POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home # Ironi

Ketika Negara Memberi Jubah Gaib

Rosadi Jamani by Rosadi Jamani
Mei 5, 2025
in # Ironi, BUMN, KPK
0
Ketika Negara Memberi Jubah Gaib - 2025 05 05 09 20 54 | # Ironi | Potret Online

Oleh Rosadi Jamani

Masih pagi di Bengkayang. Kota perbatasan Kalbar-Sarawak Malaysia. Banyak followers share link, direksi dan komisaris BUMN tak bisa lagi ditangkap KPK. Mari kita cari tahu apakah benar demikian?

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2025 telah lahir. Sebuah produk hukum agung, sakti, dan, konon katanya, bertujuan mulia. Tapi begitu dibaca rakyat jelata, isinya malah seperti babak klimaks dalam film konspirasi, direksi dan komisaris BUMN tidak lagi dianggap sebagai penyelenggara negara. Tiba-tiba, jutaan rakyat mendadak menjadi profesor hukum dadakan, garuk kepala massal, dan bertanya serempak, “Apa Maksudnya ini, Wak?!”

Baca Juga
  • Ketika Negara Memberi Jubah Gaib - 3D2C546F 7AE1 48DB 9C6D A99C25716FEF | # Ironi | Potret Online
    # Ironi
    Mariama: Kisah Perjuangan di Tengah Ketidakadilan
    27 Mar 2025
  • Ketika Negara Memberi Jubah Gaib - ac5b924c 349f 4eac b0d6 afa7c4b5e473 | # Ironi | Potret Online
    # Koruptor
    Mengulik Alat Sadap Canggih KPK yang Membuat Banyak Pejabat Kena OTT
    11 Feb 2026

Lalu, dari balik layar kaca, muncul Komisi Pemberantasan Korupsi, yang dulunya garang, sekarang lebih mirip guru privat yang hanya boleh menegur murid-murid tertentu saja. Dengan penuh rasa sabar dan logat hukum yang sopan, mereka menjelaskan, “Maaf, kami hanya berwenang mengusut penyelenggara negara dan aparat penegak hukum. BUMN? Bukan urusan kami lagi.”

Di detik itu juga, terdengarlah suara tawa membahana dari lantai-lantai tinggi gedung BUMN. Suara tawa itu bukan sekadar tawa bahagia. Ia adalah simfoni euforia, kebebasan dari ketakutan dijemput malam-malam oleh petugas KPK yang dulu terkenal dengan gaya OTT-nya. Kini, OTT tinggal kenangan. KPK tak lagi punya pintu masuk ke ruang rapat direksi BUMN yang diselimuti aroma wangi cash flow raksasa.

Baca Juga
  • 01
    # Ironi
    🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH
    07 Jul 2025
  • d2f68f27-65d1-45fe-915f-c2109c3a4b83
    Artikel
    Kenapa Orang Tua Siswa Tak Mau Lapor Polisi Saat Anaknya Keracunan MBG?
    06 Apr 2026

Mari kita buka buku sejarah kecil yang merekam dosa-dosa lampau. Ada Karen Agustiawan, eks Direktur Utama Pertamina, yang terlibat dalam skandal pengadaan Liquefied Natural Gas (LNG) pada periode 2011–2021. Kerugian? Tak usah ditanya. Negara bisa beli bintang jatuh pakai duit itu. Lalu ada Budi Tjahjono dari PT Jasindo, yang terlibat dalam kegiatan fiktif para agen, dijatuhi hukuman 5 tahun dan denda Rp 1 miliar. Jangan lupa RJ Lino dari Pelindo II, yang ikut-ikutan bikin pengadaan Quay Container Crane jadi ajang pemborosan, Rp 28,7 miliar melayang seperti burung camar di pelabuhan.

Itu dulu. Waktu KPK masih punya sayap. Sekarang? Sayapnya dipotong, dikeringkan, dan dipajang sebagai hiasan nostalgia hukum. KPK kini cuma bisa “mengaji… eh… mengkaji dampak” dan berencana “memberikan masukan kepada pemerintah.” Masukan? Kayak netizen kasih saran ke pemerintah soal harga cabai, bedanya yang ini pakai dasi dan akta notaris.

Baca Juga
  • 01
    # Ironi
    BENGKEL OPINI RAKyat
    16 Mar 2026
  • 02
    Analisis
    BAGI SAHAM BUMN KE RAKYAT
    14 Jul 2024

Rakyat awam mulai berimajinasi. Bayangkan jika aturan ini diterapkan ke sektor lain. “Oh, saya bukan guru, saya cuma penyampai ilmu.” “Saya bukan polisi, saya cuma penjaga ketertiban informal.” Hukum pun berubah jadi lukisan surealis, indah, aneh, dan membingungkan.

Sementara itu, lembaga penegak hukum lainnya, Polisi dan Kejaksaan, katanya masih bisa menangani kasus korupsi BUMN. Tapi, ya, kita tahu sendiri, efektivitasnya kadang seperti modem di hutan, hidup tapi tidak tersambung. Kalaupun disambung, kecepatan upload-nya lambat, dan kadang error 404, Keadilan Not Found.

Bagaimana nasib uang rakyat yang dikelola BUMN? Apa jaminannya bahwa tawa para komisaris bukan tawa kejahatan yang dibungkus formalitas? Kini, kekuasaan mengalir deras di lorong-lorong ruang rapat yang tak terjamah KPK. Undang-undang ini, saking hebatnya, seperti memberi jubah gaib ala Harry Potter kepada para elite BUMN. Mereka bisa jalan-jalan di tengah pengawasan publik dan hukum, tapi tak bisa disentuh. Tak terlihat. Tak tertangkap.

Apakah ini kesengajaan? Konspirasi? Atau sekadar ketidaksengajaan yang terlalu kebetulan? Tak ada yang tahu. Yang pasti, BUMN tertawa. Rakyat hanya bisa ikut tertawa… getir.

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

Previous Post

HABA Si PATok

Next Post

Retaknya Janji di Atas Cinta

Next Post
Ketika Negara Memberi Jubah Gaib - 2025 05 05 10 04 18 | # Ironi | Potret Online

Retaknya Janji di Atas Cinta

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah