POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Pustakawan Cilik

Tabrani YunisOleh Tabrani Yunis
October 16, 2024
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Rahadatul Aisyi

Sebagian besar orang, terutama yang seusia saya, jika mendengar kata perpustakaan, barangkali akan terbesit dalam kepala mereka tentang suatu hal yang cukup membosankan. Pustaka itu berkaitan erat dengan yang namanya buku, dan segelintir orang menganggap bahwa buku merupakan hal yang membosankan. Namun, berbeda dengan saya. Saya merasa bahwa buku adalah bagian dari kehidupan yang tak bisa dipisahkan begitu saja.

Saya merupakan pribadi yang gemar membaca. Kegemaran ini barangkali juga dibersamai dengan rasa ingin tahu saya yang tinggi. Dengan membaca buku, saya merasa seperti mendapat sesuatu yang mampu menjawab segala rasa penasaran di dalam benak. Oleh karena itu, selama proses belajar di sekolah, saya selalu menyisihkan waktu untuk setidaknya mendatangi pustaka di waktu-waktu kosong, umumnya ketika waktu istirahat. Hal tersebut sudah menjadi kebiasaan saya di sekolah hingga kemudian membawa saya menjadi salah satu bagian dari perpustakaan yang disebut dengan Pustakawan Cilik.

Perkenalkan, nama saya Rahadatul Aisyi, salah satu siswi yang bersekolah di MIN 20 Aceh Besar. Inilah pengalaman yang akan saya ceritakan sedikit selama menjadi bagian dari tim Pustakawan Cilik.

Semua berawal dari diri saya yang sering  mengunjungi pustaka madrasah di waktu istirahat. Sebagaimana yang saya paparkan di atas bahwa saya cukup gemar membaca, jadi saya pun meluangkan waktu istirahat dengan mendatangi pustaka. Setelah membeli kue-kue dan minuman di kantin, saya pun langsung bergerak ke perpustakaan dan membaca berbagai macam buku di sana. Aktivitas seperti itu terus saya lakukan karena memang saya menyukainya. Dan, ternyata kebiasaan saya ini dirasakan betul oleh salah satu guru yang bertugas di perpustakaan.

Singkat cerita, sang guru menawarkan saya untuk bersedia menjadi bagian dari Pustakawan Cilik. Alasannya tentu saja karena saya yang giat mengunjungi perpustakaan. Akan tetapi, bukan di situ poin pentingnya melainkan karena beliau melihat saya yang selalu membaca buku setiap saat berada di perpustakaan madrasah. Maka, tanpa pikir panjang saya langsung setuju terhadap tawaran dari sang guru.

Bahagia rasanya ketika satu dari  sekian banyak kegemaran saya dirasakan oleh guru. Saya merasa seperti hal-hal yang saya sukai ini mendapat dukungan besar dari guru. Itulah yang saya rasakan ketika mengetahui diri saya ditawarkan untuk bergabung ke dalam Pustakawan Cilik.

📚 Artikel Terkait

Doa Untuk Wakil Rakyat

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Dispar Kota Banda Aceh Gandeng Sanggar Cit Ka Geunta Tampilkan Tari Tradisional di JKPI

🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

Ada beberapa kegiatan yang saya lakukan selama menjadi Pustakawan Cilik dan tentu saja semuanya berkaitan dengan buku seperti di antaranya; mengatur buku di rak, mencatat peminjaman serta pengembalian, cara merawatnya jika ada yang rusak, membuat laporan bulanan tentang jumlah buku yang dipinjam dan juga membantu teman-teman dalam memilih tema bacaan yang tepat. Semua itu saya kerjakan dengan saling bekerja sama.

Selama bergabung dalam Pustakawan Cilik, saya sudah belajar banyak hal dari guru-guru yang memang bertugas membimbing saya dan teman-teman lainnya. Dari sekian pelajaran tersebut, yang paling penting menurut saya adalah menjaga ketertiban, kenyamanan dan juga kebersihan di perpustakaan. Saya paham sikap-sikap yang harus dikedepankan selama berada di pustaka seperti tidak ribut, tidak mencoret-coret setiap buku, tidak mengganggu kawan lain baik yang sedang membuat tugas atau yang sedang membaca, sampai kepada meletakkan kembali buku-buku bacaan ke tempat semula agar tidak berantakan di atas meja. Saya juga diajarkan untuk tidak membiarkan sampah mengotori pustaka, terutama sampah makanan dan minuman.

