POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Cahaya Cinta

RedaksiOleh Redaksi
January 21, 2019
🔊

Dengarkan Artikel

   Oleh : Sitti Zahara Tarmizi
Siswi SMA Negeri 1 Bandardua, Ule Gle, PidieJjaya
Suara halilintar membuat Sitti terbangun dari tidurnya. Ia melihat jam yang ada di kamarnya, ternyata sudah sore. Ia bergegas ke kamar mandi. Setelah itu mengerjakan salat asar. Kemudian meminta izin sama ibunya.
“Mam.. mama.. Sitti ngaji dulu ya”(sambil menuju ke dapur)
“Iya nak, hati-hati” ( ibu memberikannya jajan, Sitti menyalaminya)
 Dalam perjalanan menuju pesantren,  Sitti bertemu seorang lelaki.
“Ini Sitti kan?” (Katanya sambil tersenyum)
“Iya, dari mana tahu nama Sitti? “( jawabku kembali bertanya)
“Masya Allah Sitti, kok kamu tidak kenal dengan aku lagi”(katanya lagi)
“Hehe.. maaf, Sitti lupa”(jawab Sitti lagi)
Lelaki itu terus berkata ” aku ini Amar, kakak letingmu dulu waktu SD” (sambil menunduk Sitti menjawab) ” hehe iya kak, ya sudah Sitti pergi ngaji dulu ya” 
Dengan tampang agak kecewa, pemuda yang mengatasnamakan Amar tersebut berkata lagi
“Iya Sit.. boleh kakak antarin?” 
“Gak papa kak, terima kasih atas tawarannya”(jawab Sitti tersipu malu)
“Ya sudah hati-hati ya”(kata Amar lagi)
“Iya kak”(kata Sitti sambil melanjutkkan langkahnya.
Keesokan harinya, Sitti ke sekolah seperti biasanya. Tanpa diduga ternyata Amar satu sekolah dengannya.
“Eh kak  Amar,kok di sini”(kata Sitti terkejut)
“Eh Sitti, oya iya lupa aku ceritakan kemarin, aku pindah sekolah ke sini” (jawab Amar menjelaskan)
“Hehe.. iya kak, ya udah Sitti masuk dulu ya, teman-teman pada nunggu”(kata Sitti lagi)
   Seperti biasanya, Sitti tetap menngaji dan sekolah. Bisa dikatakan hampir tiap hari bertemu dengan Amar. Hal itu, membuat Amar jatuh cinta.
” Sitti.. bolehkah ku ngomong sesuatu?” (Kata Amar suatu hari)
“Iya kak boleh”(jawab Sitti singkat)
“Bolehkah ku mengenalmu?”(kata Amar berharap)
Dengan rasa tidak mengerti Sitti menjawab lagi” Bukankah kita sudah saling kenal?”
Amar melanjutkan” maksudku mengenal lebih lanjut” 
Sitti mengerut keningnya sambil berkata lagi ” Sitti semaki tak mengerti kak”
Amar menambahkan lagi” maukah kau menjadi pendampingku?”
Dengan mata terbelalak,Sitti menjawab” maksud kakak, jadi istri kakak?”
Dengan penuh kesabaran Amar berkata lagi
“Aku..aku… belum siap jadi seorang ayah, maukah kau jadi pacarku?”
Dengan wajah kesal Sitti menjawab” maaf kak, Sitti tidak suka pacaran, kalau kakak benaran sayang temui orang tua Sitti”(itulah Sitti, dia paling tidak suka kalau ada yang mengajaknya pacaran)
“Iya Sit.. Sitti kan bisa lihat sendiri kakak masih sekolah, belum bisa jadi ayah terbaik buat anak-anak kita nanti, kerjapun belum ada”(kata Amar panjang lebar)
Dengan tenang Sitti menjawab” kak.. sebelumnya Sitti minta maaf, kita mempersiapkan diri bukan dengan pacaran, tapi memperbaiki diri, soal kerja bisa kita cari sama-sama”
Dengan wajah menunduk malu Amar bergegas pergi.
Kejadian tersebut, membuat Amar sadar. Indahnya pacaran setelah pernikahan. Tahun pun berganti, tiba saatnya Amar ingin meminang Sitti.
“Assalamualaikum..”(Amar mengetuk pintu rumah keluarga Sitti tinggal)
Setelah dibuka, Amar menceritakan semua keinginannya. Ayah Sitti bertanya” apa yang membuat nak Amar melamar putri bapak?” 
Dengan tenang Amar menjawab ” akhlaknya pak, putri bapak yang telah mengajak saya kepada kebaikan”.
   Beberapa bulan kemudian, mereka menikah dan hidup bahagia.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 85x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 67x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 64x dibaca (7 hari)

📚 Artikel Terkait

Rayyanisme Melayu, Ketika Dunia Bersujud di Ujung Perahu

Huwara Publishing Telah Merilis 100 Voucer Mendukung Event WLN di Banda Aceh

Cara Penyerahan Uang Komitmen Fee agar Tak Terlacak KPK

Menggali Makna Banjir Aceh

📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya

TIGA KUNCI SURGA VERSI AL-QUR’AN DAN SUNNAH

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00