POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

JURUSAN CARI-CARI MASALAH

RedaksiOleh Redaksi
May 8, 2021
🔊

Dengarkan Artikel

(Begitu Kata Wakku)

Oleh Ahdaniya

Mahasiswi Prodi Bimbingan dan Konseling (BK), Fakultas  Tarbiyah dan Keguruan, UIN Ar-Raniry, Banda Aceh

 

📚 Artikel Terkait

Tradisi Teut Leumang di Barsela (Barat Selatan Aceh)

Sekolah Puluhan Juta Demi Gaji Tiga Juta

Ponsel Pintar dan Anak Kita – Bincang Sore POTRET

Ini Eranya Generasi Begadang Yang Bakal Menuai Badai

“Kuliah kok jurusan BK sih kak? Loh emang kenapa “Sahutku heran”. BK itu jurusan cari-cari masalah! Nanti kakak menghadapi anak-anak bandel. Memangnya sanggup? Mending pindah jurusan saja kak, harusnya kalau mau kuliah itu pilih jurusannya matang-matang jangan asal ambil.

 

Kata-kata yang dilontarkan uwakku membuat aku kaget bukan main, bahkan aku sempat kaku terdiam sejenak. Rasanya bergetar mendengar uwakku mengatakan hal seperti itu tepat di depan aku dan Ibuku. Uwak itu panggilan untuk orang yang lebih tua dari Ayah atau Ibu di daerahku, contohnya seperti abang Ayah ataupun kakaknya Ibu, maka aku akan memanggil mereka dengan sebutan Wak / Uwak.

            Sebenarnya bukan sekali dua kali aku mendapat tamparan kata-kata seperti ini, huhhh… rasanya sudah muak aku mendengar orang-orang mengatakan seperti ini kepadaku. Tapi di sisi lain, ini menjadi tantangan tersendiri bagiku untuk terus bertahan di jurusan BK (Bimbingan Konseling) dan memperdalam teknik-teknik konseling untuk membuktikan kepada Ayah dan Ibu, kepada Keluarga besarku, dan tentunya kepada diriku sendiri yang sudah bertahan dan masih kuat sejauh ini.

            Kebanyakan sepupuku mengambil kuliah dengan jurusan Farmasi, Teknik Mesin. Ada juga yang mengambil jurusan PAI, Bahasa Inggris dan lainnya. Ya, kuakui keren-keren sih jurusan yang mereka ambil, tapi aku sadar kalau tidak semua orang itu sama, bahkan saudara kandung atau anak kembar yang keluar dari rahim yang sama sekalipun pasti punya kepribadian dan keahlian masing-masing, bukan?.

            Bahkan lucunya aku rasa, ada uwakku yang dari sebelah mamak bilang begini kepada aku “kakak kuliah jurusan apa kak?” tanya uwakku, “BK (bimbingan konseling)” jawabanku. Terus uwakku bilang “ishhh, kalau kakak ambil jurusan teknik elektro atau yang tentang kelistrikan gitu, wahh paten kali itu kak! Gajinya tinggi, kerjanya tak. berat kok, kita cuma atur kelistrikan dari kantor saja, bukan kita yang turun ke lapangan seperti orang-orang PLN yang benerin tiang listrik atau masang-masang kabel gitu kak”. Posisi aku saat itu cuma bisa bilang “oh iyaa wak, keren ya”, padahal dalam hati aku ngedumel “dari mana bisa kuliah kelistrikan, ngecolok air sanyo saja aku gemeteran, karena kadang ada keluar percikan gitu jadi aku takut, lah ini malah disarankan untuk kuliah tenting listrik. Selama masa sekolah juga aku ambil jurusan keagamaan, bukan anak SMK… aduhh, jadi dari mana nyambungnya?”

Tapi, sebagai anak yang terkenal baik budi di kalangan keluarga, aku tetap terima dan merespon baik semua saran yang diberikan oleh orang-orang di sekitarku, baik dari keluarga ataupun teman-temanku. Karena dari pandangan aku, orang-orang yang beri saran tentang jurusan yang keren-keren dan bergaji tinggi pasti ingin lihat aku jadi anak yang berhasil dan sukses, sehingga semua keinginan mereka utarakan kepada aku. Hanya saja, kembali kediri aku sendiri gitu kan. Nah, aku tuh mikir sekarang aku sudah semester 4 masa iya aku pindah jurusan dan ambil jurusan yang sesuai dengan saran orang, tapi tak sesuai dengan basic aku sendiri, jurusan yang kelihatan keren, tapi tak sesuai dengan ekonomi keluarga aku, dan aku tak mau meninggalkan sesuatu yang sudah aku mulai ibarat kata sedada dikuras, sematakaki ditinggal. Begitu juga, perkatan orang-orang yang terdengar nyelekit di telinga, tetap aku respon baik dan aku jadikan cambuk motivasi dalam kehidupanku.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 84x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 67x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 64x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya

Psikologi Perempuan Dari Kehidupan Nyata

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00