Gubahan Nesa Arya

November 2022 Oleh: Redaksi


Sang Penyair

Oleh Nesa Arya

Mahasiswa

Indah bukan suara itu,

Yang selalu kudengar di setiap waktu

Yang selalu kudengar di saat kujatuh,

Baca Juga

Yang  selalu kudengar di saat kubutuh.

Dia bukan penyanyi atau pun sang penyair terkenal

tetapi hanya seorang ibu yang selalu ada buatku.

Aku kuat karna dia

Aku bertahan juga karna dia.

Ibuku sang penyair bagiku

yang selalu mengeluarkan kalimat-kalimat yang indah.

Di Balik Kegelapan

Oleh Nesa Arya

Ketika rembulan tersenyum padaku sambil memandang dengan rasa kasihan,

Kehidupan hanya ditemani dengan kegelapan walau matahari berusaha untuk menyinarinya dengan cahaya

namun tetap saja itu sia-sia

karna kegelapan telah menguasainya

Dalam kegelapan hanya diri sendiri yang menemani,

hanya terdengar suara tangisan tanpa kata, rasa yang tercampur aduk antara rasa benci,marah,sedih,bodoh,kesal menjadi satu.

Entah apa yang disesali

tapi rasa sakit dan sesak bergemuruh di dada

Timbul pertanyaan pada diriku “kenapa aku? Kenapa harus aku?kenapa tidak mereka? Aku ingin bahagia,aku ingin tertawa seperti mereka,aku ingin bebas tanpa harus terbebani?

Capek,,capek,,aku capek,,aku nggak sanggup,terlalu berat untuk aku,

ADVERTISEMENT

Berusaha kuat tapi aku lemah,aku nggak sekuat mereka,aku rapuh, aku nyerah?

Dalam tawa kututupi rasa sakit ini,

dalam canda kututupi tangisan ini, semuanya hanya sandiwara yang kuperani dalam hidup ini, tanpa ada yang tahu.

Bukannya aku tak bersyukur,

aku tahu Allah itu adil.

Allah tak akan memberi tanggungjawab di atas kemampuan hambanya.

Aku hanya kecewa pada diriku sendiri yang tak sanggup menjalaninya

Majalah Perempuan Aceh

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.