POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Membangun Sikap Peduli Anak Terhadap Orang Miskin

SDIT Muhammadiyah Manggeng, Abdya Menggelar Kegitan Peduli

RedaksiOleh Redaksi
October 19, 2022
Membangun Sikap Peduli Anak  Terhadap Orang Miskin
🔊

Dengarkan Artikel


Potretonline.com, Manggeng, 19/10/22. Pagi yang cerah, menyongsong mulainya aktifitas di sekolah SDIT Muhammadiyah Manggeng Kabupaten Aceh Barat Daya, semangat  siswa dan siswi kelas 1 Abu Bakar Asshiddiq dan kelas 3 Umar bin Khattab tampak tinggi . Dikarenakan seperti setiap bulannya ada kegiatan sosial yaitu SDIT Muhammadiyah Manggeng Peduli. Tepatnya hari ini Selasa 18 Oktober 2022 setelah belajar tahfiz quran (menghafal Quran), siswa kelas 1 dan kelas 3 mendapat giliran ikut kegiatan tersebut.

Kelas I Abu Bakar Asshiddiq kali Ini bersilaturrahmi di Desa Tokoh II Kecamatan Manggeng, dengan mendatangi rumah kak Mirawati yang berumur 33 tahun.

Mirawati, yang kerap dipanggil kak Mira adalah seorang janda muda 2 anak yang tinggal di pelosok kampung desa tokoh II. Ia menghidupi ibu kandungnya yang tua renta yang berumur 57 tahun, dan 2 anak lelakinya yang masih berumur 11 tahun dan 7 tahun. Yang sekarang bersekolah di MIN desa Tokoh.

Sedikit kak Mira menceritakan kisah hidupnya yang sangat menyedihkan. Bahwasanya, beberapa tahun silam yaitu tahun 2010 ia menikah dengan orang Sigli. Saat itu hubungan pernikahannya baik – baik saja, harmonis dan selalu bahagia, sehingga ia dikaruniai seorang anak laki – laki yang mereka beri nama Ikral Maulana. Di umur Ikral 23 hari, sang suami meminta izin untuk pulang kampung sebentar ke Sigli dan Kak Mira pun mengizinkannya. Sayangnya, hingga beberapa minggu sang suami tak kunjung kembali hingga bertahun tahun. Dan pada akhirnya, kak Mira pun  menikah lagi pada tahun 2015 dengan orang Labuhanhaji Aceh Selatan.  Sehingga dikaruniai anak laki laki juga yang diberi nama Nizam. Tapi, tidak berselang lama, ia juga bercerai dengan sang suami. Sekarang ia menjadi seorang janda muda 2 anak yang ia hidupi sekalian bersama Ibu kandungnya.

Pekerjaannya sehari hari adalah mencabut benih di sawah dan dia tidak mempunyai penghasilan tetap setiap harinya. Sehari hari ia hanya diberi oleh tetangga dan sanak saudara.  Dia juga mendapat bantuan BLT Dari desa. Sekarang juga lagi masa pengurusan bantuan  Baitul Mal. Dulunya, ia bekerja di toko jilbab dekat masjid Attaqwa Manggeng, tapi dikarenakan dia sakit lambung yang mengharuskan ia masuk ke rumah sakit, maka ia berhenti dalam bekerja. Namun ia mengurusi sawah tetangga untuk mencabut benih di sawah.

📚 Artikel Terkait

Aroma Kue dan Doa di Pagi Hari

Kejamnya Politik, Sampai Cucu Mantan Presiden pun Ditembak

Ekopolitik Neurokultur

Sepeda Transportasi Ramah Lingkungan

Walaupun kehidupannya yang sangat menyedihkan, Muira tetap bersemangat untuk hidup dan bahkan mempunyai motto dalam hidupnya sendiri yaitu “Apapun yang Allah berikan kepada kita, kita harus bersyukur, walaupun hanya 1 permen.” ungkapnya.

Ustadzah Risa Muliana , selaku Kepala Sekolah SDIT Muhammadiyah Manggeng yang ikut serta dalam Peduli kali ini, juga menyampaikan  pesan kepada kak Mira, bahwasanya, Allah memberi kita ujian adalah karena bentuk Allah sayang kepada kita. Tetap bersyukur dan selalu sabar dan tabah kepada Allah atas ujian yang Allah berikan.

Serupa dengan kelas 1, kelas 3 Utsman bin Affan juga berkunjung ke rumah dhuafa di Desa Seuneulop Manggeng Aceh Barat Daya. Rumah yang menjadi tujuan adalah rumah Roysandi Saputra (32). Seorang tuna netra yang kini tinggal menumpang di rumah mertuannya. Ia bersama sang istri Mardiah(25) dan anak semata wayangnya Randra Pratama (5) terpaksa harus kembali ke kampung halaman sang istri karena penglihatannya yang tiba tiba tak dapat berfungsi sejak 3 tahun yang lalu.

Sebelumnya ia dan sang istri hidup merantau di Meulaboh dan bekerja sebagai karyawan di rumah makan. Kini beliau hanya bisa berdiam diri di rumah,  sedangkan sang istri menjadi tulang punggung keluarga. Mardiah bekerja  serabutan dari menjadi buruh di warung makan hingga menjadi buruh tani. Ia juga mengaku mendapat BLT (Bantuan Langsung tunai) dari pemerintah selama masa Pandemi.

Subahanallah, Peduli hari ini sangat memberikan haru yang luar biasa. Semoga apapun ujian kita, terus diberi kemudahan dan kesabaran buat kita semua. Juga peduli kali ini memberi ilmu penting buat siswa- siswi kelas 1 dan 3  SDIT Muhammadiyah Mangeng Aceh Barat Daya untuk tetap saling berbagi.

Kontributor : Ustazah Faiza Warahamah

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
DPPKP Kota Banda Aceh Panen P2L di Gampong Lambhuk

DPPKP Kota Banda Aceh Panen P2L di Gampong Lambhuk

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00