Dengarkan Artikel
“Aku melalui fasa zaman banyak penyakit
dan banyak pesakit”
Di persimpangan waktu, langkahku terhenti,
Dalam kaca dunia, nampak wajah sepi.
Penyakit meraja, jiwa yang tertekan,
Seakan jiwa gersang yang mati terkulai.
Pesakit jiwa berjalan di kaki lima,
Fikiran berbalah, jiwa terkurung dalam dilemma,
Koruptor bersembunyi di balik senyuman,
Ketulusan hanya bayangan di hadapan nafsu
kemanusiaan.
Caci maki menjadi irama kehidupan,
Debat bersengketa tanpa kesudahan.
Di antara mereka, aristokrat dan agamawan,
Mengemukakan hujah tanpa pemahaman.
Namun, di dalam kebisingan, aku bertanya,
Adakah semua ini hanya ilusi semata?
Sajak ini , sebuah kritikan,
bukan hanya tulisanku,
Menyoal hati nurani,
mencari maksud yang hakiki.
Alkhair Aljohore@
4.11.24
Metafora Keterasingan
Di lautan kata, aku terdampar,
Penyakit jiwa, badai yang menggulung perasaan.
Koruptor seperti ikan berkaki dua,
Menjarah khazanah, menata laba dengan nafsunya.
Debat berapi, bagaikan ombak yang menggulung,
Menghempas ke pantai, tak pernah merunduk.
Di antara lafaz, aristokrat bersembunyi,
Menangkap momen, menakluk jiwa yang kehilangan
diri.
Caci maki, peluru tanpa ampun,
Menghancurkan persaudaraan, memadamkan kedamaian
Agamawan berpara di atas jeriji
Berharap pada langit, namun bisu tanpa suara.
Aku, si penulis jalang, terus menari,
Menggunakan metafora untuk menyentuh hati,
Di setiap bait, kuharapkan keajaiban,
Memecahkan kebisuan, menjernihkan ilusi ini.
Jangan biarkan agamawan dan aristorat menjadi Tuhan
Alkhair Aljohore@
4.11.2
📚 Artikel Terkait
Kutulis, lukis, nyanyi, sajak dan puisi
demi cintaku pada semesta alam”
Di bawah langit bintang, aku kutulis puisi,
Tentang kasih yang bersemi, megah bagai mentari,
Langit menjadi kanvas, hatiku melukis berani,
Tiada ragu, lihatlah, semesta berseri,
Cintaku padamu kasih,
bagaikan jiwa yang bersatu.
Kau lihat, angin berbisik lembut,
Menggoda dedaunan menari riang,
Bulan tersenyum, cahaya temaram*
,
Mendengar lagu burung bercinta,
Di hening malam, alam merindu,
Rembulan menggelitik jiwa,
Mewarnai malam, mimpi jadi nyata,
Bagai hatiku yang kau sentuh,
Kau, bintang yang membimbing jalan,
Semesta ini, saksi bisu kita,
Merajut cinta dalam nada, tak terpisah.
Alkhair Aljohore@
5.11.24
Tentang Pemuisi
ALKHAIR ALJOHORE, Graduan perakaunan dari Universiti Teknologi MARA (Uitm),
Shah Alam ,Selangor. Pernah berkhidmat dengan UDA, MARA dan BANK ISLAM
MALAYSIA BERHAD, dalam bidang pengurusan dan perbankan.
Aktivis seni sastera, telah mengikuti banyak buku Antologi sajak, lebih kurang 21 buah buku. dan telah terbitkan sepuloh
(11) buku solo – ber serta ISBN, dari tahun 2021-24;
1.Demi Cinta-ISBN 978-967 28234-6-cetakan pertama
Ogos 21
2.Dialektika umat Melayu-ISBN 978 967 2823-55-1-
cetakan pertama Nov.21
3.Metamorfosis seorang insan-ISBN 978 967 25800-6-5-
cetakan pertama Ogos 23
4.Terbang alah burung Terbang-ISBN 978 967 25800-9-6-
cetakan pertama Dis.23
5.Demi Cintaku-ISBN 978 629 98709-5-1-cetakan pertama
Jan.24
6.Al Quran seumpama petak-petak yang hidup-ISBN 978
6297670-05-6-cetakan pertama Mei.24
7.Senandung Sufi-ISBN 978-629-7670-09-6-cetakan
pertama Jun.24
8.Rejuvenasi Minda Melayu-ISBN 978-629-7670-11-9-
cetakan pertama Julai 24
9.Lukisan hati-ISBN-978-629-7670-12-6-
cetakan pertama Ogos 24
10.Maestro sang Pencinta -ISBN 978-629-7670-14-0
11.Suara dari Langit -ISBN 978629 767-19-5
5
Pernah ikut Antologi puisi Asean ;
DOA UNTUK BANGSA,@ Nov.21:
penghantar Prof.Dr.Bahrullah Akbar,MBA
-penggagas : Asrizal Nur (PERRUAS)
Sajak-sajak ke Majalah Elipsis –Sumatera Barat
Riausastra, Potretonline Kota Acheh,
LintasGayo,Kuta Acheh ,Alamtara.com Kota Mataram,
Kansnews-media Jogja
Allpoetry,Las Vegas USA, dan ourpoetryarchive,
Arts Council ,Garfield,Weston,England.
AhliSeumurhidup (ASH) KaryawanPerak , no.345
Ahli PENA (Persatuan Penulis Nasional) , #AB2024010
Karyawan PEMUISI Nasional Malaysia
___________________________________
Nama penuh : Mohamad Khair bin Maskan
Email : khairmaskan12@gmail.com
Hp.No : 019 3445744
6
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini





