POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Ratapan Anak Pinggir Sungai

Bagian Ke dua

RedaksiOleh Redaksi
June 1, 2023
Ratapan Anak Pinggir Sungai
🔊

Dengarkan Artikel

Bagian dua 

 

Oleh Munawir Abdullah

AKU baru saja pulang dari sekolah. Kebiasaanku, setiap hari Sabtu pulang dari sekolah, aku tidak langsung pulang ke rumah. Aku bersama teman-teman selalu pergi ke Kulam Cet Tambi. Di sana kami bisa menikmati indahnya suasana alam, sambil bermain lompat-lompatan di dalam air.

Ikan mujair, ikan gabus, dan ikan belut, Itu titipan tuhan secara alami untuk kami. Hanya bermodalkan tangkul (jaring/alat penangkap ikan), ikan itu sudah bisa kami bawa pulang ke rumah. Aku bersama teman-teman, menangkap ikan itu sambil tertawa ria.

Seingatku, Kulam Cet Tambi itu tidak pernah kering. Sawah ratusan haktar di sekitarnya selalu mendapatkan suntikan air segar dari kolam itu. Kulam Cet Tambi itu, bagaikan keajaiban tuhan untuk menjaga kebutuhan hidup orang kampungku. Mereka bertani, baik di kala hujun, maupun di saat kemarau, dengan serba kecukupan.

Pukul 04 sore, aku sudah di rumah dengan menjinjing ikan di tangan. Seperti biasa, mamakku langsung mangambil ikan itu sambil mengomel. Omelan mamak dengan gerakan tangan mangambil ikan, nyaris tidak ada spasi. Aku menikmati saja omelan itu sambil mengganti baju sekolah.

Mamakku sebenarnya sangat lembut dan penyayang. Dia tidak segan-segan membeliku baju baru dan kue-keu enak. Aku sangat sering memakan kue pulet, timphan, dan bolu bawaan mamak dari sekolah.

Kebetulan, profesi mamakku seorang guru. Dia telah banyak melahirkan tokoh cerdas dan hebat di bangsa ini. Kue-kue yang dibeli di sekolah waktu istirahat, selalu mamak bawa pulang ke rumah. Aku dan ayah tidak pernah alpa untuk menikmatinya.

📚 Artikel Terkait

Sekda: Pembangunan Kota Harus Memperhatikan Mitigasi Bencana

Dinsos Aceh Bantu 100 Kaki dan Tangan Palsu untuk Penyandang Disabilitas

BACK TO IQRA

Sedekah Yang Berlimpah Berkah

Kata Ibu Ros,  kawan dekat mamak di sekolah, mamak jarang makan untuk sendiri kuenya. Mamak selalu bilang “kue ini saya bawa pulang saja, saya makan di rumah nanti bersama si Gam (sebutan untuk anak laki-laki dalam bahasa Aceh)”.

Ayah sering mencandainya “besok ditambah lagi kuenya, sekalian teh-tehnya”. Aku hanya mendengar candaan mereka, sambil tersipu malu. “Teh, semua perlangkapannya sudah ada di dapur, racik sendirilah” timpaan mamak membalas candaan ayah sambil melemparkan senyum tercantiknya.

Oa, aku hampir lupa, itu masalah keluargaku, ranah privasi tidak mungkin aku vulgarkan di sini.

**

Petaka itu tiba, di saat pabrik galian c itu berdiri megah di samping kolam itu. Di awal-awal pendirian, kondisi persawahan orang kampungku masih normal-normal saja. Selang waktu beberapa tahun, kemurkaannya sudah mulai muncul.

Dulunya itu tempat yang sangat menyenangkan, sekarang berubah menjadi tempat yang bising dan berdebu.

Sebenarnya orang kampungku tidak pernah setuju pabrik itu berdiri, tetapi Bupati yang pernah diajarkan huruf dan angka oleh mamakku itu, tetap nekat untuk mengeluarkan izin pendiriannya. Petaka itu tidak diprediksikannya dengan baik.

Saat itu. Kulam Cet Tambi tidak lagi menjadi keajaiban tuhan untuk orang kampungku. Kemurkaanya sudah mulai nampak. Seakan-akan ia ingin berpesan “selamatkan aku dari kaum bejat yang menghancurkan tubuhku”. Ikan yang dulu bertaburan, sekarang sudah tidak ada lagi.

Pernah suatu ketika, ratusan hektar persawahah itu gagal panen. Orang kampungku tidak lagi mendapatkan air yang cukup untuk bertani. Sepertinya; kemakmuran itu, tidak mau berjabat tangan dengan sang predator alam yang sangat beringas itu. Tidak lebih dari tiga tahun keberadaan pabrik itu, telah mengusir kemakmuran yang ada di kampungku.

Bersambung

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 74x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 74x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 61x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 58x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 53x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya
Alissia, Anak Yatim dari Simeulue Sabet Medali Emas di FLS2N Wakili Aceh ke Nasional

Alissia, Anak Yatim dari Simeulue Sabet Medali Emas di FLS2N Wakili Aceh ke Nasional

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00