POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Pengemis Belia di Belantara Kota

RedaksiOleh Redaksi
November 23, 2024
Tags: #pengemis#sedekahanak jalanan
Pengemis Belia di Belantara Kota
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Rismanda Diatri

Mahasiswa Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), UIN Ar- Raniry, Banda Aceh

Pengemis. Kita sudah tahu dan faham kalau orang disebut pengemis. Yang paling lazim kita fahami, pengemis adalah orang yang suka dan melakukan pekerjaan meminta-minta atau mengemis.  Ada yang orang yang memiliki sifat mengemis, ada pula yang menjadikan mengemis sebagai sebuah pekerjaan atau profesi.

Untuk kategori pengemis yang menjadi pekerjaan atau profesi, mengemis merupakan  usaha atau kegiatan seseorang mendapatkan penghasilan dari hasil meminta-minta di  muka umum atau di publik.  Modusnya juga berbeda-beda. Artinya ada berbagai cara dan alasan untuk  mengemis. Ada yang menampilkan wajah sedih atau sendu, ada pula yang berpura-pura cacat dan atau memang karenan cacat, dan lain-lain.

Yang paling lazim adalah karena mengalami kekurangan atau karena cacat. Misalnya ada yang tuna netra, pincang, tua, dan sebagainya. Pokoknya tampilan mereka bisa mendapatkan simpati dari orang lain. Selain itu, pengemis kebanyakan dari orang yang hidup menggelandang. Faktor-faktor yang menyebabkan seorang menjadi gelandangan dan pengemis yaitu ada dua faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internalnya yaitu karena kemiskinan, cacat fisik, rendahnya pendidikan dan sikap mental.

📚 Artikel Terkait

🚩🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

HILANG DI TENGAH HUJAN

Nasehat Kepemimpinan dari Sang Perdana Menteri

Meraih Mahkota Surga

Dalam kasus ini, penulis sempat mewawancarai salah satu pengemis di jalan Darussalam , tepatnya di depan lapangan Tugu Darussalam.  Saat itu, hari Sabtu, 21 September 2024 pada pukul 17:24. Penulis mengamati seorang anak yang sedang bersama adiknya membawa sebuah goni. Ia melakukan kegiatan mengemis di kawasan Tugu, Darussalam. Padahal ia tinggal di Alue Naga, daerah dekat pantai, lalu bergerilya di belantara kota.

Ia  biasanya turun ke jalan antara 5 hingga 11 jam , mulai dari siang hingga malam. Penampilan mereka tampak apa adanya. Mereka mengenakan pakaian seadanya yang tampak sangat lusuh. Ketika ditanya mengapa ia melakukan kegiatan mengemis, ia  mengaku bahwa ibunya sedang sakit di rumah, sehingga dia turun ke jalan untuk membantu ayahnya dalam mencari nafkah.

Dia pun membawa adiknya yang berusia 3 tahun jalan kaki dari rumah ke jalanan untuk mencari nafkah dalam rangka membantu orang tuanya dari uang yang diperoleh  sehari-hari. Sungguh ini adalah kenyataan hidup yang pedih dan membuat masa depan anak yang suram. Harusnya pada usia mereka yang masih wajib belajar, dan dalam  tanggung jawab serta perlindungan orangtua, mereka bisa tumbuh dan berkembang secara wajar. Namun, kondisi keluarga memaksanya harus turun ke jalan meminta-minta.

Nah, dalam proses observasi yang penulis lakukan tersebut, penulis menemukan bahwa fenomena pengemis ini sangat banyak atau sarat dengan  masalah. Salah satunya yaitu kesejahteraan sosial dan keterbatasan keluarga yang belum teratasi secara keseluruhan. Namun,  ketika mereka penulis wawancarai, dalam keterbasan mereka, masih bisa tersenyum dan memberikan kata-kata positif.

Melihat realitas itu,  penulis tersadar dan bersyukur. Bersyukur karena kita bukan pengemis. Maka, sekali lagi, sewajarnya peduli terhadap pengemis. Bukan hanya itu, tetapi mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap sesama manusia.

Kita seharusnya bisa lebih melihat yang sedang di bawah kita perekonomiannya yang sangat terbatas. Sewajarnya pula kita  peduli agar bisa merubah hidup sesama agar lebih sejahtera,  sehingga dapat mengurangi pengemis di kota Banda Aceh dan di kota-kota besar lainnya. Kalau kita mau, pasti bisa

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Tags: #pengemis#sedekahanak jalanan
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Om Bus-Syaikh Fadil: Pahlawan atau Pengumbar Janji?

Petunjuk Ulama di Pilkada Aceh 2024: Ijtihad ataukah Ilham?

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00