🔊
Dengarkan Artikel
Oleh Zulkifli Abdy
Laksana bahtera diamuk badai
Angan tertawan di remang senja
Tiang di geladak berderik-derik
Anak buah kapal terlihat panik
Nakhoda pun dirundung cemas
Tapi masih berlaku aneh-aneh
Kompas tak lagi jadi pedoman
Tercampak ke dasar samudera
Laksana bahtera diamuk badai
Angan tertawan di remang senja
Kini angin jalang penentu arah
Tiada lagi tiang tempat bergayut
Kecuali doa-doa orang terlantar
Hanya tinggal satu jalan pulang
Agar musafir sampai ke tujuan
Bahtera kembali ke jalan Tuhan.
(Banda Aceh, 28 Januari 2024)
📚 Artikel Terkait
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 76x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 69x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 56x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis.
Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.






