• Latest

Membangun Kembali Budaya Mendongeng di Kota Subulussalam

Januari 14, 2019
7a99e876-6eef-41d6-9907-7169c5920d83

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
Membangun Kembali Budaya Mendongeng di Kota Subulussalam - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Dongeng | Potret Online

Dari Geopolitik ke Dapur Rakyat: Krisis Global dan Rapuhnya Ekonomi Indonesia

Maret 31, 2026
ba05a86a-c490-46bf-9ae8-c75ef1da62eb

Nasrallah dan Jugendliteratur

Maret 31, 2026
cd371ba6-715d-447b-b94a-30123cf2d952

Pendidikan Hadapi Ancaman Nyata

Maret 31, 2026
Ilustrasi Ngopi Bersama Ali Shariati dan Nietsche

Aceh Meniru Jakarta

Maret 31, 2026
Membangun Kembali Budaya Mendongeng di Kota Subulussalam - 09ff0262 2fb8 4c93 9f84 06e6009c9293 | Dongeng | Potret Online

Menanti Dinas Pendidikan Provinsi Aceh Bersinergi Membangun Literasi Anak Negeri

Maret 31, 2026
Ilustrasi ketidakadilan hukum terhadap rakyat kecil

Hukum yang “Sakit” Hati : Rakyat Kecil Hanya Bisa Mengeluh

Maret 31, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Membangun Kembali Budaya Mendongeng di Kota Subulussalam

Redaksi by Redaksi
Januari 14, 2019
in Dongeng, Edukasi, Literasi, Pendidikan, Subulussalam
Reading Time: 5 mins read
0
585
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

ADVERTISEMENT
Oleh  Muhamad Fathan Mubin
Dongeng merupakan salah satu  media untuk menyampaikan informasi, pengetahuan dan pesan moral kepada anak ataupun peserta didik.  Oleh sebab itu, dalam masyarakat kita, dongeng merupakan aktivitas bercerita yang  dahulunya sangat popular. Kita masih ingat bagaimana nenek berecerita tentang dongeng, saat sebelum tidur. Bukan hanya nenek, ibu, ayah, abang, kakak  juga ikut menceritakan dongeng kepada anak atau cucu, sebagai cerita pengantar tidur. Mungkin cerita-cerita dongeng yang diceritakan nenek, ibu, ayah atau kakak dan abang itu, masih tersimpan dalam ingatan kita. Misalnya ada cerita dongeng tentang binatang, dongeng tumbuh-tumbuhan dan lain sebagainya. Barangkali, hampir semua yang pernah mendengar dongeng yang dari dahulu hingga sekarang masih menjadi cerita yang menarik. Ingat dengan cerita kancil dan buaya? Itu adalah salah satunya. Masih banyak cerita lain yang masih tersimpan rapi di ingatan kita. Bukan mustahil, kalau cerita dongeng menjadi cerita yang selalu ingin didengar oleh banyak orang, terutama anak-anak. Cerita dongeng itu pun sekaligus menjadi media belajar, media untuk menyampaikan pesan-pesan atau pembelajaran kepada anak-anak.
Sayangnya, kebiasaan becerita atau mendongeng tersebut, sejalan dengan perkembangan zaman, kebiasaan it uterus pupus, karena banyak factor. Misalnya, karena orang tua yang semakin sibuk, atau anak sudah tidak tidur lagi dengan nenek, atau karena selera anak-anak sudah berubah dan berganti dengan media lain, sehingga anak-anak tidak terbiasa lagi mendengar dongeng dari nenek, ayah, ibu, kakak atau abang. Kegiatan mendongeng juga ikut hilang di sekolah. Sehingga banyak pula guru yang sudah lupa dan bahkan tidak bisa bercerita atau mendongeng. 


Baca Juga

cd371ba6-715d-447b-b94a-30123cf2d952

Pendidikan Hadapi Ancaman Nyata

Maret 31, 2026
Membangun Kembali Budaya Mendongeng di Kota Subulussalam - 09ff0262 2fb8 4c93 9f84 06e6009c9293 | Dongeng | Potret Online

Menanti Dinas Pendidikan Provinsi Aceh Bersinergi Membangun Literasi Anak Negeri

Maret 31, 2026
Membangun Kembali Budaya Mendongeng di Kota Subulussalam - IMG_0413 | Dongeng | Potret Online

Budaya Kekerasan dalam Masyarakat Modern.

