• Latest
TERPAKSA MENGEMIS UNTUK MEMBANTU EKONOMI KELUARGA

TERPAKSA MENGEMIS UNTUK MEMBANTU EKONOMI KELUARGA

November 15, 2024
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

TERPAKSA MENGEMIS UNTUK MEMBANTU EKONOMI KELUARGA

nazhifa Alifia Fauziby nazhifa Alifia Fauzi
November 27, 2024
Reading Time: 3 mins read
Tags: #analisis#pengemis
TERPAKSA MENGEMIS UNTUK MEMBANTU EKONOMI KELUARGA
588
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Nazhifa Alifia Fauzi

Mahasiswi Jurusan Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Ar-Raniry, Banda Aceh 

Secara umum pengemis tersebut terbagi menjadi dua tipe yaitu pengemis miskin materi dan pengemis miskin mental. Pengemis miskin materi adalah mereka yang tidak mempunyai uang atau harta, sehingga memutuskan untuk melakukan kegiatan mengemis. Berbeda jauh dengan Pengemis miskin mental, dalam hal ini Pengemis miskin mental masih mungkin memiliki harta benda namun mental yang dimiliki membuat atau mendorong mereka mengemis.Maksud dari mental disini adalah mental malas untuk melakukan sesuatu.

Malas adalah sebuah sikap dan sifat apabila lama dipendam dan diikuti akan mempengaruhi mental, karena terbiasa malas atau mendapat kemudahan secara instan membuat seseorang bermental seperti ini.

Baca Juga

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026

Kemiskinan merupakan faktor dominan yang menyebabkan banyaknya pengemis. Dalam Perspektif mikro, kompleksitas kemiskinan terkait dengan keadaan individu yang relatif memiliki keterbatasan untuk keluar dari jerat kemiskinan. Di antaranya, seperti lamban dalam bekerja, tidak memiliki keahlian, keterbatasan finansial dan lain sebagainya. Sedangkan dalam tatanan makro, kemiskinan dipengaruhi oleh struktur sosial yang ada, itu ditandai dengan adanya keterbatasan peluang dan kesempatan untuk bekerja.

Pengemis sering kali muncul dalam konteks perkotaan, terutama di kota-kota besar, di mana mereka berusaha mencari nafkah di tengah persaingan yang ketat. Kebanyakan dari mereka adalah migran dari daerah pedesaan yang mencari peluang lebih baik tetapi terjebak dalam kemiskinan.

Stigma negatif sering melekat pada pengemis, dianggap sebagai gangguan bagi kesepakatan umum dan kepermaian kota. Hal ini menyebabkan mereka lebih rentan terhadap perlakuan diskriminatif dari masyarakat dan aparat.

Kehadiran pengemis menjadi masalah sosial yang kompleks. Masyarakat sering melihat mereka sebagai penyebab gangguan ketertiban dan kebersihan lingkungan. Namun, penting untuk memahami bahwa banyak pengemis berada dalam situasi yang sangat rentan dan tidak memiliki akses ke layanan dasar seperti kesehatan dan pendidikan. Undang-undang di Indonesia juga mengakui bahwa keberadaan pengemis sebagai isu kesejahteraan sosial yang perlu ditangani secara komprehensif.

Penulis berkesempatan untuk melakukan observasi dan wawancara dengan salah satu pengemis yang berada Sp. Masjid Oman di Kota Banda Aceh, seorang wanita yang bernama Dinda yang berusia 27 tahun, ia hanya memakai baju gamis, hijab segi empat dan sendal jepit yang mana sudah sangat lusuh jika dilihat, dengan sebuah kotak kardus ditangannya untuk tempat penyimpanan uang. Wanita ini berasal dari Medan dan kini menetap di sebuah kos yang berada di Kampung Keudah, Banda Aceh. Ia menyatakan bahwa mengemis karena tidak ingin memberatkan sang suami, yang di mana profesi suaminya sebagai seorang pengamen yang pendapatannya tidak stabil dan konsisten.

Mereka sering terjadi percekcokan mengenai ekonomi rumah tangga. sang suami sering mengungkit dan mempermasalahkan tentang ekonomi, wanita tersebut mencari nafkah menggunakan becak dari kampung Keudah sampai ke beberapa tempat yang mereka inginkan, dimulai dari jam 4 sore sampai setelah insya.

Seorang wanita yang pengemis, seperti Dinda yang ditemui di kota Banda Aceh, ia mengemis bukan hanya karena kekurangan harta, tetapi juga karena ingin meringankan beban ekonomi keluarga, mengingat pendapatan suaminya yang tidak stabil.

Meskipun ia bekerja keras dengan menggunakan becak untuk mencari nafkah, kondisi ekonominya yang terbatas dan ketegangan dalam rumah tangga memaksanya untuk memilih jalan mengemis. Hal ini menunjukkan bahwa faktor sosial dan ekonomi yang kompleks dapat mendorong seseorang, bahkan dengan kemampuan fisik, untuk terjerumus dalam kehidupan mengemis.

 

 

 

 

ADVERTISEMENT

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 366x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 329x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 276x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 273x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
Dua Perempuan Paruh Baya, Bersalawat Mengais Rezeki

Dua Perempuan Paruh Baya, Bersalawat Mengais Rezeki

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com