• Latest
Duka Lara Itu Akan Amerta Dalam Atmajaku - 8d0cc1da fcd1 490b a74a 38691a589acc | POTRET Budaya | Potret Online

Duka Lara Itu Akan Amerta Dalam Atmajaku

Oktober 31, 2024
Takwa

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
di ujung Magrib

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
Duka Lara Itu Akan Amerta Dalam Atmajaku - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | POTRET Budaya | Potret Online

Dari Geopolitik ke Dapur Rakyat: Krisis Global dan Rapuhnya Ekonomi Indonesia

Maret 31, 2026
ba05a86a-c490-46bf-9ae8-c75ef1da62eb

Nasrallah dan Jugendliteratur

Maret 31, 2026
cd371ba6-715d-447b-b94a-30123cf2d952

Pendidikan Hadapi Ancaman Nyata

Maret 31, 2026
Ilustrasi Ngopi Bersama Ali Shariati dan Nietsche

Aceh Meniru Jakarta

Maret 31, 2026
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Esai
  • PODCAST
Rabu, April 1, 2026
  • Login
  • Register
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
Duka Lara Itu Akan Amerta Dalam Atmajaku - 8d0cc1da fcd1 490b a74a 38691a589acc | POTRET Budaya | Potret Online

Duka Lara Itu Akan Amerta Dalam Atmajaku

Redaksi by Redaksi
Oktober 31, 2024
in POTRET Budaya, Sastra
Reading Time: 5 mins read
0
591
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

 

 

Oleh Erika Syifaq

Taruni Kelas XI Perhotelan SMKN 1 Jeunieb, Bireun, Aceh 

Broken home adalah kehidupan yang paling tidak mengenakkan, tapi bagaimana jika seorang gadis kecil yang bejuang demi kehidupan berikutnya? Sunguh tidak mudah hidup serba kekurangan, dibenci dan dicaci maki oleh tetangganya karena hal yang sangat tidak logis.

Ya, dia gadis kecil yang ceria dan manis. Dia adalah Aletta Luthfia, sering dipanggil dengan sebutan Letta.

Letta adalah gadis kecil broken home yang tinggal bersama ibunya. Dia tidak hanya sendiri, tetapi dia memiliki dua abang laki-laki, dan satu adik laki-laki. Dia anak perempuan satu-satunya, tetapi kehidupannya sangat jauh berbeda dengan anak perempuan satu-satunya yang lain.

Di masa kecilnya, Letta harus berjuang bersama ibunda tercintanya. Dia salah satu gadis kecil yang terpilih untuk menjadi gadis yang kuat, mandiri, dan bekerja keras.

Di masa SD, Letta harus berjualan demi mendapatkan uang jajan. Kadang-kadang juga dia tidak mendapatkan uang jajan semisal jualannya tidak terjual. Bukan ibunya tidak memberikan uang jajan, tetapi ibunya tidak memiliki uang untuk diberikan. Beruntungnya, Letta paham akan situasi dan keadaan.

Jangan berpikir ibunya Letta tidak bekerja,maka kalian salah bahwa ibu Letta rela kerja apapun demi anak-anaknya. Ibu Letta rela pagi-pagi sekali, setelah shalat subuh ibunya sudah tidak ada di rumah. Ibunya bekerja di mana saja. Bahkan ibunya bekerja di Puskesmas terdekat untuk memasak makanan yang akan diberikan ke pasien. Selesai dari situ, ibu Letta tidak langsung pulang ke rumah, tetapi melanjutkan bekerja di rumah orang sebagai pencuci baju.Bahkan ada baju yang dicuci di rumahnya sendiri karena sangat banyak, tidak hanya 1 rumah, tetapi ada 5 rumah yang ibunya harus bekerja. Bayangkan saja seberapa lelah dan pegalnya, tetapi ibu Letta tidak menyerah. Dia yakin pasti bisa membiayai anak-anaknya itu.

Beruntungnya ibu Letta karena masih ada orang tuanya yang siap membantunya. Walaupun tidak seberapa, setidaknya bisa membantu Letta dan abang-abangnya itu.

Walaupun begitu Letta tidak mengeluh dengan kehidupannya yang berbeda dari gadis- gadis yang sebaya dengannya. Yang bisa punya baju baru dan semuanya serba baru. Tidak seperti Letta yang hanya memiliki barang bekas saja kecuali hari raya walaupun cuma satu baju barunya tetapi itu sudah sangat cukup bagi Letta. Dan dia bersyukur dengan semua itu.

Saat Letta sudah memasuki masa SMP dia juga masih berjualan demi mendapatkan uang jajan. Tetapi pada suatu saat dia harus berhenti berjualan dikarenakan pihak sekolah melarangnya untuk berjualan di sekolah ditakutkan akan mengganggu pembelajaran. Berhubung dia tidak bisa berjualan lagi mau tidak mau dia harus  membantu ibunya mencuci baju orang sewaktu Letta pulang sekolah.

