POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

KAMU HEBAT DENGAN BAKATMU

Cerpen Erika Syifaq

RedaksiOleh Redaksi
October 13, 2024
🔊

Dengarkan Artikel

Di suatu pagi seorang gadis bernama Bela. Dia pergi menuju sekolah berjalan kaki sambil menikmati suara merpati di sekitarnya. Jam menunjukkan jam 07.45 dan itu menandakan bahwa waktu masuk sekolah sudah tiba, namun Bela masih sangat santai dengan perjalanannya.

Sampai di tengah perjalanan ia ditawarkan tumpangan oleh temannya, namun ia menolak untuk pergi. Beberapa kali temannya memaksa, namun ia terus saja menolak,hingga akhirnya temannya pergi.

Tak lama setelah itu, Bela pun sampai di sekolah. Sesampainya di sana, terlihat beberapa murid yang sedang dihukum. Bela yang melihat hal itu pergi menghampiri gurunya dan menanyakan apa hukumannya dan guru itu menyuruhnya untuk membersihkan halaman sekolah dan ia bergegas membersihkannya.

Ketika ia hampir selesai,datanglah seorang guru yang menghampirinya dan guru itu berkata padanya, “sekolah saja begini,  bagaimana di masa depan nanti? Entah lah! Semoga saja kamu sukses”.Ucap guru itu.

Bela terdiam dan memberi senyuman manis  pada sang guru. Bela pun menyelesaikan tugasnya dan bergegas untuk masuk ke kelasnya. Di kelas, Bela juga tidak terlalu fokus terhadap pelajaran.

Saat mulai belajar,  selalu ada selembaran kertas di tangannya. Sampai suatu hari ada seorang murid yang melihat kertas tersebut, murid itu merampasnya dan ketika ia melihat,  betapa terkejutnya ia.

” Oh jadi ini yang membuatmu tidak fokus. Pantaslah  kau bodoh dan tak ada yang menemanimu, gambar yang konyol” serapah sang murid.

Bela hanya diam. Dia melirik kosong ke temannya, kemudian murid itu membuangnya ke tong sampah dan mengatakan.

“Minggu depan ujian kelulusan tidak adakah kecemasan sedikitpun pada dirimu?”.

Seminggu kemudian ujian pun tiba dan seperti biasa bela telat dan ia harus

menanggung hukumannya terlebih dahulu kemudian setelah itu ia pun bergegas

ke ruangan. Begitu ia sampai di ruangan

“mengapa kamu terlambat?” tanya sang guru, Bela hanya diam dengan menundukkan kepalanya dan karena waktu yang singkat guru itu menyuruhnya untuk masuk. Sepulang sekolah ada seorang guru yang memanggilnya

“nak  ke sini dulu”. Bela pun mendekati guru itu

“apakah ini gambaranmu?”

Betapa terkejutnya Bela melihat lukisan itu. Ya… lukisan yang dirampas oleh murid waktu itu.

” Ya, buk itu punya saya,ibu dapat dari mana?”

“ibu dapat darimana ga penting. Yang penting sekarang, Bela mau kah ikut pentas seni dengan ibu?”

📚 Artikel Terkait

Yayasan KAHFIS Aceh Gelar Acara ISLAMIC EDU FAIR

Berkat Sebuah Kejujuran

🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

SEANDAINYA AKU TAK MENJADI GURU

Bela yang masih bingung dengan itu bertanya “maaf Bu. Maksudnya bagimana?

Terus ibu siapa ? Kok saya tidak pernah lihat.” Guru itu tersenyum dan menceritakan semuanya pada  Bela dan ternyata ia adalah guru kesenian yang sedang mencari murid untuk sebuah ajang perlombaan terbesar di Indonesia. Ketika sedang mengelilingi sekolah,, ia melihat selembar kertas di tong sampah yang membuat ia tertarik akannya.

Kemudian ia menanyakan tentang siapa yang menggambar itu pada siswa lainnya dan ia menemukan jawabannya, yaitu  Bela. “Perlombaannya akan diadakan pada tanggal 20 nanti dan batas pendaftarannya sampai tanggal 17, apakah kamu berminat?”.

Bela terdiam untuk beberapa saat

“Nak……”

“Saya akan kalah dan itu hanya gambaran yang konyol”. ucap Bela dengan halus

“Hah?apa?konyol? Siapa yang mengatakan itu?”

“Tapi memang benar kan?”

“Enggak, ya Allah nak…… Sekarang maksud dari gambaran ini apa?”.

Bela menjelaskannya dengan detail

“Nah kan, apanya yang konyol? Kamu harus mengikuti perlombaan ini,biar ibu yang mendaftarkanmu nanti”.

Mendengar hal itu ia pun terkejut

“Jangan buk!”

“Kenapa?”

“Aku tidak berbakat dan mereka akan mengejekku”

“Siapa yang bilang”

“Pokoknya jangan”

Guru itu menggenggam tangan Bela dan mengatakan :

“kamu berbakat dan ibu bangga mempunyaimu.  Ayo semangatlah dan tunjukkan pada mereka bahwa kamu bisa. Ingat!

Semua orang mempunyai kemampuan yang berbeda- beda dan ibu mengakui bahwa bakatmu di sini. Ayo,  ibu tunjukkan pada mereka dan ibu akan mendukungmu di sini”.

Mendengar hal itu, Bela menyakininya dan mengikuti perlombaan tersebut. Di luar sangkaan dan dugaan ia meraih mendali emas tingkat nasional.

Semua merasa bahagia. Para guru pun memberikan motivasi kepada Bela ağar terus lberkarya dengan bakat yang dimiliki. Jangan takut jika orang lain merendahkanmu, karena bisa jadi dengan kata-kata merekalah kamu bisa bangkit dari semua itu, kata bu guru. Begitu juga motivasi kepala sekolah, bahwa tidak semua orang memiliki bakat yang sama. Terkadang kamu hanya mampu di bidang ini . jadi jangan dipaksakan di bidang yang lain jika kamu emang tidak bisa.

 

Erika Syifaq adalah Taruni Kelas XI Perhotelan SMKN 1 Jeunieb, Bireun, Aceh 

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 74x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 74x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 61x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 58x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 53x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya

Be Yourself

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00