Karya: Zab Bransah
Sekian lama aku menanti kabar darimu, oh rindu.
Di setiap senja hingga larut malam aku menyepi, dan kupastian datangnya rindu mengetuk hati ini.
Kucari jejakmu di setiap detik waktu,
setiap napas berlalu, selalu kumerinduimu. Aku ingin rindu darimu juga menyapaku, dan kenapa semakin jauh jejakmu kutuju? Walau dekat di antara relung-relung berpalung datanglah sekejap!
Di manakah dirimu kujejaki pada penantian di halte malam itu.
Ya, dirimukah bak bayang-bayang di sela napasku buang?
Aku seperti kompas kehilangan arah menuju tanah kelahiranmu.
Kini, aku di antara puing-puing kenangan yang terpendam tersisa namamu di batas angan.
Kisah ini bagaikan cuaca mendung gelisahku dalam kelam
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 360x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 318x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 270x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 263x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 200x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis.
Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.














Discussion about this post