POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

ANYIRNYA KORUPSI DANA PON-21 ACEH-SUMUT

RedaksiOleh Redaksi
September 15, 2024
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Dr.  Taufik Abdul Rahim

Pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON)-21 demikian menyita perhatian publik, yang jadwal kegiatannya bersamaan dengan tahun politik, yaitu pada tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak seluruh Indonesia dan lokal Aceh serta Sumatera Utara (SUMUT). Ternyata di balik hingar bingar antara kegiatan Pilkada serentak dan PON-21 demikian menyeruak bau anyir korupsi yang menyesakkan dada serta jiwa rakyat, meskipun pelaksanaan PON-21 belum selesai.

Kemudian ini demikian menjadi perhatian semua pihak, baik Menteri Pemuda dan Olahraga, para penegak hukum yang diminta untuk mengawasinya, termasuk para pihak yang ikut bertanggung jawab terhadap penggunaan serta pemanfaatan anggaran belanja publik, sebagai uang negara yang dikelola juga berasal dari rakyat.

Demikian mengherankan, berbagai kejanggalan infrastruktur yang dikebut penyelesaiannya, dan juga usaha untuk diselesaikan secara acakadut, permasalahan venue PON serta infrastruktur pendukung yang banyak dikeluhkan para atlit. Juga banyak lagi lainnya, baik lokasinya di Aceh maupun SUMUT. Juga masalah konsumsi yang mengalami keterlambatan dan konsumsi (baik snack maupun makanan) yang jauh di bawah harga standar, dan adanya “mark-up” harga makanan dan snack, tidak sesuai dengan harga yang demikian mahal dan jauh dari unsur bergizi serta sehat.

Berbagai anyir korupsi yang demikian menyeruak di ranah publik juga menyesakkan dada bagi rakyat luas, sepertinya pemanfaatan uang dan dana anggaran PON-21 demikian tercium dalam kalangan masyarakat serta berbagai pihak. Hal ini sepertinya setiap ada momen, acara, kegiatan pada level nasional yang menyerap uang/dana besar sudah menjadi adat-kebiasaan, para pengelola, pelaksana serta panitia pelaksana memanfaatkannya untuk memperkaya diri, kelompok serta berbagai antek yang terlibat tanpa sungkan dan malu untuk mencuri dan merampok uang negara dan rakyat tersebut.

Sesungguhnya momen yang menyita untuk perhatian serta melibatkan generasi muda bangsa ini, dapat menjadi contoh dan teladan agar kesuksesan, prestasi serta masa depan bangsa berjalan sinergi dan linear dengan cita-cita kehidupan berbangsa serta generasi masa depan. Namun demikian, sebaliknya contoh buruk ini diperlihatkan oleh para pengelola serta pelaksana PON-21 memberikan kesan bahwa, merampok dan mencuri uang/dana negara dan rakyat ini menjadi suatu yang wajar dan memanfaatkan kesempatan untuk dilakukan. Sehingga korupsi dana PON-21 yang menyeruak anyir pada ruang publik sepertinya dianggap angin lalu oleh para penyelenggara atau panitia pelaksana, yang seolah-olah semuanya baik-baik saja dalam pelaksanaanya di lapangan.

📚 Artikel Terkait

Kejar Gelar Luar Negeri: Jalan Menuju Masa Depan atau Sekadar Prestise?

Konsistensi POTRET Dalam Merawat Literasi Anak Bangsa

Nalar Kuasa

Kedaulatan Rakyat Sekarat

Dengan demikian, sebaiknya para penegak hukum mesti mensikapi serta bertindak segera, menangkap dan bertindak semaksimal mungkin, karena permasalahan ini begitu meresahkan rakyat, dan anyir menyeruak di tengah kehidupan rakyat. Hal ini baik perhatiannya secara nasional maupun di daerah Aceh dan SUMUT. Sehingga masalah ini menimbulkan keresahan di tengah banyaknya permasalahan kehidupan rakyat dan berbagai persoalan lainnya saat ini demikian mendera rakyat. Di samping itu isu politik yang tidak kalah pentingnya juga menyimpan potensi “money politics” yang nantinya juga akan menyimpan potensi korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), sehingga persoalan mendasar kehidupan rakyat nyaris tidak pernah terselesaikan/ Sementara itu korupsi yang merajalela terlangsung secara masif.

Meskipun hari-hari ini aktivitas, kegiatan, momen, serta perhelatan secara nasional berbalut aktivitas olahraga dan prestasi atlit untuk kepentingan masa depan, ternyata secara empirik korupsi juga ikut merajalela dilaksanakan, diperankan serta dimainkan dengan berbagai cara dan gaya yang tidak kalah canggihnya. Hal ini cenderung serta terindikasi dilakukan oleh Panitia Pelaksana PON-21, baik panirtia dari kalangan pemerintahan, organisasi olahraga, juga melibatkan berbagai stakeholder swasta.

Dengan demikian, praktik korupsi merampok serta mencuri uang negara dan rakyat, tanpa kecuali dilakukan pada berbagai momen dan kesempatan pada perhelatan besar, baik secara daerah maupunnasional.

Makanya, jangan biarkan korupsi uang/dana negara dari belanja publik dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah/Aceh (APBD/A) lepas dari pantauan, monitoring serta pengawasan dari lembaga terkait, termasuk wakil rakyat dan aparat penegak hukum. Karena perilaku serta korupsi yang telah terdeteksi sejak awal ini sangat menyengsarakan serta menjadi tambahan beban hidup rakyat, bahkan dapat memiskinkan rakyat secara terstruktur, sistematis dan masif.

Karena itu, secara aturan dan ketentuan hukum hal ini tidak dapat dibiarkan, sesungguhnya ini dapat mengganggu kestabilan negara dan aktivitas makroekonomi, karena uang dikuasai dan dimiliki oleh orang-orang dan kelompok tertentu yang berlaku semena-mena menguasai uang negara dengan cara yang haram.

Dengan demikian, bau anyir korupsi dana PON-21 yang telah tersebar luas di tengah kehidupan masyarakat/rakyat mesti menjadi perhatian serius pemerintah dan para aparat penegak hukum, sehingga kemudian menjadikannya sebagai harapan, juga dapat dipercayai dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sebagai salah satu pilar kehidupan bernegara. Sehingga berbagai kasus korupsi selama ini yang tidak mendapatkan kepastian dan penegakan hukum yang sesungguhnya dan sebenarnya, tidak menjadikan terulangnya ketidakpercayaan (distrusted) semakin melebar kembali terhadap kasus korupsi uang/dana PON-21 Aceh-SUMUT.

Makanya, pemerintah dan para aparat penegak hukum mesti menjaga serta menyelamatkan kebocoran uang negara dan rakyat yang sudah berlaku dan terus menerus berulang, maka hukum harus ditegakkan terhadap korupsi dana/uang PON-21. Demikian juga penegakan hukum mampu menjadikan efek jera bagi para koruptor yang dengan kelicikan dan kerakusannya terus berusaha merampok dan mencuri, melaluicara melakukan korupsi uang negara dan rakyat.    

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

Gara-gara ulah Fufufafa, Ibu Pertiwi kembali Hamil Tua

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00