• Latest
INNALILLAH MENJADI ALHAMDULILAH - b3706564 76f2 4cfe 8382 ae60578c228e | akhlak | Potret Online

INNALILLAH MENJADI ALHAMDULILAH

November 12, 2024
27f168e7-1260-4771-8478-62c43392780e

Pulo Aceh, William Toren dan Pendidikan Kami

April 23, 2026
IMG_0904

Cahaya di Balik Luka

April 23, 2026
35b66c8c-a220-4f11-8e9a-6fccf401ca7b

Arsitektur Linguistik: Menelusuri Ontologi Kata dan Logika Taqsim dalam Ilmu Nahwu.

April 23, 2026
INNALILLAH MENJADI ALHAMDULILAH - 38a1ed71 84b6 44ab 9f7a a62e2a66e5e2 | akhlak | Potret Online

Perserikatan Bangsa-Bangsa Tanpa Kompas Arah di Tengah Gejolak Dunia Global

April 22, 2026
d1791700-9d77-4212-83e6-eb00db9a7ade

Dari Lumbung ke Etalase: Pergeseran Nalar Hidup Masyarakat Desa

April 22, 2026
2ba083ca-6b42-4301-9181-39025ceadd55

Hikayat Negeri Para Kuli dan Berhala Hijau

April 22, 2026
9155c5eb-ca3b-4638-879b-31953e632691

Antara Retorika dan Realitas: Pendidikan Kepemimpinan Perempuan Indonesia

April 22, 2026
Ilustrasi seorang berdiri di persimpangan jalan dengan simbol otak bercahaya di tengah, menggambarkan akal waras di era digital antara kebaikan dan pengaruh media sosial.

Akal Waras di Era Digital

April 22, 2026
Kamis, April 23, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

INNALILLAH MENJADI ALHAMDULILAH

Khairuddin Budiman by Khairuddin Budiman
November 12, 2024
in akhlak, Cerita, Edukasi, Literasi, Pendidikan
Reading Time: 2 mins read
0
INNALILLAH MENJADI ALHAMDULILAH - b3706564 76f2 4cfe 8382 ae60578c228e | akhlak | Potret Online
585
SHARES
3.2k
VIEWS

Oleh Khairuddin Budiman

Berkisahlah Ahmad yang sudah berumur menyukai Rabumah yang masih sangat muda. Selisih usia mereka lebih dari 20 tahun. Ahmad yang jomblo tua bukanlah pria yang ganteng, tidak juga punya kehidupan yang mapan di usianya. Dia hanya punya kebun dan hidup dari hasil kebun.

Ahmad yang hidup sendiri itu cukup terkenal sebagai pria yang jujur dan baik hati di kampungnya. Rajin membantu tetangga, pengurus masjid karena rajin membantu juga urusan masjid. Meski tidak ganteng kehidupan sosialnya cukup membuatnya terpandang di kalangan masyarakat.

Baca Juga
  • Dr.Juanda Guru MA Darul Ulum Serahkan Buku Perdana Ke Kakankemenag Banda Aceh
  • KAMPUNG YANG BERSIH DAN INDAH

Rabumah yang sangat cantik, bukan hanya jadi incaran setiap pria. Ahmad pun jatuh hati mendalam dan ingin menikahi Rabumah. Dia berkonsultasi dengan Ustadz Udin sesama pengurus Masjid. “Apa mungkin saya yang relatif berumur ini, wajah tidak tampan, kaya pun tidak, jabatan tidak ada, bisa memiliki Rabumah?!. Tapi saya menyukainya dengan tulus”

“Jika Allah menghendaki, apa yang tidak mungkin. Do’akan dalam tahajudmu. Manjalah dengan Tuhan. Tetaplah menjadi baik. Sering-sering berada sekeliling rumah Rabumah agar dia terpikat. Jika diminta tolong, kau harus quick response” Nasehat Ustadz Udin, meski hati kecilnya mungkin merasa mustahil.

