POTRET Online
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

Kurikulum UbD Sebagai Solusi Pemahaman Tingkat Tinggi bagi Peserta Didik

RedaksiOleh Redaksi
February 3, 2023
Kurikulum UbD Sebagai Solusi Pemahaman Tingkat Tinggi bagi Peserta Didik
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh: Rizki Hawalaina, S.Pd

Mahasiswa PPG Prajabatan Gelombang II Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh

 

Pendidikan di era modern saat ini tidak lagi menciptakan peserta didik yang pasif, baik di dalam dan di luar kelas. Peserta didik yang awalnya menjadi objek pada proses belajar mengajar, kini telah berubah menjadi subjek yang diprioritaskan. Istilah teacher centered perlahan terhapus dari proses pembelajaran berikut dengan segala metode yang perlahan tak lagi digunakan, seperti metode ceramah penuh, dikte, menghafal, atau menyalin materi ke buku tulis melainkan pembelajaran yang berbasis proyek individu maupun kelompok.

Baru-baru ini Pemerintah Indonesia mulai mencoba mengimplementasikan ‘kurikulum merdeka’ pada pembelajaran. Tujuannya agar karakter peserta didik yang menyesuaikan dengan Profil Pelajar Pancasila dapat semakin kuat. Pemerintah gencar mensosialisasikan program terkait untuk perlahan mengubah paradigma guru berintegrasi pada paradigma konsep baru yang berpusat pada peserta didik dalam pembelajaran. Dalam kurikulum merdeka, banyak kegiatan pembelajaran yang berbasis proyek kelompok atau project based learning, sehingga guru sebagai perancang kurikulum dituntut untuk mahir dalam merancang modul berbasis proyek agar berkualitas.

Seiring dengan perancangan proyek oleh guru yang sebenarnya adalah hal yang biasa mengingat tugas guru adalah sebagai perancang, guru merancang kegiatan pembelajaran serta memberikan pengalaman belajar bagi peserta didik lewat kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan. Selain merancang kegiatan, guru juga sebagai perancang penilaian untuk memastikan apakah tujuan yang ingin dicapai sudah tercapai atau sebagai diagnosa lebih lanjut tentang kebutuhan peserta didik.

Sejalan dengan tugas guru dalam merancang kegiatan pembelajaran berbasis proyek, guru harus memahami strategi merancang pembelajaran, salah satunya adalah Backward Design. Menurut Wiggins McTighe dalam bukunya Understanding by Design (2006), desain yang tepat untuk pendekatan Understanding by Design adalah backward design. Sesuai maknanya, perancangan Backward design dimulai dari akhir terlebih dahulu yaitu tujuan yang nyata dari kegiatan projek yang kemudian akan mundur untuk mengembangkan  kegiatan yang akan dilakukan, sehingga  memenuhi tujuan proyek tersebut.

📚 Artikel Terkait

Kacabdindik Aceh Timur Bersama Gudep SMAN 1 Ranto Peureulak Tanam Pohon

Membangun Gairah Belajar Sejarah

Budaya Menulis dan Membaca Yang Loyo Sementara Mimpi Hadiah Nobel Sudah Digantungkan di Langit

Proses Kreatif Menulis: Dari Luka Menjadi Cahaya

Pada rancangan biasa, guru merancang pembelajaran dengan menentukan topik tertentu dilanjutkan dengan merangkai kegiatan pembelajaran dan diakhiri dengan penilaian sumatif yang cenderung bersifat menghakimi. Strategi perancangan ini dinilai kurang tepat karena untuk beberapa topik pembelajaran secara umum tidak didapati arah yang sesuai yang seharusnya dapat diterapkan pada hasil nyata. Akibatnya, guru dan peserta didik dibuat bingung “kemana hasil pembelajaran ini dapat berguna?”.

