kawasan Tugu, Darussalam. Padahal ia tinggal di Alue Naga, daerah dekat pantai, lalu bergerilya di belantara kota.

Ia  biasanya turun ke jalan antara 5 hingga 11 jam , mulai dari siang hingga malam. Penampilan mereka tampak apa adanya. Mereka mengenakan pakaian seadanya yang tampak sangat lusuh. Ketika ditanya mengapa ia melakukan kegiatan mengemis, ia  mengaku bahwa ibunya sedang sakit di rumah, sehingga dia turun ke jalan untuk membantu ayahnya dalam mencari nafkah.

Dia pun membawa adiknya yang berusia 3 tahun jalan kaki dari rumah ke jalanan untuk mencari nafkah dalam rangka membantu orang tuanya dari uang yang diperoleh  sehari-hari. Sungguh ini adalah kenyataan hidup yang pedih dan membuat masa depan anak yang suram. Harusnya pada usia mereka yang masih wajib belajar, dan dalam  tanggung jawab serta perlindungan orangtua, mereka bisa tumbuh dan berkembang secara wajar. Namun, kondisi keluarga memaksanya harus turun ke jalan meminta-minta.

Nah, dalam proses observasi yang penulis lakukan tersebut, penulis menemukan bahwa fenomena pengemis ini sangat banyak atau sarat dengan  masalah. Salah satunya yaitu kesejahteraan sosial dan keterbatasan keluarga yang belum teratasi secara keseluruhan. Namun,  ketika mereka penulis wawancarai, dalam keterbasan mereka, masih bisa tersenyum dan memberikan kata-kata positif.

Melihat realitas itu,  penulis tersadar dan bersyukur. Bersyukur karena kita bukan pengemis. Maka, sekali lagi, sewajarnya peduli terhadap pengemis. Bukan hanya itu, tetapi mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap sesama manusia.

Kita seharusnya bisa lebih melihat yang sedang di bawah kita perekonomiannya yang sangat terbatas. Sewajarnya pula kita  peduli agar bisa merubah hidup sesama agar lebih sejahtera,  sehingga dapat mengurangi pengemis di kota Banda Aceh dan di kota-kota besar lainnya. Kalau kita mau, pasti bisa

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 347x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 309x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 261x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 252x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 198x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
Om Bus-Syaikh Fadil: Pahlawan atau Pengumbar Janji?

Petunjuk Ulama di Pilkada Aceh 2024: Ijtihad ataukah Ilham?

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com