POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Taty Westhoff, Diaspora Minang di Belanda Menggugat Artis yang Melecehkan Budaya Minangkabau

RedaksiOleh Redaksi
July 30, 2024
🔊

Dengarkan Artikel

 

Padang-Potretonline.com-  Taty Westhoff, Diaspora Minang di Belanda menggugat artis yang melecehkan budaya Minangkabau lewat pakaian pengantin yang mengumbar aurat perempuan.

“Sebagai seorang perempuan Minang yang sudah 44 tahun berdomisili di luar negeri merasa risau dan terusik dengan melihat liputan seorang mempelai wanita yang memakai sunting Minang dengan gaun putih yang memperlihatkan auratnya. Astagfirullah al adziem. Sungguh sangat melecehkan adat dan budaya Minang yang berdasarkan Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah”

Demikian disampaikan Taty Westhoff, seorang pebisnis kuliner, aktifis sosial budaya dengan berulang kali mengucap istighfar karena pencemaran adat dan budaya Minangkabau yang meresahkannya. Ia selama ini di rantau getol melestarikan adat budaya Minangkabau bersama orang Minangkabau lainnya di Belanda. Telah banyak kegiatan yang dilakukannya di Belanda. Mulai dari seni, adat, budaya, pengajian, pendidikan , Bahasa, simbol berpakaian dan adab perilaku hingga kuliner minang. Ia dengan bangga merawat budaya Minangkabau dengan filosofi ABSSBK di tengah-tengah gempuran budaya Eropa yang jauh dari agama.

📚 Artikel Terkait

Mengajar Al-Quran di Negeri Paman Sam

Teknologi VS Dukhan

Board of Peace: Legitimasi Penjajahan yang Mengkhianati Sejarah dan Konstitusi Indonesia

Eros, Thanos dan Kita

Taty berharap orang-orang di Sumatera Barat, seperti Bundo Kanduang, LKAAM dan organisasi perempuan lainnya mau ikut menyuarakan agar ada norma yang bisa dipegang oleh anak muda terutama soal adab perilaku termasuk soal berpakaian di zaman yang penuh tantangan.

Senada dengan Taty Westhoff, Ida Basnurida, ketua Forum Siti Manggopoh ( FSM) dan Wevy Ningrat, Ketua Gerak muslimat Indonesia (GMI) Sumbar juga menyampaikan kegusarannya tentang pelanggaran norma tersebut
“Jika mereka mau berbuka-buka aurat, silahkan saja, tapi jangan menggunakan ornamen Minang apalagi suntiang bagi pengantin memiliki makna filosofi yang dalam. Itu melecehkan namanya. Kita harus menyadari , soal perkosaan, LGBT dimulai dari melecehkan norma adat dan agama”
Hal demikian disampaikan saat Basnurida dan Wevy Ningrat bersama pengurus FSM dan GMI menghadap Harneli Bahar, selaku penasihat banyak organisasi wanita termasuk GMI dan FSM Selasa tgl 28 Juli di istana Gubernur.

Harneli Bahar juga merasa prihatin dengan kondisi sekarang yang hampir tak terkendali.
” Empat rumah harus menjadi perhatian kita, rumah tangga, rumah sekolah, rumah ibadah dan rumah adat, mari kita mulai dari keluarga kita” Tambah Harneli.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 60x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 56x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 51x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya

ISI PADANGPANJANG SEGERA LAKSANAKAN PKKMB

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00