POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Dunia People, Planet, Benefit (PPB) – Untuk Refleksi Hari Buruh 1 Mei 2023

RedaksiOleh Redaksi
May 4, 2023
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh : Suroto

Dogma tiga pilar utama tentang cara membangun dunia menjadi kampanye luas : People, Planet, Profit ( PPP). Terjemahan bebasnya pembangunan dunia ini diminta untuk perhatikan aspek peranan manusia sebagai subyek, perhatikan keselamatan lingkungan dan yang terakhir tetap mengambil keuntungan atau profit.

Kita selama ini disuruh menghafal dogma trimatra PPP tersebut. Melalui berbagai forum diskusi, seminar, paket kebijakan internasional. Semua organisasi bisnis dan masyarakat sipil diminta untuk menempelkanya sebagai template atau platform standard presentasi dan bahan kampanye.

Pembangunan diserukan agar perhatikan keselamatan lingkungan, manusia tidak boleh dialeniasi dari pembangunan. Namun kedua hal tersebut tentu sulit diwujudkan karena pengejaran terhadap profit, keuntungan tetap terus ditegakkan.

Sebab apa? sebab pengejaran keuntungan, profit oriented itu abai terhadap soal penting keselamatan lingkungan, dan aleniasi pada manusia. Tiga pilar itu sifatnya contradictio in terminis. Saling bertentangan. Guru besar para kapitalis Milton Friendman katakan satu hal penting : Hanya satu tanggungjawab perusahaan, korporasi itu ialah mengejar keuntungan atau profit.

Jadi, jikapun mereka itu kita minta untuk mengambil tanggungjawab kemanusiaan, maka mereka hanya akan membuat aktifitas charity, karitas yang mendikte. Jikapun mereka kita minta untuk tanggungjawab terhadap soal kemanusiaan ,maka mereka tetap akan dengan mudah menutup opini dunia dengan iklan bahwa mereka telah perhatikan gaji yang layak untuk kemanusiaan kepada para pekerja perusahaan mereka.

Sistem kapitalisme yang bertumpu pada tiga pilar penting : persaingan bebas, pemilikan individu tanpa batas, dan pengejaran keuntungan tetap berjalan. Sistem kapitalisme yang memberikan motivasi besar dan fasilitasi terhadap keserakahan ini tentu tidak akan mungkin dapat kita harapkan untuk perhatikan aspek kemanusiaan dan keselamatan lingkungan. Dunia tak cukup untuk memenuhi keserakahan mereka.

Kita dapat lihat dengan gamblang, pertemuan pertemuan nasional maupun internasional untuk membahas upaya penurunan gas emisi menjadi tak berguna. Perilaku industri korporat kapitalis yang mengancam lapisan ozon, pembabatan hutan secara masif, tetap terus terjadi. Sampai ranah individupun, orang orang kaya itu bahkan perilaku konsumsinya tak menunjukkan sedikitpun kesadaran untuk mengurangi jejak karbon mereka. Mereka itu tetap naik mobil pribadi, membuat rumah-rumah besar, mengonsumsi barang barang olahan dengan boros, berpelesiran ke sana ke mari, penyumbang peningkatan gas emisi serius yang sesungguhnya.

📚 Artikel Terkait

Pahlawan Nasional Teungku Chik Di Tiro Muhammad Samandan Syekh Ahmad Khatib

Sultan Hamid  II dan Soeharto Sama-sama Belum Diakui Pahlawan Nasional

Kemeriahan Maulid Nabi di Gampong Sumbok Rayeuk Aceh Utara

USIA

Lucunya lagi, dari konferensi yang dilakukan dan pembahasan serius soal keselamatan lingkungan dan planet ini tidak pernah kita dengar dari perspektif para penyelamat alam serius seperti masyarakat adat  misalnya. Mereka yang selalu menjaga hutan, tidak berkendaraan ke sana ke mari, makan makanan yang sangat kecil jejak karbonnya tidak pernah terlibat dalam pembicaraan. Mereka kalaupun diundang hanya untuk dijadikan legitimasi politis.

Korporasi dengan kekuatan akumulasi profit, dan penumpukan kekayaan tanpa batas itu tak hanya telah mempengaruhi isi keputusan untuk menghentikan kerusakan planet ini, tapi bagaimana keputusan itu tetap dapat memperbesar bagi keuntungan mereka. Isu green ekonomi dihembuskan, tapi di belakangnya sebetulnya hanya satu hal motifnya : Keuntungan.

Itu tentang planet, tentang penyelamatan lingkungan dan kehidupan ini. Belum lagi terhadap soal People, soal manusia dan kemanusiaan. Pembangunan yang memanusiakan manusia dan tidak mengalienasi mereka yang lemah di mana-mana hanya menjadi omong kosong. Tidak ada keseriusan sama sekali dalam setiap keputusan bisnis yang diambil untuk berubah.

Masyarakat adat, orang miskin di kota-kota dan bahkan orang orang desa jadi korban penggusuran dari sebuah perluasan pembangunan bisnis mereka. Mereka bahkan digebuk aparat yang berkongkalikong dengan pemilik korporat. Kejahatan perusahaan tambang dan perkebunan monokultur terus meningkat di mana-mana.

Kita saat ini sedang menghadapi krisis dunia. Krisis lingkungan dan krisis kemanusiaan. Tentu tak ada cara lain yang dapat kita lakukan kecuali berbicara dengan anak anak muda, pemilik masa depan planet ini. Mereka harus kita ajak untuk menghapus sumber masalah besar dari kegagalan pembangun yang bertumpu pada People, Planet, Profit (PPP).

Kita harus minta mereka, anak anak muda itu secara serius untuk memblokadenya dengan gantikan rezim pengejaran profit itu dengan rezim benefit. Rezim yang berorientasi kecukupan bukan turuti keserakahan, suatu rezim yang tempatkan manusia sebagai subyek setara, suatu rezim yang jadikan alam/ planet ini sebagai rumah bersama. Mereka harus kita minta secara serius untuk merebutnya  dengan cara menggantikan sistem perusahaan. Gantikan korporasi kapitalis itu agar tidak otoriter berada di bawah kendali satu atau segelintir investor semata. Kita harus minta anak anak muda itu untuk dorong demokratisasi perusahaan agar setiap buruh juga punya hak suara di perusahaan. Selamat hari buruh! Buruh sedunia bersatulah!

Jakarta, 1 Mei 2023

SUROTO

Rakyat Jelata

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Menanyakan Peran dan Posisi TNI Dalam Penegakan Demokrasi dan Konstitusi (1)

Menanyakan Peran dan Posisi TNI Dalam Penegakan Demokrasi dan Konstitusi (1)

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00