Dengarkan Artikel
Oleh Mutia Febrina
Mahasiswa jurusan Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, UIN Ar Raniry, Banda Aceh
Di tengah keramaian Simpang Lima, Banda Aceh, tampak seorang remaja perempuan bersama adik laki-lakinya terlihat sedang mengemis. Kegiatan yang ia lakukan setiap hari di lokasi itu. Namun, tak banyak orang yang tahu bahwa di balik sosoknya yang gigih, tersimpan cerita kehidupan yang begitu sulit. Setahun yang lalu, ia mengalami perpisahan orang tua.
Kehidupan mereka berubah drastis. Kini, ia tinggal bersama ayah dan adiknya di Kampung Jawa. Ayahnya, seorang nelayan dengan penghasilan yang pas-pasan, tak mampu mencukupi kebutuhan mereka. Sejak itu, ia dan adiknya terpaksa mengemis untuk bisa bertahan hidup.
Kondisi keluarga yang tak lagi utuh menjadi faktor internal, pemicu utama dan mengantarkannya melakukan kegiatan sebagai pengemis. Ia merasakan dampak dari perpisahan orang tua. Tanpa disadari bahwa kasus itu sering kali meninggalkan dampak besar, terutama bagi anak-anak. Mereka harus beradaptasi dengan lingkungan baru dan kondisi ekonomi yang berubah.
📚 Artikel Terkait
Dari sisi eksternal, kemiskinan dan kurangnya akses terhadap pendidikan menjadi faktor lainnya. Setelah orang tuanya bercerai, ia dan adiknya harus pindah ke beberapa tempat, hingga akhirnya menetap di Banda Aceh. Di daerah seperti ini, program bantuan sosial atau pendidikan untuk anak-anak jalanan masih minim. Situasi ini memaksa anak-anak seperti mereka untuk turun ke jalan dan mengemis, karena sulit menemukan jalan lain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Tidak seharusnya masalah ini dibiarkan begitu saja. Anak-anak adalah generasi penerus, dan mereka berhak mendapatkan kehidupan yang layak. Pemerintah dan masyarakat perlu melihat situasi ini sebagai isu penting yang membutuhkan perhatian serius. Anak-anak yang tumbuh di jalanan tanpa pendidikan dan kesempatan yang memadai rentan terhadap berbagai masalah, seperti eksploitasi dan tindak kejahatan. Jika dibiarkan, mereka bisa terjebak dalam siklus kemiskinan yang sulit untuk diatasi.
Pemerintah perlu mengambil langkah nyata untuk membantu anak-anak jalanan, khususnya dalam hal pendidikan. Misalnya, dengan menyediakan program pendidikan gratis atau beasiswa khusus yang mudah diakses bagi anak-anak seperti remaja ini. Selain itu, pelatihan keterampilan juga bisa menjadi solusi agar mereka punya peluang untuk bekerja atau membuka usaha kecil di masa depan. Bantuan modal usaha bagi keluarga yang membutuhkan juga bisa membantu mereka untuk tidak lagi bergantung pada aktivitas seperti mengemis.
Selain pemerintah, masyarakat sekitar juga memiliki peran penting. Dengan memberikan bantuan bukan hanya berupa uang, tetapi juga berupa makanan atau perlengkapan sekolah, kita bisa membantu meringankan beban hidup mereka dan mendukung pendidikan mereka.
Di tengah semua kesulitan ini, remaja perempuan ini masih memiliki harapan besar. Ia bercita-cita untuk melanjutkan sekolah dan memperbaiki kehidupannya agar bisa memberi masa depan yang lebih baik bagi dirinya dan adiknya. Tekadnya adalah gambaran nyata ketangguhan dan semangat hidup yang luar biasa.
Kisah ini mengingatkan kita akan pentingnya kepedulian terhadap sesama, terutama anak-anak yang berada di jalanan. Dengan dukungan bersama, bukan tidak mungkin mereka bisa menggapai mimpi dan keluar dari jerat kemiskinan. Harapan akan masa depan yang lebih baik bisa terwujud jika kita semua berperan aktif membantu dan menginspirasi mereka.
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini






