POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Teungku Abdurrahman Meunasah Meucap: Ulama Pendiri Madrasah Al-Muslim Peusangan.

RedaksiOleh Redaksi
November 8, 2022
Teungku Abdurrahman Meunasah Meucap: Ulama Pendiri Madrasah Al-Muslim Peusangan.
🔊

Dengarkan Artikel

Beliau lahir sekitar tahun 1897 di Desa Meunasah Meucap, Peusangan Bieruen, Aceh. Semenjak kecil beliau telah dibekali berbagai macam ilmu oleh ayahnya yang juga seorang teungku dan ulama. Pada usia 12 tahun, Teungku Abdurrahman Meunasah Meucap mulai mengembara dalam menuntut ilmu. Banyak dayah yang beliau singgahi dan berguru kepada banyak ulama.

Teungku Meunasah Meucap belajar pertama kali di Dayah Ulee Ceue, Samalanga kepada Teungku Haji Arabi. Teungku Haji Arabi adalah ulama yang pernah belajar beberapa tahun di Makkah. Selain kepada Teungku Haji Arabi, Teungku Meunasah Meucap juga berguru kepada beberapa ulama lainnya seperti Teungku Haji Idris Tanjongan, Teungku Baden Peudada, Teungku Haji Muhammad Amin Cot Meurak dan para ulama lainnya.

Setelah lebih lima belas tahun beliau mengembara menuntut ilmu dari dayah ke dayah, pada tahun 1927 beliau mulai mendirikan dayahnya di kampungnya Meunasah Meucap. Semenjak itu nama beliau sering disebut dengan Teungku Meunasah Meucap sebagai ganti dari Teungku Abdurrahman. Semenjak didirikan, dayah beliau banyak dikunjungi oleh para santri dari berbagai wilayah, karena sebelum mendirikan dayah, beliau juga pernah menjadi teungku rangkang setara dengan asisten pimpinan dayah.

Ketika dayahnya mulai berkembang, beliau kemudian memutuskan untuk berangkat ke Langkat untuk belajar kepada seorang ulama dan Mufti Kesultanan Deli Syekh Hasan Maksum khususnya dalam ilmu falak. Namun karena satu dan lain hal, akhirnya beliau hanya sempat belajar kepada Syekh Usman Qadhi di wilayah Langkat. Sebab pada masa itu izin menetap di sebuah daerah sangat sulit untuk dikeluarkan, sehingga tidak lama beliau menetap di Langkat hanya sekitar satu tahun.

📚 Artikel Terkait

Janji Adalah Utang Seperti Makna Pesan Ayat-ayat Suci Yang Diturunkan Dari Langit

Guru Syuhada

Berkelola Komunitas

Belajar di Era Algoritma: Mencari Keadilan di Tengah Ketimpangan Digital

Sepulang dari Langkat, pada tahun 1929 beliau bersama Ulee Balang Peusangan menggagas berdirinya sebuah organisasi yang berusaha memajukan dunia pendidikan yang disebut dengan organisasi Jami’ah al Muslim yang pada tahun 1930 mendirikan sebuah lembaga pendidikan yang disebut dengan Madrasah al Muslim, di antara lulusan Al Muslim adalah Teungku Haji Mahjiddin Yusuf Penulis Terjemahan Tafsir Al Qur’an Bebas Bersajak, Professor Ismail Muhammad atau yang dikenal Prof ISMUHA dan lulusan lainnya.

Terhitung dari tahun 1929 sampai wafatnya pada tahun 1949 beliau telah bersungguh-sungguh mencerdaskan anak bangsa dengan berbagai terobosan positif untuk kemajuan pendidikan Islam di Aceh. Sebagai ulama dari kalangan pembaharuan, Teungku Meunasah Meucap akrab dengan beberapa tokoh sentral PUSA lainnya seperti Teungku Haji Abdul Hamid Samalanga, Teungku Abdul Wahab Seulimum, Teungku Muhammad Daud Bereueh, Teungku Ismail Jakub, dan para ulama dan ilmuan Islam lainnya.

Bahkan beliaulah yang disebutkan sebagai inisiator PUSA. PUSA berdiri tahun 1939 dan mendirikan lembaga pendidikan yang bernama Normal Islam yang dipimpin oleh muridnya Teungku M Nur el Ibrahimy salah satu pengarang Kitab Mantiq. Adapun sistem pendidikan Normal Islam Bireuen ini banyak mengadopsi sistem pendidikan Normal Islam Padang yang berhaluan pembaharuan.

Dapat disimpulkan bahwa kehadiran sosok Teungku Meunasah Meucap memiliki arti penting bagi masyarakat Aceh. Beliau adalah lulusan dayah dalam makna belajar lama di berbagai dayah dari para ulama, kemudian Teungku Meunasah Meucap ke Langkat untuk melihat perkembangan pendidikan di Medan, dan beliau pernah pula ke Padang untuk melihat perkembangan pendidikan di Padang yang ketika itu sudah sangat maju.

Dengan berbagai kiprah dalam dunia pendidikan, tentu jasa Teungku Meunasah Meucap tidak bisa dinafikan dalam pengembangan pendidikan di Peusangan bahkan di Aceh secara umum. Setelah berkiprah dengan berbagai kontribusi positif, pada tahun 1949 dalam usia 53 wafatlah Ulama Pendidik tersebut.

Penulis : Nurkhalis Mukhtar
Editor : Hamdani Mulya

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 74x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 74x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 61x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 58x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 53x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya
Menjaga Lingkungan Berarti Menjaga Diri Sendiri

Menjaga Lingkungan Berarti Menjaga Diri Sendiri

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00