Baca Juga
  • MAJALAH POTRET: 22 Tahun Menjadi Jembatan dalam Memperkaya Literasi Anak Bangsa
  • Tgk. Joel Buloh Guru MTsN 6 Aceh Utara Penulis 10 Buku Bergabung Ke PGRI

Setahun Ahmad menjalani ritual tersebut. Lalu atas saran Ustadz kini dia memantapkan hatinya untuk melamar Rabumah. Segala risiko penolakan, baik yang halus maupun yang ekstrim, Ahmad sudah siap.

Di ruang tamu, Zakiah, ibunya Rabumah menyambutnya. Ahmad mengutarakan maksud hatinya. Namun di luar dugaan, jawaban Zakiah yang janda membuatnya terhenyak. “Ahmad, satu tahun ini aku bersimpuh tahajud, memintamu pada Allah, kelak kau menjadi suamiku menggantikan Ayah Rabumah. Aku tadi mengira doaku sudah dikabulkan. Kau datang melamarku”

Baca Juga
  • Sejenak Diskusi Literasi Bersama Duta Baca Indonesia di MIN 11 Banda Aceh
  • Dinamika dan Sejarah Acuan Penetapan Tahun Baru Islam

Ahmad yang tidak menyangka, tetap berlaku sopan. Dia pamit sambil meminta waktu untuk berpikir kembali tawaran Zakiah. Dia menjumpai Ustadz Udin. Sambil tertawa terkekeh, Ustadz menyarankan Ahmad shalat istikharah selama dua minggu.

Dua minggu kemudian, dia kembali dan memantapkan hatinya pada Zakiah. Dia melihat dirinya secara objektif. Tak pantas menjadi kekasih atau suami Rabumah. Allah mungkin memberi jalan baginya menjadi suami Zakiah dan tetap bisa memberi kasih sayang bagi Rabumah sebagai ayah sambung. Ahmad dan Zakiah pun bertunangan.

Sayangnya satu minggu jelang nikah dan pesta, Zakiah kecelakaan motor, ditabrak mobil dan meninggal dunia. Ahmad tidak dapat menutupi kesedihannya. Namun hidup harus berjalan. Pada rapat keluarga setelah wafatnya Zakiah, Ahmad memberanikan diri mengatakan bahwa segala sesuatu sudah dipesan, tamu sudah akan datang, sound dan catering sudah dibayar semua. Apakah mungkin dia bisa menikahi Rabumah, sehingga acara tidak perlu dibatalkan. Tak disangka atas dasar cinta pada ibunya, Rabumah menerima pinangan Ahmad.

Bagi Ahmad Innalillah berganti menjadi Alhamdulillah. Bukankah Allah mengaturnya dengan rapi tak terduga.

Hidup itu harus optimis. Allah bisa saja memberi jalan lain bagi hambanya yang berprasangka baik. Perasaan optimis itu membuka peluang bahagia.

Lihatlah orang-orang yang hari ini membangun narasi negara tidak baik-baik saja. Segala yang dilakukan oleh Pemerintah salah semuanya. Keburukan lebih nyata bagi mereka daripada kebaikan. Bangun tidur langsung dengan kebencian pada orang lain sarapannya.

Belajarlah dari Ahmad memandang sesuatu dari hinanya diri agar bisa menerima segala keadaan. Allah berikan jalan terbaik bagi hamba yang optimis. Memandang segala sesuatu dengan kebaikan. Maka semesta menghadirkan kebaikan buatmu, curahan bahagia memelukmu.

Buat apa berburuk sangka sementara kebenaran perilaku manusia hanyalah sebatas persepsi. Kenapa tidak memandang dengan persepsi yang optimis bahwa kita dan dunia ini bisa baik-baik saja. Ada peluang memperbaiki, ada kekuatan untuk melakukan kebaikan daripada menggerutu saat mengalami keburukan.

Wallahu’alam
Matangkuli, 121124

Pak Khai

Tags: #cerita inspiratif
Share234SendTweet146Share
Khairuddin Budiman

Khairuddin Budiman

Next Post

Puisi Alami

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com