POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

MILAD KUFLET KE-27: SULAIMAN JUNED LELAKI DISIPLIN YANG GELISAH

RedaksiOleh Redaksi
May 12, 2024
MILAD KUFLET KE-27: SULAIMAN JUNED LELAKI DISIPLIN YANG GELISAH
🔊

Dengarkan Artikel

 

Padangpanjang- Potretonline.com- Komunitas Seni Kuflet Padang Panjang melaksanakan Milad ke-27 tahun sekaligus melakukan peluncuran buku Autobiografi Dr. Sulaiman Juned (12/05/2024) di Sekretariat Komunitas Seni Kuflet. Dalam kegiatan tersebut ditabalkan sebagai narasumber Maizul, SE dan Ubai Dillah Al-Anshori, S.Pd., M.Sn yang dimoderatori Muhammd Subhan, S.Sos.I Ucap Riska Lovani Akbar Ketua komunitas Seni Kuflet.

STAF ahli Hukum Pemerintahan dan Politik Novianti, S.Stp., MM mewakili PJ Walikota Padang Panjang sekaligus membuka acara Milad Komunitas Seni Kuflet dan peluncuran buku antobiografi mengatakan bahwa buku ini sebagai pembelajaran hidup. Buku itu mengajarkan tentang seniman yang membutuhkan disiplin untuk menjadi berhasil. Catatan kehidupan ini dapat menjadi suri tauladan bagi generasi kini. Paparnya.

Maizul Mengatakan, Autobiografi Sulaiman Juned (Adoen) bagi saya adalah sosok sahabat yang hebat. Dalam perjalanan hidup seorang Sulaiman Juned tidaklah mulus ada susah senangnya. Beliau juga pendiri komunitas seni kuflet dan penggerak bahkan motivator bagi generasi muda untuk berkarya. Ungkap Novelis sekaligus Pendiri Komunitas Seni Kuflet.

Ubai Dillah Al-Anshori mengatakan, pentingnya Autobiografi “Sulaiman Juned sebuah autobiografi” Sebagai jejak Sulaiman Juned (Adoen). Bagi Ubai, Adoen adalah orang yang sangat gelisah karena tidak pernah diam dalam berkarya dan berkreatifitas baik dengan anak anak muridnya maupun rekan dan sahabatnya. Autobiografi ini hanya sebagian dari kisah Adoen yang dipaparkan jadi pembelajaran untuk generasi selanjutnya. Ujar penyair dan sastrawan muda tersebut.

📚 Artikel Terkait

Yuk! Mengenal Tarif

Menginfus Diri  Untuk  Sebuah Tulisan

FENOMENA KEJAHATAN SEKSUAL ANAK DI INDONESIA

Ijazah Pak Jokowi, Masalah sangat Serius

Penyair Sumatera Barat, Refdina Muzan, mengatakan kesan saya tentang adoen yang banyak hal-hal positif dapat saya ambil dari keteladanan seorang Adoen. Adoen dalam diskusi selalu berbagi dengan ilmu yang bermakna untuk sesama. Tutur penyair dan sahabat Adoen dari Bukittinggi.

Dharmita Soeryana mengatakan, saya dan adoen adalah sahabat paling dekat dan kami berasal dari Aceh, kami tahu Padang Panjang karena ada kampus ASKI Padang Panjang yang tahun 1997 membuka Jurusan Seni Teater. Kami memutuskan bersama ke Padang Panjang untuk kuliah. Adoen di kenal sebagai penulis naskah dan puisi serta Sutradara sedangkan saya dikenal sebagai pembaca puisi dan pemusik dan selalu saja menjadi penata musik karya Adoen yang terkadang saya memang lebih suka memanggilnya Ampon. Ucap Dharmita Soeryana Selaku sahabat dekat Sulaiman Juned yang sama menjadi dosen di ISI Padang Panjang.

Wakil Ketua Bank BTN Sumatera Barat Ahzar Ismail, mengatakan, saya mengenal Adoen dari kegiatan istri saya yang juga pemain teater ketika kami masih bersama di Aceh. Hal ini membuat kedekatan saya dengan adoen terus berlanjut sampai sekarang. Semangat Adoen untuk memajukan seni di zaman sekarang layak diacuhkan jempol. Ujarnya

Pimpinan Umum UKM-Pers Pituluik Friti Shintia Mengatakan, adoen bagi saya adalah sosok dosen yang sangat berharga dalam hidup saya karena beliau mengajarkan saya untuk disiplin, tepat waktu serta aturan itu tidak boleh dilanggar. Kedisiplinan itulah yang membuat saya sampai pada titik sekarang. Nilai-nilai moral yang ditanamkan Adun kepada generasi muda sangat membantu masa depan kaum generasi Z. Ucap Friti sebagai anak ideologis adoen yang dibina di Jurnalistik kampus.

Mantan Ketua Umum Kuflet Solehah Hasanah Nasution mengatakan, menurut saya Adoen adalah sosok Ayah dan dosen yang sangat cerewet. Namun dibalik itu semua dia sangat mengkhawatirkan anak didiknya. Ia ingin anak-anak yang dibinanya berhasil di masa depan. Cara Adoen membuat kami terus menulis dan menulis dari awalnya memang di paksa sehingga menjadi terbiasa. Adoen selalu membangkitkan mimpi-mimpi saya menjadi kenyataan, dan juga semua anak didiknya. Adoen adalah orang tua kami disini sebagai anak perantauan. Ungkap soleha Hasanah selaku sutradara dan penulis.

Ichsan Saputra mengatakan, saya adalah cucu dari Sulaiman Juned, adoen adalah inspirasi dalam kehidupan ku. Sebagai cucu seorang Adoe tentu sangat menginginkan saya disiplin. Sejujurnya saya tidak ingin menjadi seperti Adoen tetapi ingin menjadi lebih dari Adoen. Semoga dengan peluncuran buku ini akan lahir Adoen Adoen yang lain yang kualitasnya melebihi Adoen. Ucap Ihsan Saputra selaku cucu dan anggota komunitas seni Kuflet. (*/ Fazha)

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

Seruan Panitia The Second İnternational Minangkabau Literacy Festival (IMLF) Di Tengah Bencana Tanah Longsor

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00