POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Mengunjungi Museum Pidie Jaya

RedaksiOleh Redaksi
March 13, 2023
Mengunjungi Museum Pidie Jaya
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh: Novitasari,S.Pd

Guru SMPN4 Bandar Baru, Pidie Jaya

   

Hari Minggu, tanggal 12 Maret 2023 perjalanan saya ke museum Pidie jaya dalam rangka mengantar siswa saya mengikuti pelatihan menulis cerpen yang mentori oleh pak Tabrani Yunis dan pak Mashadi. Ini adalah perjalanan pertama saya mengunjungi museum Pidie Jaya.

Selama ini saya hanya melihat museum Pidie Jaya di medsos dari postingan teman-teman. Mungkin Masih banyak orang yang umumnya warga Pidie Jaya yang belum mengunjunginya karena tidak tahu di mana letak museum Pidie Jaya. Museum Pidie Jaya ada di  belakang komplek perkantoran Bupati Pidie jaya.

Melihat museum Pidie Jaya, saya membayangkan makna museum bagi kita. Ya, museum adalah tempat yang tidak hanya berisikan informasi sejarah dan budaya saja, tetapi juga saksi hidup pembangunan bangsa melalui berbagai benda peninggalan di dalamnya. Maka, begitu pula lah eksistensi museum Pidie Jaya seharusnya. Museum yang dibangun di tengah Taman kota yang sekalian menjadi kawasan wisata di ibu kota Pidie Jaya itu.

Mungkin banyak yang belum tahu di mana letak museum Pidie Jaya tersebut. Maka, perlu diinformasikan dalam tulisan ini. Untuk sampai ke museum Pidie Jaya kita tidak harus berjalan jauh. Museum itu ada di Taman kota yang tidak jauh dari kantor Bupati Pidie Jaya. Ya, hanya melewati jalan kaki kurang lebih  20 meter dari tempat parkiran sepeda motor atau mobil di belakang kantor bupati.

Setiba di Taman kota, sambil  berjalan kaki kita bisa menikmati pemandangan alam yang indah,rumput yang hijau dan danaunya. Kita juga bisa menikmati angin sepoi-sepoi, .karena musuemnya terletak di tengah-tengah pulau kecil, dengan  menggunakan rakit kecil atau sering disebut getek untuk menyebrang ke museum itu.

📚 Artikel Terkait

Bangku Besi Perampas Kehidupan

Syekh Nuruddin al Raniry; Ulama Besar dan Mufti Kerajaan Aceh

Ide Bisnis di Sekitar Kita

Ada Hercules di Ijazah Palsu: Sekadar Mitologi

Bagi saya ,  seumur hidup mungkin ini pengalaman pertama naik rakit atau getek kayu itu.  Sehingga, kesan ini adalah pertama yang akan jadi kenangan atau cerita untuk anak saya di rumah.

Nah, ketika tiba di museum Pidie Jaya, ada banyak kesan menarik dan bahkan unik. Pertama, Sebelum masuk ke museum, ada pengalaman menarik naik rakit. Jaraknya hanya beberapa meter saja. Kedua, pengunjung bisa melakukan registrasi mandiri dengan menggunakan barkot yang tinggal scan saja. Ini menarik, karena ini perjalanan pertama saya mengunjungi museum Pidie Jaya.

Kedua, musuem Pidie Jaya merupakan sebuah rumah adat atau lebih dikenal dengan sebutan “Rumoh Aceh”. Rumah adat Aceh ini bertipe rumah panggung yang terdiri dari 3 bagian. Tiga bagian utama dari rumah Aceh adalah seramoe keu,seramoe teugoh dan seuramoe likot. Ciri khas lainnya, rumah adat Aceh terbuat dari kayu dengan atap daun rumbia dan dengan ukiran arsitektuk yang unik.

Ketiga, selain itu ciri khas lainnya dari rumoh adat Aceh adalah memiliki anak tangga yang ganjil. Tidak percaya? Silakan datang dan hitung sendiri. Ke empat, rumoh Aceh tidak dibangun menggunakan paku atau besi yang bisa memberatkan beban rumah. Setiap kayu dan tiang disatukan pasak yang saling mengunci satu sama lain. Konstruksi semacam ini justru lebih tahan gempa dibanding rumah modern dari beton.

Ke Lima, di dalam museum Pidie Jaya saya melihat banyak sekali peninggalan sejarah Islam dan barang-barang antik masa dahulu yang digunakan oleh orang tua pada zaman dahulu yang tidak lagi kita jumpai di masa sekarang ini. Di bagian bawah rumah atau medium ini kita temukan  jengki(alat yang di gunakan untuk menumbuk padi),bubei(alat untuk menangkap ikan) dan masih banyak barang lainnya.Mungkin  kalau ditanya oleh anak-Anak zaman sekarang, ada yang tidak tahu namanya.

Ketika saya masuk ke dalam museum, saya melihat bubei. Saya jadi mengingat masa-masa kecil. Saya sering diajak pergi ke sungai untuk mencari ikan oleh almarhum kakek saya. Kemudian, ketika  melihat uang 500 rupiah,  saya ingat saat SD dikasih uang segitu oleh ayah. Saya merasa sangat bahagia. Sedikit banyak, hal yang saya alami di masa saya kecil ada di dalam museum Pidie Jaya.

Setelah melihat-lihat di dalam museum saya dan guru-guru lain turun dan kami duduk di bawah rumoh Aceh dengan suasana yang tenang dan angin yang sejuk. Kami menikmati pemandangan yang indah sambil bercerita.

Dengan adanya museum Pidie Jaya,saya bisa mengingat kembali kenangan tentang benda-benda yang dahulu pernah saya lihat di rumah kakek nenek saya di kampung dan umumnya bagi warga Pidie Jaya bisa mengenalkan peninggalan sejarah atau barang-barang yang digunakan zaman orang tua kita dahulu kepada generasi mendatang.

Selain itu museum Pidie Jaya juga bisa jadi referensi tempat wisata keluarga. Sambil jalan-jalan, kita bisa menggenalkan sejarah kepada anak-Anak kita, maka dari itu kita harus menjaga dan melestarikan rumoh Aceh dan peninggalan-Peninggalan sejarah untuk generasi berikutnya.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 73x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 73x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 61x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 57x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 52x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya
Jejak Sepeda Biru dan Mahasiswa Pejuang Sarjana di Kampus Biru

Jejak Sepeda Biru dan Mahasiswa Pejuang Sarjana di Kampus Biru

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00