POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

SEANDAINYA AKU TAK MENJADI GURU

RedaksiOleh Redaksi
June 30, 2022
Sajak-sajak Bussairi D. Nyak Diwa
🔊

Dengarkan Artikel

Bagian 2

Bussairi D. Nyak Diwa

Seandainya tak ada dorongan dari guruku untuk bersekolah, mungkin tak sedikitpun ada keinginan dalam diriku untuk bersekolah. Tapi begitulah perhatian dan kecintaan seorang guru terhadap muridnya saat itu, seperti tak ada bedanya dengan anak kandungnya sendiri. Kenapa demikian? Ini mungkin karena kami sebagai murid kala itu sungguh-sungguh sangat hormat dan mencintai guru. Kami juga menganggap guru seperti orang tua sendiri.

Bapak M. Din Samsuddin, guru sekaligus kepala sekolah yang sangat kuhormati itu sungguh-sungguh sangat perhatian kepadaku. Aku masih ingat, saat aku mulai duduk di kelas V, Beliau memberikan kebebasan dan keleluasaan kepadaku untuk mengelola perpustakaan sekolah. Mulai dari membersihkan, mengatur buku di rak-rak buku, hingga proses peminjaman buku. Aku juga bebas meminjam buku, sehingga aku dapat memanfaatkan perpustakaan sekolah itu kapan saja. Terlebih-lebih karena kunci ruang perpustakaan sekolah itu aku yang pegang. Mungkin Beliau tahu bahwa aku sangat hobi membaca buku. Baru setelah aku lulus dari sekolah yang bernama SD Negeri Beutong itu, dengan perasaan sedih kunci ruang perpustakaan kuserahkan kepada Beliau.

📚 Artikel Terkait

Sempat Hilang, Nama Jokowi Masih Ada

Keseruan bersepeda dan sejuta manfaatnya

Rinduku Semakin Menggebu

DLHK3 Pantau Program WCP

“Bus, jika kamu melanjutkan sekolah, Bapak yakin engkau akan menjadi orang yang berguna nanti. Dan jika kamu sukses kelak, kamu tidak mesti bekerja membanting tulang, sebab tubuhmu tidak akan mampu kau tempa untuk bekerja bertat,” begitu argumen Beliau padaku di suatu hari.

“Kau takkan sanggup menjadi petani, kau takkan mampu menjadi pelaut, apalagi menjadi pekerja dengan mengandalkan tenaga tubuhmu.”

“Oleh karena itu sekolahlah. Sebab kelak jika kamu berhasil, kamu akan bekerja dengan menggunakan pikiranmu….”

Aku bingung, sebab kala itu aku belum mengerti dengan kata-kata nasihat yang disampaikan guruku itu. Barulah puluhan tahun kemudian aku mengerti, itu pun setelah guru yang sangat kucintai itu kembali ke haribaan Ilahi Rabbi (alfatihah).

Begitulah, ketika sebulan kemudian Ayah meminta aku untuk menjawab pilihan antara mengaji   atau sekolah, tanpa ragu sedikitpun aku menjawab sekolah. Ayah tidak mengulang pertanyaannya.

“Baik, tapi kamu harus sungguh-sungguh dalam belajar,” ayah mengiyakan keinginanku bernada menasihati. Setelah itu Ayah tak pernah bertanya lagi padaku tentang sekolah.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 60x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 56x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 51x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya
KEPADA PARA GURU KAMI

KEPADA PARA GURU KAMI

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00