• Latest

KAMU HEBAT DENGAN BAKATMU

Oktober 13, 2024
7a99e876-6eef-41d6-9907-7169c5920d83

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
KAMU HEBAT DENGAN BAKATMU - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Cerpen | Potret Online

Dari Geopolitik ke Dapur Rakyat: Krisis Global dan Rapuhnya Ekonomi Indonesia

Maret 31, 2026
ba05a86a-c490-46bf-9ae8-c75ef1da62eb

Nasrallah dan Jugendliteratur

Maret 31, 2026
cd371ba6-715d-447b-b94a-30123cf2d952

Pendidikan Hadapi Ancaman Nyata

Maret 31, 2026
Ilustrasi Ngopi Bersama Ali Shariati dan Nietsche

Aceh Meniru Jakarta

Maret 31, 2026
KAMU HEBAT DENGAN BAKATMU - 09ff0262 2fb8 4c93 9f84 06e6009c9293 | Cerpen | Potret Online

Menanti Dinas Pendidikan Provinsi Aceh Bersinergi Membangun Literasi Anak Negeri

Maret 31, 2026
Ilustrasi ketidakadilan hukum terhadap rakyat kecil

Hukum yang “Sakit” Hati : Rakyat Kecil Hanya Bisa Mengeluh

Maret 31, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

KAMU HEBAT DENGAN BAKATMU

Cerpen Erika Syifaq

Redaksi by Redaksi
Oktober 13, 2024
in Cerpen, Cerpen Remaja
Reading Time: 4 mins read
0
587
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Di suatu pagi seorang gadis bernama Bela. Dia pergi menuju sekolah berjalan kaki sambil menikmati suara merpati di sekitarnya. Jam menunjukkan jam 07.45 dan itu menandakan bahwa waktu masuk sekolah sudah tiba, namun Bela masih sangat santai dengan perjalanannya.

Sampai di tengah perjalanan ia ditawarkan tumpangan oleh temannya, namun ia menolak untuk pergi. Beberapa kali temannya memaksa, namun ia terus saja menolak,hingga akhirnya temannya pergi.

Tak lama setelah itu, Bela pun sampai di sekolah. Sesampainya di sana, terlihat beberapa murid yang sedang dihukum. Bela yang melihat hal itu pergi menghampiri gurunya dan menanyakan apa hukumannya dan guru itu menyuruhnya untuk membersihkan halaman sekolah dan ia bergegas membersihkannya.

Ketika ia hampir selesai,datanglah seorang guru yang menghampirinya dan guru itu berkata padanya, “sekolah saja begini,  bagaimana di masa depan nanti? Entah lah! Semoga saja kamu sukses”.Ucap guru itu.

Bela terdiam dan memberi senyuman manis  pada sang guru. Bela pun menyelesaikan tugasnya dan bergegas untuk masuk ke kelasnya. Di kelas, Bela juga tidak terlalu fokus terhadap pelajaran.

Saat mulai belajar,  selalu ada selembaran kertas di tangannya. Sampai suatu hari ada seorang murid yang melihat kertas tersebut, murid itu merampasnya dan ketika ia melihat,  betapa terkejutnya ia.

” Oh jadi ini yang membuatmu tidak fokus. Pantaslah  kau bodoh dan tak ada yang menemanimu, gambar yang konyol” serapah sang murid.

Bela hanya diam. Dia melirik kosong ke temannya, kemudian murid itu membuangnya ke tong sampah dan mengatakan.

“Minggu depan ujian kelulusan tidak adakah kecemasan sedikitpun pada dirimu?”.

Seminggu kemudian ujian pun tiba dan seperti biasa bela telat dan ia harus

menanggung hukumannya terlebih dahulu kemudian setelah itu ia pun bergegas

ke ruangan. Begitu ia sampai di ruangan

“mengapa kamu terlambat?” tanya sang guru, Bela hanya diam dengan menundukkan kepalanya dan karena waktu yang singkat guru itu menyuruhnya untuk masuk. Sepulang sekolah ada seorang guru yang memanggilnya

“nak  ke sini dulu”. Bela pun mendekati guru itu

“apakah ini gambaranmu?”

Betapa terkejutnya Bela melihat lukisan itu. Ya… lukisan yang dirampas oleh murid waktu itu.

” Ya, buk itu punya saya,ibu dapat dari mana?”

“ibu dapat darimana ga penting. Yang penting sekarang, Bela mau kah ikut pentas seni dengan ibu?”

Bela yang masih bingung dengan itu bertanya “maaf Bu. Maksudnya bagimana?

Terus ibu siapa ? Kok saya tidak pernah lihat.” Guru itu tersenyum dan menceritakan semuanya pada  Bela dan ternyata ia adalah guru kesenian yang sedang mencari murid untuk sebuah ajang perlombaan terbesar di Indonesia. Ketika sedang mengelilingi sekolah,, ia melihat selembar kertas di tong sampah yang membuat ia tertarik akannya.

Kemudian ia menanyakan tentang siapa yang menggambar itu pada siswa lainnya dan ia menemukan jawabannya, yaitu  Bela. “Perlombaannya akan diadakan pada tanggal 20 nanti dan batas pendaftarannya sampai tanggal 17, apakah kamu berminat?”.

Bela terdiam untuk beberapa saat

“Nak……”

“Saya akan kalah dan itu hanya gambaran yang konyol”. ucap Bela dengan halus

“Hah?apa?konyol? Siapa yang mengatakan itu?”

ADVERTISEMENT

“Tapi memang benar kan?”

Baca Juga

7a99e876-6eef-41d6-9907-7169c5920d83

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026

“Enggak, ya Allah nak…… Sekarang maksud dari gambaran ini apa?”.

Bela menjelaskannya dengan detail

“Nah kan, apanya yang konyol? Kamu harus mengikuti perlombaan ini,biar ibu yang mendaftarkanmu nanti”.

Mendengar hal itu ia pun terkejut

“Jangan buk!”

“Kenapa?”

“Aku tidak berbakat dan mereka akan mengejekku”

“Siapa yang bilang”

“Pokoknya jangan”

Guru itu menggenggam tangan Bela dan mengatakan :

“kamu berbakat dan ibu bangga mempunyaimu.  Ayo semangatlah dan tunjukkan pada mereka bahwa kamu bisa. Ingat!

Semua orang mempunyai kemampuan yang berbeda- beda dan ibu mengakui bahwa bakatmu di sini. Ayo,  ibu tunjukkan pada mereka dan ibu akan mendukungmu di sini”.

Mendengar hal itu, Bela menyakininya dan mengikuti perlombaan tersebut. Di luar sangkaan dan dugaan ia meraih mendali emas tingkat nasional.

Semua merasa bahagia. Para guru pun memberikan motivasi kepada Bela ağar terus lberkarya dengan bakat yang dimiliki. Jangan takut jika orang lain merendahkanmu, karena bisa jadi dengan kata-kata merekalah kamu bisa bangkit dari semua itu, kata bu guru. Begitu juga motivasi kepala sekolah, bahwa tidak semua orang memiliki bakat yang sama. Terkadang kamu hanya mampu di bidang ini . jadi jangan dipaksakan di bidang yang lain jika kamu emang tidak bisa.

 

Erika Syifaq adalah Taruni Kelas XI Perhotelan SMKN 1 Jeunieb, Bireun, Aceh 

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 368x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 332x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 322x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 280x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 216x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare235Tweet147
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

7a99e876-6eef-41d6-9907-7169c5920d83
#Cerpen

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71
Artikel

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
KAMU HEBAT DENGAN BAKATMU - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Cerpen | Potret Online
Artikel

Dari Geopolitik ke Dapur Rakyat: Krisis Global dan Rapuhnya Ekonomi Indonesia

Maret 31, 2026
ba05a86a-c490-46bf-9ae8-c75ef1da62eb
Artikel

Nasrallah dan Jugendliteratur

Maret 31, 2026
Next Post

Be Yourself

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Privacy Policy (Kebijakan Privasi)
  • Terms of Service (Syarat dan Ketentuan)
  • Penulis
  • Al-Qur’an

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com