• Latest

KONTROVERSI PERMENDIKBUD TENTANG KEKERASAN SEKSUAL

November 13, 2021
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

KONTROVERSI PERMENDIKBUD TENTANG KEKERASAN SEKSUAL

Redaksiby Redaksi
November 13, 2021
Reading Time: 6 mins read
587
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook



Oleh Satria Dharma

Berdomisili di Surabaya 

Permendikbud No 30 Tahun 2021 yang beberapa waktu lalu resmi diundangkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) menuai kontroversi terlebih dari para pemuka agama. Peraturan terkait Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi dianggap telah melegalkan aktivitas perzinahan di kampus. Bahkan beredar meme di WAG saya yang jelas-jelas menuduh Mendikbud ingin melegalkan seks bebas di kampus. 

Alasannya adalah bahwa ada pasal atau bahkan kata “tanpa persetujuan”, yang dalam bahasa kerennya disebut sexual consent. Mereka keberatan. Katanya peraturan itu menganjurkan kebebasan dalam hubungan seks. Menurut mereka, dengan konsep persetujuan tadi, maka kalau mau sama mau jadi boleh.

Haah…! Are you serious…?! Kok kayaknya yang ngomong begini ini benar-benar sudah tidak menggunakan otak dan nuraninya lagi ya? Kok dengan mudahnya MENUDUH bahwa Mendikbud dan bahkan yang setuju dengan Permendikbud ini sebagai orang-orang liberal yang menganjurkan perzinahan HANYA karena tidak setuju dengan istilah tersebut?. Itu jelas-jelas logika ngawur ditambah dengan sikap suudzon yang parah. Apakah mereka tidak sadar bahwa jika logika semacam itu digunakan untuk menyerang balik mereka maka mereka juga akan kalang kabut dan akan mati-matian menolak?  Bagaimana seandainya mereka yang setuju dengan Permendikbud ini kemudian menuduh balik mereka yang menentang ini sebagai PENGANJUR KEKERASAN SEKSUAL DI SEKOLAH DAN DI KAMPUS dan MENYETUJUI PEMERKOSAAN DAN MELINDUNGI PARA PEMERKOSA di lingkungan pendidikan? Apakah Anda tidak marah dan misuh-misuh diserang balik seperti itu? 

Makane tah ojok sak karepmu dewe nek muni… Semua itu mbok ya dipikir baik-baik. Jangan berprasangka buruk agar itu tidak kembali pada dirimu. Lha mosok Mendikbud dituduh mau melegalkan seks bebas di dunia pendidikan? Ati dan cangkemmu iku kok yo bosok toh, Le…!

Mereka yang keberatan karena ada istilah ‘tanpa persetujuan’ dengan alasan dengan konsep persetujuan tadi,maka kalau mau sama mau jadi boleh. Maka itu artinya menganjurkan kebebasan dalam hubungan seks  dan membolehkan perzinahan. Astagfirullah hal adzim…! Itu nalarnya ditaruh di mana sih? Mbok ya dibaca lagi Permendikbudnya. Itu kan tentang KEKERASAN SEKSUAL dan BUKAN SOAL PERZINAHAN. Itu soal definisi kekerasan seksual. Misalnya, ada dosen yang meraba-raba, memegang tubuh mahasiswinya atau berupaya menciumnya tanpa persetujuan mahasiswinya, yang artinya mahasiswinya tidak mau, tidak suka, dan menolak sekali lagi tanpa persetujuan yang bersangkutan, maka tindakan itu adalah KEKERASAN SEKSUAL dan dosen atau guru atau ustad di pesantren yang melakukannya akan bisa dibawa ke pengadilan atas perbuatannya tersebut.

Bagaimana kalau ada persetujuan? Apakah kalau mahasiswinya mau-mau saja dipegang, diraba, dicium, dan bahkan dihohohihe itu diperbolehkan menurut Permendikbud itu? Kalau itu yang terjadi maka itu BUKAN TINDAKAN KEKERASAN SEKSUAL. Jadi apa dong? Ya silakan rumuskan sendiri iku jenenge opo. Yang jelas itu bukan hal yang dibahas atau melanggar peraturan menteri tadi. Berarti permendikbud membolehkan dong? Yok opo sih nalarmu iku… Sudah lama ya otakmu tidak dipakai mikir…?! 

Bagaimana kalau saya gunakan cara berpikirmu itu untuk menyerangmu balik? Kalau kamu TIDAK SETUJU dengan permendikbud tersebut berarti KAMU SETUJU dengan adanya kekerasan seksual di sekolah dan di kampus, berarti kamu setuju kalau ada dosen, guru, atau ustad meraba-raba, mencium, menggosok-gosokkan anunya ke tubuh mahasiswinya, meskipun tanpa persetujuan mahasiswinya? Berarti kamu setuju kalau siswi dan mahasiswi diraba-raba, dipegang-pegang, diciumi oleh dosen, guru, dan ustadnya karena itu tidak termasuk perzinahan. Yang kamu kuatirkan kan hanya perzinahan toh? Piye nek ngono, bro…?

Baca Juga

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026

Kalau gak setuju dengan istilah atau pengertian dalam Permen itu atau ingin memasukkan pasal tentang perzinahan di sekolah atau kampus mbok yao MUI, PKS, Muhammadiyah, atau siapa saja organisasi Islam yang menentang Permendikbud ini bersatu padu dan berkumpul untuk merumuskan sebuah “Peraturan Organisasi Islam Tentang Larangan Perzinahan di Sekolah dan di Kampus”. Coba rumuskan dengan jelas bahwa setuju atau pun tidak setuju dosen dan mahasiswi, ustad dan santriwati tidak boleh hohohihe di lingkungan sekolah.

Ben diguyu wong sak dunyo….

Kok bisa…?! 

Lha kan nanti akan diserang juga dengan argumen, “ Berarti kalau tidak dilakukan di sekolah atau di kampus boleh dong. Berarti kalian semua ini mau melegalkan seks bebas dan perzinahan di luar sekolah dan kampus dong. Jangan liberal gitu dong!

ADVERTISEMENT

Wis terusno olehmu tawuran… ?

Surabaya, 12 Nopember 2021

Satria Dharma

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 369x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 336x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 277x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 275x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

Xianroe Xiao Long

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com