• Latest
Teungku H. Mahyiddin Yusuf: - EA6A133D 743A 4761 8591 E5FAED1859D1 | Aceh | Potret Online

Teungku H. Mahyiddin Yusuf:

November 12, 2022
Mahasiswa duduk sendiri di lingkungan kampus dengan ekspresi cemas sementara mahasiswa lain berlalu di belakangnya

Bukan Sekadar Malu: Kecemasan Sosial yang Menggerus Percaya Diri Mahasiswa

April 11, 2026
db5df19e-a49a-4379-86f9-5e88076f4172

Harap-harap Cemas Menunggu Hasil Perundingan Iran vs AS

April 11, 2026
2fc46e4c-99ca-4bd5-8807-7ae4e054e3db

Rekor MURI, Pameran Lukisan, Menghias Telur, dan Makna Kemanusiaan dalam Keberagaman

April 11, 2026

🚩🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

April 11, 2026
IMG_0733

Berjuang Hingga Akhir

April 11, 2026
9edda383-f515-49a9-9938-8d5b8ebcf730

Sastra sebagai Cermin Kehidupan: Refleksi Perjalanan dari Panggung Teater ke Dunia Penelitian

April 11, 2026
29e05edd-7320-4d1e-bee4-7bd4496720de

Bahaya “Self-Diagnosis” di Balik Layar TikTok: Mengapa Remaja Aceh Butuh Validasi Profesional?

April 10, 2026
Ilustrasi dua kelompok manusia yang terpisah dengan perbedaan warna, menggambarkan prasangka, bias sosial, dan pengelompokan in-group dan out-group.”

Memahami Prasangka: Mengapa Kita Mudah Menilai Orang Lain Secara Keliru

April 10, 2026
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Esai
  • PODCAST
Sabtu, April 11, 2026
  • Login
  • Register
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
  • Sastra
  • Buku
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
  • Sastra
  • Buku
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
Teungku H. Mahyiddin Yusuf: - EA6A133D 743A 4761 8591 E5FAED1859D1 | Aceh | Potret Online

Teungku H. Mahyiddin Yusuf:

Ahli Tafsir Aceh Kontemporer

Redaksi by Redaksi
November 12, 2022
in Aceh, Al-Quran, Biografi, Bireuen, Sosok, ulama
Reading Time: 3 mins read
0
590
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

 

Penulis : Dr. Nurkhalis Mukhtar, Lc, MA.

Baca Juga:
  • Cut Nyak Dhien, Akan Sangat Kecewa
  • Perempuan di Warung Kopi
  • Aceh di Persimpangan

Teungku Haji Mahjiddin Yusuf lahir di Peusangan pada tahun 1918. Beliau dikenal sebagai ahli tafsir Aceh, khususnya dengan karya monumental yang beliau susun selama lebih kurang tiga puluh tahun yaitu Kitab Al Qur’an Al Karim Terjemahan Bebas Bersajak yang sudah dicetak dan beredar luas.

Tafsir tersebut merupakan sebuah kontribusi ulama Aceh secara nyata untuk membumikan pemahaman Al Qur’an di Aceh. Menerjemah Al Qur’an dalam bahasa Aceh, maknanya seseorang harus memahami kaedah-kaedah bahasa Arab dan kaedah-kaedah ilmu tafsir secara benar, sehingga penafsiran dan terjemah pun sesuai dan tidak meleset. Apalagi menerjemahkan secara utuh 30 juz secara lengkap, tentu tidak mudah.

Teungku Haji Mahjiddin Yusuf telah berhasil dalam meramu berbagai cabang keilmuan, sehingga hadir sebuah karya besar. Setelah era Syekh Abdurrauf al-Singkili, salah satu karya yang berusaha membumikan makna Al Qur’an adalah Terjemahan Bebas Bersajak yang ditulis oleh Teungku Mahjiddin Yusuf.

Mengawali perjalanan intelektualnya, Teungku Mahjiddin Yusuf belajar langsung kepada ayahnya Teungku Fakir Yusuf yang dikenal sebagai seorang teungku, penyair dan sastrawan Aceh pada masanya. Setelah memiliki dasar-dasar keilmuan, beliau kemudian melanjutkan pengajiannya di Dayah yang berada di seputaran wilayah Peusangan Bieruen, belajar kepada beberapa teungku. Awal tahun 1930 beliau melanjutkan pengajiannya ke Madrasah al Muslim Matang Geulumpang Dua yang didirikan oleh Teungku Abdurrahman Meunasah Meucap. Di Madrasah ini beliau belajar dengan tekun dan sungguh, hingga mengantarkannya menjadi seorang teungku muda yang menguasai cabang-cabang keilmuan Islam dengan baik.