Baca Juga

di ujung Magrib

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
ba05a86a-c490-46bf-9ae8-c75ef1da62eb

Nasrallah dan Jugendliteratur

Maret 31, 2026

***

Krukkuruyukkk. Suara ayam berkokok di pagi hari yang mampu membangunkan gadis manis yang tertidur pulas itu.

“Nenek masak apa hari ini?” tanya Letta pada neneknya. Letta sangat bersyukur masih ada nenek bersamanya dan yang menemaninya di saat-saat dia memerlukan kasih sayang ibunya. Dia tidak kekurangan kasih sayang ibu kandungnya, tetapi dengan ada neneknya. Kasih sayangnya seakan-akan terasa penuh.

*****

“Letta berangkat ya nek. Dadaaaah. Assalamu’alaikum” Salim Letta ke neneknya.

“Wa’alaikumsalam” jawab Nenek Letta.
dan Letta pun berangkat ke sekolahnya. Dia tidak diantar, tapi ianya menggunakan sepeda atau berjalan kaki kadang-kadang. Walaupun sokolahnya jauh, tetapi terpaksa dia berjalan kaki. Letta tidak mengeluh dengan keadaan dirinya saat ini karena dia yakin dengan kalimat “Man Jadda Wa Jadda” artinya barang siapa yang bersungguh-sungguh, dia pasti berhasil.
Kalimat inilah yang membuat Letta yakin dengan dirinya. Dia yakin bahwa dia bisa mengubah kehidupannya kelak.

Saat di sekolah pun Letta sering sekali di bully oleh teman-teman kelasnya maupun seangkatannya.Tetapi Letta tidak terlalu memikirkan omongan mereka. Letta tidak mau mengambil pusing dengan perkataan mereka, karena tujuan Letta sekarang adalah belajar demi masa depan Letta.

Letta bukanlah gadis yang sangat pintar dan bukan juga gadis bodoh. Letta hanya gadis biasa-biasa saja, karena Letta selalu ingat perkataan nenek, ibu, dan gurunya.
“Tidak perlu menjadi pintar kalau adab tidak ada. Orang bakalan melihatmu dari adabmu, bukan dari pintarmu. Urusan pintar belakangan, yang penting kamu punya adab” itulah kata-kata yang selalu diingat Letta.

Tdak hanya di sekolah saja dia dibully, dihina, bahkan tetangganya pun kerap kali mencaci maki Letta dengan kata-kata yang tidak enak didengar. Tetapi Letta seakan-akan tuli dengan perkataan itu. Sebenarnya Letta sakit hati atas perkataan orang-orang terhadapnya, tapi mau bagaimana lagi, Letta tidak bisa mengubah sudut pandang semua orang terhadapnya.

“Ngapain sekolah nanti tidak sanggup membayar uang kuliah, yang ada nanti beban ibumu saja” begitulah kira-kira perkataan tetangga Letta saat dia ingin melanjutkan kuliahnya. Letta cukup sabar dengan kata-kata yang sering diucapkan oleh tetangganya dan dia hanya tersenyum dalam menanggapi semua perkataan itu. Tapi di balik senyuman itu terdapat rasa sakit yang sangat dalam. Yang ada di pikiran Letta saat itu adalah “Apakah sehina ini menjadi anak broken home?”. “Apa salah Letta terhadap mereka?” begitulah pikiran-pikiran yang keluar dari otak Letta.

Dan saat Letta ingin memasuki masa-masa kuliahnya dia masih bimbang antara lanjut kuliah atau langsung kerja membantu ibunya. Tetapi berkat dorongan ibu dan nenek Letta akhirnya Letta pun memilih untuk melanjutkan kuliah. Alhamdulillah, berkat kerja keras ibu, nenek dan Letta tentunya, akhirnya Letta lulus di Jurusan PGSD. Letta sangat senang dengan berita ini.Letta tidak henti-hentinya mengucap syukur karena menjadi guru adalah keinginan Letta dari kecil.

Di kuliahnya Letta kerap kali mendapatkan cobaan-cobaan dan rintangan. Seperti saat ini Letta harus membayar SPP yang menunggak dua bulan. Bukannya tidak ingin membayar, tetapi letta terpaksa menggunakan uang tabungannya itu Letta gunakan untuk membawa ibu Letta ke dokter karena ibunya lagi sakit. Dan kebetulan sekali kakeknya pun lagi sakit, mau tidak mau nenek Letta juga menggunakan uang tabungan nya untuk operasi kakek Letta itu.

Terpaksa Letta harus meminta bantuan ayah letta. Dia tahu siapa ayahnya. Bahkan dimana ayahnya tinggal. Tetapi dari dulu dia hanya berkunjung sekali saja karena ibu tirinya tidak menyukainya. Letta pun tidak tau mengapa ibu tirinya itu membencinya.

