POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

FORUM AYO SELAMATKAN INDONESIA

*BUMN, Pengelolaan Salah Kaprah?*

RedaksiOleh Redaksi
December 29, 2022
🔊

Dengarkan Artikel

*Pengantar :*

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sedianya berperan penting dalam penyelenggaraan perekonomian negara, dengan tujuan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Jika menilik pada Penjelasan Umum Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN, disebutkan bahwa BUMN ikut berperan menghasilkan barang dan/atau jasa yang diperlukan dalam rangka mewujudkan sebesar-besarnya kemakmuran masyarakat. Tapi, jika kita lihat faktanya yang terjadi justru sebaliknya. BUMN justru hanya menjadi alat atau mesin uang untuk oknum penguasa yang memanfaatkan perusahaan plat merah tersebut. Padahal, BUMN seharusnya dikelola dengan semestinya untuk kemakmuran rakyat, bukan menjadi “sapi perahan” untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu. Tulisan Memet Hakim ini menyuguhkan pandangan yang menarik untuk dibahas._

Oleh : Memet Hakim

Saya tidak tahu persis untuk apa Kementerian BUMN dibentuk, tapi salah satunya pasti untuk memudahkan oknum penguasa memanfaatkan perusahaan plat merah tersebut. Waktu masih di bawah Kementerian, seingat saya BUMN lebih sehat, kecil-kecil tapi menghasilkan. Dengan adanya kementerian BUMN, ada perubahan perilaku sosial terutama saat rekruitmen para pejabatnya, ujung-ujungnya dapat ditebak sendiri hasilnya.

Sejak Kementerian BUMN dibentuk cuma Perbankan saja yang menjadi titik perhatian. Kita tahu bahwa bunga bank adalah riba dan nyatanya memang bank plat merah ini yang diandalkan untuk mendukung setoran ke APBN setiap tahunnya. Itupun hanya 3 bank saja.

Bank yang punya laba besar ini, sebaiknya menurunkan suku bunga misalnya dari 14% ke 8 %, yang 8% menjadi 6%. Untuk bank, cukup BEP saja. Dengan rendahnya suku bunga, maka kegiatan ekonomi semakin deras alirannya. Itulah gunanya Bank plat merah. Keuntungan akibat arus ekonomi lancar itu jauh lebih besar. Bank janganlah dijadikan tulang punggung setoran ke negara, tapi justru difungsikan untuk memperlancar arus ekonomi.

Di masa kolonial Belanda, VOC dulu cukup dari hasil dagang rempah-rempah dan hasil perkebunan. Indonesia kini jauh lebih baik sekarang, selain perkebunan, punya tambang, minyak, gas, penerbangan, pelabuhan, telekomunikasi, industri, dan lainnya. Seharusnya setoran dari sektor itu lebih dari cukup.

Nah, saatnya untuk memperhatikan SDA yang bisa dijadikan andalan. Nikel misalnya yang harganya melangit dan produksinya jauh meningkat, minyak bumi yang harganya relatif tinggi, logam mulia, emas hitam, dll.,minyak dan gas seharusnya bisa mendukung setoran ke APBN, jangan sampai dijadikan sumber dana pihak lain yang tidak jelas penggunaannya.

BUMN perkebunan, yang sebenarnya bisa menjadi andalan seperti sawit, gula dan karet justru tidak dikembangkan, bahkan tersirat dikerdilkan. Perannya diganti oleh perusahaan asing dan swasta. Tentu uangnya tidak akan mengalir ke pemerintah.

Bidang lainnya seperti Perikanan, Peternakan yang potensinya besar tidak diperhatikan juga. BUMN konstruksi dan industri tampaknya hanya menjadi pemanis saja, justru dibikin merana. Pabrik kapal terbang, kapal laut, senjata semua bisa menjadi sumber dana buat negara.

Target setoran sekitar Rp49.1 triliun dari kementerian BUMN ternyata kontribusi dari perbankan Rp24,85 triliun (51%). Dari non-perbankan Tambang, Minyak, Gas, Telekomunikasi, Perkebunan, Konstruksi, Pertanian, Peternakan, Perikanan, Kesehatan, Pelabuhan, Semen, dll. sebesar Rp23,53 triliun (49%) target tahun 2023. Gambaran ini merupakan bukti bahwa BUMN hanyalah dijadikan alat atau mesin uang saja, tapi bukan untuk negara.

Nikel, batubara, volume dan harganya melejit. Belum lagi seperti emas, perak dan timah. Lifting minyak bumi saat harga baik seperti sekarang bisa dipompa lagi. Sawit dengan teknologi agronomi yang ada bisa didongkrak produksinya sebanyak 50%, Ini semua bisa meningkatkan penerimaan negara.

📚 Artikel Terkait

Maafku Padamu Syuhada 

Saklar Mimpi di SMK Muda

Anda Bisa Ikut Membantu Program 1000 Sepeda dan Kursi Roda Ini

Trump, Gaza, Dan Pengalaman Traumatis Farha

Yah, inilah yang terjadi, dimana SDA kita dikuras, rakyat susah, orang lain yang menikmati. Jika saja ada “political will”, Bea Keluar (BK) untuk produksi tambang bisa saja dibuat seperti pada Minyak Sawit. Bea masuk komoditi yang sudah diproduksi bisa ditingkatkan. Belum lagi fiskal, visa, Pph TKA, dan lain-lain semua bisa digenjot bukan dibebaskan seperti sekarang.

Perlu ada perubahan paradigma mengurus negara untuk kesejahteraan rakyatnya. Struktur ideal APBN sebagai berikut :

             Anggaran Penerimaan

No Keterangan 2023 Ideal

1. Pajak               70% 40%

2. Non Pajak        18% –  40%

  1. 3 Bea Cukai.        12%         20%

  Sub Total         30%         60%

  Total         100% 100%

No Anggaran Belanja 2023 Ideal

1 Pemerintah Pusat 72%           40%

2 Pemerintah Daerah 28%           60%

     

Pajak yang saat ini porsinya 70 % dari total anggaran harus diturunkan menjadi 40% bahkan 30% jika memungkinkan. Non pajak yang dimotori oleh BUMN harus didongkrak keatas, BUMN dibesarkan, bukan dibiarkan mati sendiri, dibantu dengan kebijakan-kebijakan yang sehat. Bea cukai bisa diatur akan kegiatan kegiatan ekspor meningkat, impor menurun.

Pemerataan sangatlah penting, bagaimana gap antara si kaya dan si miskin semakin dekat. Dana pusat sebaiknya lebih banyak dikirim ke daerah agar kegiatan ekonomi tumbuh lebih merata. Pemerintah pusat saat ini mengendalikan dana RAPBN sebesar 72% sebaiknya dikurangi menjadi 40% saja, sisanya kirim ke daerah. Kan sudah otonomi, tinggal pengawasan yang harus ditingkatkan.

Bandung, 23 Desember 2022

Memet Hakim, Pengamat Sosial, Ketua APIB

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Azyumardi Azra, Sang Intelektual Organik Yang Rendah Hati

Azyumardi Azra, Sang Intelektual Organik Yang Rendah Hati

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00