• Latest

“Malenggang” Bentuk Kreativitas dalam Ujian Akhir Mahasiswa Desain Mode

Juni 27, 2024
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

“Malenggang” Bentuk Kreativitas dalam Ujian Akhir Mahasiswa Desain Mode

Redaksiby Redaksi
Juni 27, 2024
Reading Time: 2 mins read
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

 

Padang Panjang – Potretonline.com- Prodi Desain Mode Fakultas Seni Rupa dan Desain menyelenggarakan acara ujian akhir Fashion Show yang berlangsung dengan meriah di Gedung Pertunjukan Hoeridjah Adam Institut Seni Indonesia Padang Panjang (26/6/2024). Acara ini merupakan puncak dari kerja keras dan kreativitas mahasiswa tingkat akhir jurusan desain mode yang telah menyiapkan karya-karya mereka selama satu semester.

Dengan tema “Balutan Ija Meusawak Nan Bajanjang Besame Lam Ranah Melayu,” para mahasiswa menampilkan berbagai koleksi busana yang memadukan unsur-unsur tradisional dengan sentuhan modern. Setiap koleksi mencerminkan ide kreatif dan Budaya dari masing-masing mahasiswa. Hal tersebut menunjukkan kemampuan mereka dalam merancang dan membuat busana yang unik dan inovatif.

Fashion bukan hanya tentang pakaian yang kita kenakan, tetapi juga tentang ekspresi diri, budaya, dan seni. Melalui acara ini, kita berharap dapat memperlihatkan kekayaan dan keanekaragaman budaya kita yang diwujudkan dalam bentuk busana yang indah dan memukau. Saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras dan berdedikasi dalam mempersiapkan acara ini khususnya kepada dosen pembimbing yang telah mengarahkan kami dalam berkarya. Tanpa dukungan dan kerjasama dari semua pihak, acara ini tidak akan mungkin terlaksana dengan sukses Ujar Imam M Al Aziz Perwakilan dari mahasiswa yang melaksanakan tugas akhir.

Baca Juga

Fatimah al-Fihri, Pendiri Universitas Tertua

Maret 17, 2026
Membaca Bencana Dari Kanvas Digital

Membaca Bencana Dari Kanvas Digital

Maret 1, 2026
Apa Kabar Pelukis Indonesia

Apa Kabar Pelukis Indonesia

Maret 18, 2026

Dekan FSRD Dr. Dra. Mega Kencana. M.Sn, mengatakan, “Kita semua bangga melihat hasil kerja keras dan kreativitas para mahasiswa. Mereka telah berhasil menggabungkan elemen-elemen tradisional dengan inovasi modern, menciptakan karya-karya yang tidak hanya indah secara visual tetapi juga memiliki nilai budaya yang tinggi,” Paparnya.

Mahasiswa teruji Imam M Al Aziz mengatakan, “Menampilkan koleksi yang terinspirasi dari Rumoh Aceh. Koleksi karya ini terinspirasi dari elemen dan ornamen Rumoh Aceh yang diwujudkan dalam bentuk busana unisex. Elemen rumoh aceh digambarkan pada potongan busana dan ornamen rumoh Aceh digambarkan pada motif wastra. Wastra daerah yang digunakan yaitu tenun peulalu khas Aceh Timur. Bahan dasar yang digunakan pada busana ini yaiut kain semi wool. Busana unisex yang diwujudkan berupa jumpsuit, overall, jas, blazer, turtleneck, kemeja, outer, celana kulot, serta celana balon” Papar anggota Komunitas Seni Kuflet itu.

Penonton yang menghadiri Pameran Muhammad Virianda mengatakan “Saya sangat beruntung menyaksikan pertunjukan Tugas Akhir Desain Mode, saya terpesona oleh keindahan dan kedalaman karya yang ditampilkan oleh tiga desainer berbakat: Imam Al Aziz, Cyntia Jr, dan Isbatul Khairani. Masing-masing desainer berhasil membawa esensi budaya nusantara ke dalam busana yang memukau, memperlihatkan keahlian dan kreativitas mereka dalam menciptakan kreasi dari suku Aceh, Minang, dan Melayu. Imam Al Aziz memukau dengan koleksi yang menggabungkan motif tradisional Aceh dengan sentuhan kontemporer, menciptakan harmoni yang menggambarkan keteguhan dan keanggunan. Cyntia Jr menampilkan koleksi Minang yang kaya akan filosofi adat dan estetika, menghadirkan perpaduan antara kekuatan dan kecantikan dalam setiap detailnya. Isbatul Khairani menutup acara dengan kreasi Melayu yang romantis, menggabungkan kesederhanaan dan kemegahan yang menggambarkan keseimbangan hidup. Pertunjukan ini bukan sekadar parade mode, tetapi sebuah perjalanan intelektual yang menghubungkan masa lalu dengan masa kini, menunjukkan bahwa tradisi dan inovasi dapat berkolaborasi secara harmonis. Dengan dedikasi dan bakat yang luar biasa, ketiga desainer ini tidak hanya menghadirkan pakaian, tetapi juga sebuah narasi yang mendalam tentang identitas dan warisan budaya kita” Ucapnya.

Akbar, ketua umum Komunitas Seni Kuflet mwngatakan, “Ujian akhir fashion show ini tidak hanya menjadi ajang penilaian akademik, tetapi juga menjadi platform bagi para mahasiswa untuk memamerkan bakat dan karya mereka kepada publik. Dengan adanya acara ini, diharapkan para mahasiswa dapat semakin termotivasi untuk terus berkarya dan berinovasi di dunia fashion.Ujian akhir fashion show ini berhasil memukau penonton dan menjadi bukti nyata bahwa industri fashion Indonesia memiliki masa depan yang cerah dengan hadirnya para desainer muda berbakat” Tuturnya. (*/Mursidiq)

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 363x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 322x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 273x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 270x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

Melacurkan Bait-Bait Puisi

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com