Lantas, bagaimana backward design dapat diimplementasikan di dalam kelas dan bagaimana peran guru dalam pengimplementasian kurikulum tersebut? Tentunya, sebagai seorang pendidik yang professional, guru tidak hanya bergantung pada apa yang telah ditetapkan dan menjalankan pembelajaran dengan level standar. Layaknya seorang desainer baju yang berupaya untuk menyesuaikan kebutuhan dan keinginan klien, guru juga demikian. Guru harus mampu menyesuaikan kebutuhan peserta didik lewat pembelajaran. Caranya adalah dengan merancang pembelajaran dengan tepat dan sesuai dengan tujuan dari pembelajaran itu sendiri sehingga dapat ditampilkan pada kehidupan nyata atau lingkungan masyarakat sebagai bentuk kontribusi. Peran guru selanjutnya adalah melaksanakan kerangka perancangan kegiatan dengan semaksimal mungkin agar ditemui jawaban atas berhasil atau tidaknya perancangan tersebut yang menjadi cikal bakal evaluasi untuk pembelajaran berikutnya. Sebagai contoh dalam pembelajaran Bahasa Inggris tentang surat lamaran kerja.

Awalnya guru harus menentukan tujuan secara spesifik misalnya “Siswa mampu membuat surat lamaran kerja yang baik”. Selanjutnya guru merancang asesmen yang mungkin dilaksanakan atas tujuan tersebut misanya “Guru meminta siswa untuk merancang surat lamaran kerja”. Selama pembahasan materi tersebut dapat dilakukan di dalam kelas dengan seksama.

Selanjutnya guru dapat merancang kegiatan belajar peserta didik di luar kelas sebagai bentuk aksi nyata misalnya menugaskan peserta didik ke perusahaan atau instansi yang memiliki arsip surat lamaran kerja karyawan sehingga peserta didik dapat melihat langsung dan mengeksplorasi lebih lanjut tentang surat lamaran kerja. Pada akhirnya, pembelajaran yang dilaksanakan memberikan pengalaman belajar bagi peserta didik dan menumbuhkan motivasi bagi peserta didik untuk mewujudkan materi yang ia fahami di kehidupan nyata sebagai bentuk kontribusi.

Sesuai dengan tujuan utama Understanding by Design (UbD) melalui backward design ini adalah tercapainya tujuan pembelajaran dan diharapkan dapat direalisasikan oleh peserta didik. Guru sudah menentukan kontribusi akhirnya akan seperti apa yang diinginkan. Oleh karena itu desain tahapan awal sangat kompleks, holistik, natural, fundamental dan aplikatif. Analisis diagnostik berperan penting dalam kerangka awal UbD yang implementatif.

Semoga dengan dirancangnya pembelajaran menggunakan kurikulum UbD ini didapati hasil yang nyata berupa pemahaman yang tinggi bagi peserta didik terhadap materi ajar serta terealisasinya kontribusi peserta didik dilingkungan masyarakat.

 

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 76x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 68x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 56x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share8SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
NETWORK POTRET
ANAK CERDAS
Artikel terbaru
Buka Majalah Anak Cerdas →
#Pendidikan

Membangun Kemampuan Meneliti Para Siswa SMA

Oleh Tabrani YunisMarch 8, 2026
POTRET Utama

Generasi Indonesia Emas  Kehilangan Bonus

Oleh Tabrani YunisMarch 5, 2026
Catatan Perjalanan

Melihat Timor Leste Menikmati Kemerdekaannya

Oleh Tabrani YunisFebruary 23, 2026
Budaya Menulis

Memadukan Storytelling Lewat Melukis Kata dengan Foto Jurnalistik

Oleh Tabrani YunisFebruary 22, 2026
Pendidikan

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    170 shares
    Share 68 Tweet 43
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    163 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
149
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
211
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
97
Postingan Selanjutnya
Pentingnya Peran Ibu Dalam Meningkatkan Kecerdasan Anak

Mengapa Harus Kuliah?

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Al-Qur’an

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00