🔊
Dengarkan Artikel
Karya: Zab Bransah
Sekian lama aku menanti kabar darimu, oh rindu.
Di setiap senja hingga larut malam aku menyepi, dan kupastian datangnya rindu mengetuk hati ini.
Kucari jejakmu di setiap detik waktu,
setiap napas berlalu, selalu kumerinduimu. Aku ingin rindu darimu juga menyapaku, dan kenapa semakin jauh jejakmu kutuju? Walau dekat di antara relung-relung berpalung datanglah sekejap!
📚 Artikel Terkait
Di manakah dirimu kujejaki pada penantian di halte malam itu.
Ya, dirimukah bak bayang-bayang di sela napasku buang?
Aku seperti kompas kehilangan arah menuju tanah kelahiranmu.
Kini, aku di antara puing-puing kenangan yang terpendam tersisa namamu di batas angan.
Kisah ini bagaikan cuaca mendung gelisahku dalam kelam
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 76x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 68x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 56x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis.
Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.