Dengan bimbingan dan arahan yang saya dapatkan sebagai Pustakawan Cilik, saya dan teman-teman lainnya diharapkan mampu menunjukkan sikap-sikap penting itu kepada siswa-siswi lainnya, terutama kepada mereka yang mengunjungi perpustakaan.

Namun demikian, saya tidak pernah memosisikan diri sebagai orang yang berhak menggurui teman-teman seangkatan atau siswa-siswi lainnya. Lebih daripada itu, saya hanya berperan sebagai sosok pengingat untuk diri saya sendiri dan kawan-kawan semua supaya sadar betapa pentingnya menjaga ketertiban, kenyamanan serta kebersihan selama berada di perpustakaan.

Menjadi Pustakawan Cilik memberikan saya banyak pengalaman berharga. Saya belajar tentang manajemen waktu karena harus membagi waktu antara tugas pustakawan dan belajar di kelas. Selain itu, saya juga melatih diri dalam mengembangkan kemampuan berinteraksi dengan teman-teman, baik yang seangkatan maupun adik-adik kelas, untuk membantu menemukan buku yang sesuai dengan minat mereka.

Salah satu momen yang paling berkesan adalah ketika saya berhasil merekomendasikan sebuah buku kepada seorang teman yang awalnya tidak suka membaca. Setelah membaca buku tersebut, ia mulai tertarik dan sering datang ke perpustakaan. Itu membuat saya merasa cukup bangga sebabsaya berhasil menumbuhkan minat membaca pada teman saya.

Pelajaran penting dari pengalaman ini adalah saya belajar mengenai pentingnya peran perpustakaan dalam lingkungan sekolah. Perpustakaan bukan hanya tempat untuk membaca, tetapi juga sumber pengetahuan yang tak terbatas. Selain itu, saya pun memahami betapa pentingnya menjaga dan merawat buku karena buku-buku tersebut merupakan aset berharga yang bisa dinikmati oleh banyak orang.

Pada ahkirnya, menjadi salah satu dari bagian Pustakawan Cilik telah mengajarkan saya arti di balik tanggung jawab, disiplin dan kerja sama. Saya juga semakin mencintai dunia literasi dan berharap suatu hari bisa berkontribusi lebih besar lagi dalam hal mengembangkan minat baca, terutama di kalangan anak-anak sesusia saya.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Tabrani Yunis

Tabrani Yunis

Bio Narasi Tabrani Yunis, kelahiran Manggeng, Aceh Barat Daya, Aceh berlatarbelakang profesi seorang guru bahasa Inggris, mulai  aktif menulis di media sejak pada medio Juni 1989. Aktif mengisi ruang atau rubrik opini di sejumlah media lokal dan hingga nasional. Menulis artikel, opini, essay dan puisi pilihan hidup yang  kebutuhan hidup sehari-hari. Telah menulis, lebih 1000 tulisan berupa opini, esası dan puisi yang telah publikasikan di berbagai media.Menerbitkan 2 buku, yang merupakan kumpupan tulisan dalam buku Membumikan Literasi dan buku antologi puisi “ Kulukis Namamu di Awan” Aktif terlibat dalam  membangun gerakan literasi anak negeri sejak tahun 1990 terutama di kalangan perempuan dan anak. Bersama mendirikan LP2SM ( Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Sumber daya Manusia) dan di tahun 1993 mendirikan Center for Community Development and Education (CCDE). Lalu, sebagai Direktur CCDE membidani terbitnya Majalah POTRET (2003) dan majalah Anak Cerdas (2013). Kini aktif mengelola Potretonline.com dan majalahanakcerdas.com, sambil mempraktikkan kemampuan entreneurship di POTRET Gallery, Banda Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

KOMUNITAS SENI KEBAS PENTASKAN TEATER SENJA

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00