Maret 20, 2026
Mendongeng, itu adalah sebuah ketrampilan berbahasa yang seharusnya dikuasai oleh para guru, yang bisa dijadikan sebagai media pembelajaran di sekolah, bukan hanya untuk para guru yang mengajar di jenjang PAUD, tetapi juga di tingkat lanjutannya. Namun, karena budaya bercerita atau mendongeng selama ini sudah semakin jarang dijumpai dalam masyarakat kita,  banyak guru yang tidak bisa atau tidak terampil mendongeng. Padahal, kalau ketrampilan ini masih dikuasai, para guru bisa membuat pembelajaran lewat cara mendongeng, yang membuat anak-anak akan senang belajar sambil mendongeng tersebut. 
Ironisnya pula belum semua pendidik dan orang tua menyadari  betapa pentingnya melestarikan budaya mendongeng ini. Selain itu,  adanya anggapan bahwa mendongeng adalah suatu kegiatan yang sulit, menjadikan dongeng tidak menjadi opsi utama bagi pendidik dan orang tua dalam menyampaiakn informasi dan pesan moral kepada anak dan peserta didik. 
Kini, di tengah renahnya minat baca dan belajar  di kalangan anak-anak, termasuk di wilayah Kota Subulussalam,  harusnya ada upaya untuk merevitalisasi budaya mendongeng tersebut.  Jika dibiarkan kebiasaan dan budaya mendongeng mati, maka akan membawa pengaruh pada kemampuan berkomunikasi anak-anak yang berimbas pada renahnya kualitas SDM. Sementara, dalam konteks era milenial ini, terutama di Kota Subulusalam, kita harus menyiapkan SDM yang andal di masa depan. Dengan menyiapkan SDM yang berkualitas,  akan membuat anak-anak mampu berkompetisi dalam berbagai sektor kehidupan. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu metode praktis dan menyenangkan untuk mengedukasi anak-anak tentang moral, budi pekerti dan sains dalam upaya memunculkan minat baca anak. Salah satunya melalui mendongeng.


Nah, berangkat dari permasalahan dan kesadaran akan penting menghidupkan kembali budaya mendongeng, yayasan Rumah Kita, sebuah yayasan non profit yang berdiri pada bulan Agustus 2016 yang concerndengan masalah ini mengadakan kegiatan Mendongeng di lingkungan Yayasan Rumah Kita. Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari, pada hari Sabtu dan Minggu, 12-13 Januari 2019 dengan kegiatan yang bertajuk Subulussalam Mendongeng. 
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut dilakukan dalam dua kegiatan yang bersinergi. Kegiatan pertama di  hari Sabtu, diadakan workshopmendongeng kepada guru-guru PAUD, TK, SD dan para orang tua di Kota Subulussalam. Peserta yang hadir berjumlah 198 orang dari sekitar 70 instansi atau sekolah yang ada di Subulussalam dan Aceh Singkil. Workshopini berlansgung  selama dua sesi, sesi pagi dan siang. 
Sementara pada hari Minggu dilakukan pula kegiatan mendongeng untuk anak-anak di Kota Subulussalam yang bertempat di halaman Yayasan Rumah Kita. Kegiatan ini juga diikuto oleh sekitar 100 anak  yang terlibat aktif dan bersuka cita mengikuti kegiatan ini. Kegiatan ini menyedot perhatian dan rasa suka anak-anak. Mereka mengikuti acara ini dengan sangat antusias.  Untuk memfasilitasi kegiatan ini, Yayasan Rumah Kita mengundang fasilitator dari tim dari Kampung Dongeng Medan. Kegiatan ini terlakasana atas kerjasama antara Yayasan Rumah Kita dan IGTKI (Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia) Kota Subulussalam.
Ke depan, Yayasan Rumah Kita Didirikan oleh dr. Risdianty Saragih M.Sc., Sp. PD. akan  berupaya untuk terus meningkatkan kesadaran masyarakat Subulussalam mengenai pendidikan melalui kegiatan-kegiatan yang kreatif dan inovatif, salah satunya kegiatan Subulussalam Mendongeng ini . Yayasan Rumah Kita secara sinergis akan bekerja untuk beberapa hal dalam upaya pengabdian dan pemberdayakan masyarakat. Seperti bidang pertanian, peternakan, ekonomi kreatif dan pendidikan.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 331x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 326x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 303x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 254x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 195x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare234Tweet146
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

7a99e876-6eef-41d6-9907-7169c5920d83
#Cerpen

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71
Artikel

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
Membangun Kembali Budaya Mendongeng di Kota Subulussalam - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Dongeng | Potret Online
Artikel

Dari Geopolitik ke Dapur Rakyat: Krisis Global dan Rapuhnya Ekonomi Indonesia

Maret 31, 2026
ba05a86a-c490-46bf-9ae8-c75ef1da62eb
Artikel

Nasrallah dan Jugendliteratur

Maret 31, 2026
Next Post

Cahaya Cinta

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Privacy Policy (Kebijakan Privasi)
  • Terms of Service (Syarat dan Ketentuan)
  • Penulis
  • Al-Qur’an

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com