🔊
Dengarkan Artikel

Oleh Zulkifli Abdy
Kincir-kincir waktu terus
saja berputar
Tak pernah berhenti walau
pun sebentar
Menghela nafas musafir
yang kian terengah
Gemericik air gemuruh di
dalam labirin yang acuh
Dari suara detak alu yang
bertalu silih berganti
Tenggelamkan imaji ke
palung yang dalam
Relung dimana kesunyian
itu pernah kita semai
Di kaki lembah yang basah
kita saling melerai rindu
Rindu yang menitis di helai
daun-daun randu
Seketika mata-hati saling
memandang
Di belantara keping-keping
asa yang telah hilang
Inilah episode kehidupan
yang tak pernah usang
Laksana senandung renyuh
nyanyian abadi.
(Z.A -Kutaradja, 7 September 2022).
📚 Artikel Terkait
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 60x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 56x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 51x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis.
Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.