ADVERTISEMENT

Pada suatu hari Letta pun pergi ke rumah ayah nya itu.
“Ayah, letta belum membayar uang SPP kuliah karena uang yang kemarin Letta tabung. Letta gunakan untuk pengobatan ibu. Boleh tidak Letta meminjam uang ayah sementara, takutnya nanti kalau lama menunggak Letta di keluarkan dari kuliah, boleh ya Ayah?” mohon Letta pertama kali pada ayahnya itu. Semenjak ayah dan ibu Letta cerai, ayahnya itu tidak mau membiayai kehidupan mereka.

“Ngapain kamu kuliah, habisin uang saja, lagi pun saya tidak menyuruh kamu untuk kuliah, jadi itu bukan urusan saya” ujar ayah Letta ketus tanpa menghiraukan perasaan Letta yang telah dia lukai.

“Yaudah Ayah, kalau gitu, Letta pamit dulu. Makasih atas waktu Ayah” pamit Letta dengan suara bergetar karena menahan air yang ingin keluar dari matanya. Letta tidak membenci ayahnya, dia hanya kecewa dengan respon ayahnya itu. Ayah yang katanya cinta pertama anak perempuan nyatanya tidak bagi Letta Cinta pertamanyalah yang membuat hatinya sakit. Hatinya hancur. Rasanya dia ingin menyerah, tetapi dia tidak boleh menyerah. Karena ada ratu yang harus dia banggakan. Letta juga sudah berjanji pada dirinya untuk terus melangkah tanpa berhenti sampai dia berhasil membanggakan ibunya.

Setelah kejadian itu Letta pun bekerja separuh waktu di warung yang ada di daerahnya agar dapat mengumpulkan uang untuk membayar SPP-nya.

Setelah 4 tahun Letta berjuang dengan kerasnya kehidupan , akhirnya Letta mendapatkan gelar yang selalu Letta do’akan di setiap shalatnya itu, yaitu
ALETTA LUTHFIA S.Pd
dan betapa beruntungnya Letta langsung lulus dan bisa menjadi PNS di SD yang dulu Letta belajar itu. Ibu Letta sangat bangga melihat Letta yang kini telah sukses lebih dari yang di harapkan oleh ibu letta. Ibu Letta sangat bersyukur memiliki Letta yang tidak pernah mengeluh dengan kehidupannya dan rintangannya.

Satu tahun setelahnya Letta akhirnya bisa melakukan salah satu keinginannya sedari kecil yaitu memberangkatkan ibu, nenek, dan kakeknya umrah. Betapa bangganya ibu Letta terhadap Letta dan juga Letta dapat membiayai adik laki-lakinya kuliah di Jurusan Kedokteran.

Berkat do’a ibu Letta akhirnya Letta bisa berada di titik yang sekarang. Berkat nasehat neneknya akhirnya Letta selalu berpikir positif, dan berkat dorongan kakek, abang,badiknya akhirnya dia bisa memiliki semangat yang tinggi.

Tidak ada kata tidak mungkin sebelum kamu mencobanya, dan selalu ingat kalimat “Man Jadda Wa Jadda” artinya barang siapa yang bersungguh-sungguh, dia pasti berhasil. Allah SWT tahu apa yang hambanya butuhkan dan Allah SWT tahu kapan waktu yang tepat untuk memberikan semua itu untuk hambanya. Dan akhirnya Letta berhasil menjadi apa yang dia inginkan.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 344x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 342x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 312x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 263x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Tags: #cerpenLiterasi
SummarizeShare236Tweet148
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

Kenangan yang terlupakan di cermin
Cerpen

Kehilangan Cinta Secara Karena Egois

Maret 27, 2026
Kehidupan pasca-bencana di desa_11zon
Artikel

Empat Bulan Setelah Air Bah itu Pergi

Maret 26, 2026
Duka Lara Itu Akan Amerta Dalam Atmajaku - users_477a7f8f 49cb 4d45 b370 8abaf854d446_generated_ada6b819 44bc 40b6 9680 01bc277eee46_generated_video mp4 image | POTRET Budaya | Potret Online
#Cerpen

Pergi dan Kembali

Maret 14, 2026
Duka Lara Itu Akan Amerta Dalam Atmajaku - 1001317287_11zon | POTRET Budaya | Potret Online
Bedah buku

Bedah Buku – Islam and Modernity: Transformation of an Intellectual Tradition

Maret 3, 2026
Next Post
Duka Lara Itu Akan Amerta Dalam Atmajaku - 9d8a8c91 4178 4e2e 9263 38c86efcc9fc | POTRET Budaya | Potret Online

Di Bawah Terik Matahari dan Angin Laut

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Privacy Policy (Kebijakan Privasi)
  • Terms of Service (Syarat dan Ketentuan)
  • Penulis
  • Al-Qur’an

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com