Baca Juga

IMG_0698

Cut Nyak Dhien, Akan Sangat Kecewa

April 9, 2026
Teungku H. Mahyiddin Yusuf: - IMG_3472 | Aceh | Potret Online

Perempuan di Warung Kopi

April 8, 2026
IMG_0518

Aceh di Persimpangan

April 8, 2026

Tamat pada tahun 1937, Teungku Haji Mahjiddin Yusuf kemudian merantau ke Sumatera Barat untuk memperdalam kajian keilmuannya di Normal Islam yang ketika itu dipimpin oleh ulama dan Ahli Pendidikan Professor Mahmud Yunus. Prof. Mahmud Yunus sendiri adalah ulama lulusan Darul Ulum Kairo Mesir. Selain menulis banyak buku dalam bahasa Arab, Prof. Mahmud Yunus juga memiliki Tafsir Al Qur’an dalam bentuk terjemah dan banyak beredar.

Setelah beberapa tahun belajar di Padang, pada tahun 1941 beliau tiba kembali di Aceh, dan mulai mengabdikan ilmunya di almamaternya Madrasah Al Muslim Peusangan, dan pernah ditunjuk sebagai kepala Madrasah tersebut. Karir keilmuan Teungku Haji Mahjiddin Yusuf semakin menanjak ketika beliau pindah ke Banda Aceh. Beberapa jabatan penting sebagai pemegang kebijakan pernah beliau duduki.

Sekitar tahun 1955 beliau mulai menyusun karya besarnya di Binjai karena dituduh terlibat DI TII. Bermula tahun 1955 sampai 1988 beliau telah berhasil menuntaskan karya besarnya dalam waktu lebih kurang 33 tahun Teungku Haji Mahjiddin Yusuf telah melewati berbagai kondisi hingga karya Terjemahan Bebas Bersajak hadir. Menurut Prof. Syamsuddin Mahmud, buku terjemahan itu adalah pemberian penting Aceh untuk khazanah keilmuan Islam di Nusantara.

Selain sebagai ahli tafsir, bakat sastra yang ada pada diri Teungku Haji Mahjiddin Yusuf sepertinya menurun dari Teungku Fakir Yusuf yang dikenal sangat lihai dalam sastra Aceh. Teungku Haji Mahjiddin termasuk dalam golongan ulama yang mumpuni dalam menafsirkan Al Qur’an. Sebut saja beberapa nama besar lainnya seperti Syekh Abdurrauf al-Singkili, Teungku Chik Abdurrahman Lampaloh, Teungku Haji Usman Maqam, Abu Indrapuri, Teungku Muhammad Hasbi Shieddiqy dan para ulama lainnya.

Sebagai seorang ulama ahli Al Qur’an, Teungku Mahjiddin Yusuf dalam karyanya itu memakai bahasa daerah yaitu bahasa Aceh, dengan tujuan agar masyarakat Aceh secara luas bisa memahami makna-makna Al Qur’an, dan bisa berinteraksi dengan Kalamullah. Setelah berbagai kiprah Teungku Haji Mahjiddin Yusuf, pada tahun 1994 wafatlah beliau dalam usia 75 tahun 6 bulan, menurut hitungan cucunya. Karya beliau dicetak pertama kali pada tahun 1999 lima tahun setelah beliau wafat. Karya tersebut 30 juz dalam 976 halaman yang diiringi kata pengantar dari para tokoh, dan diteliti oleh para editor senior. Karya Al Qur’an Al Karim Terjemahan Bebas Bersajak adalah kado indah dari ketekunan dan kesabaran Teungku Haji Mahjiddin Yusuf.

Editor : Hamdani Mulya

SummarizeShare236Tweet148
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Related Posts

Mahasiswa duduk sendiri di lingkungan kampus dengan ekspresi cemas sementara mahasiswa lain berlalu di belakangnya
Psikologi

Bukan Sekadar Malu: Kecemasan Sosial yang Menggerus Percaya Diri Mahasiswa

April 11, 2026
db5df19e-a49a-4379-86f9-5e88076f4172
Iran

Harap-harap Cemas Menunggu Hasil Perundingan Iran vs AS

April 11, 2026
2fc46e4c-99ca-4bd5-8807-7ae4e054e3db
Esai

Rekor MURI, Pameran Lukisan, Menghias Telur, dan Makna Kemanusiaan dalam Keberagaman

April 11, 2026
# Ironi

🚩🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

April 11, 2026
Next Post
Teungku H. Mahyiddin Yusuf: - E9724436 3820 4678 9A1A 140808146F32 | Aceh | Potret Online

Kembangkan GLS, Kadisdikbud Aceh Selatan Bagikan Majalah ke Siswa SMP Satu Atap Alur Keujrun

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Privacy Policy (Kebijakan Privasi)
  • Terms of Service (Syarat dan Ketentuan)
  • Penulis
  • Al-Qur’an

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com