POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Membangun Kembali Budaya Mendongeng di Kota Subulussalam

RedaksiOleh Redaksi
January 14, 2019
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh  Muhamad Fathan Mubin
Dongeng merupakan salah satu  media untuk menyampaikan informasi, pengetahuan dan pesan moral kepada anak ataupun peserta didik.  Oleh sebab itu, dalam masyarakat kita, dongeng merupakan aktivitas bercerita yang  dahulunya sangat popular. Kita masih ingat bagaimana nenek berecerita tentang dongeng, saat sebelum tidur. Bukan hanya nenek, ibu, ayah, abang, kakak  juga ikut menceritakan dongeng kepada anak atau cucu, sebagai cerita pengantar tidur. Mungkin cerita-cerita dongeng yang diceritakan nenek, ibu, ayah atau kakak dan abang itu, masih tersimpan dalam ingatan kita. Misalnya ada cerita dongeng tentang binatang, dongeng tumbuh-tumbuhan dan lain sebagainya. Barangkali, hampir semua yang pernah mendengar dongeng yang dari dahulu hingga sekarang masih menjadi cerita yang menarik. Ingat dengan cerita kancil dan buaya? Itu adalah salah satunya. Masih banyak cerita lain yang masih tersimpan rapi di ingatan kita. Bukan mustahil, kalau cerita dongeng menjadi cerita yang selalu ingin didengar oleh banyak orang, terutama anak-anak. Cerita dongeng itu pun sekaligus menjadi media belajar, media untuk menyampaikan pesan-pesan atau pembelajaran kepada anak-anak.
Sayangnya, kebiasaan becerita atau mendongeng tersebut, sejalan dengan perkembangan zaman, kebiasaan it uterus pupus, karena banyak factor. Misalnya, karena orang tua yang semakin sibuk, atau anak sudah tidak tidur lagi dengan nenek, atau karena selera anak-anak sudah berubah dan berganti dengan media lain, sehingga anak-anak tidak terbiasa lagi mendengar dongeng dari nenek, ayah, ibu, kakak atau abang. Kegiatan mendongeng juga ikut hilang di sekolah. Sehingga banyak pula guru yang sudah lupa dan bahkan tidak bisa bercerita atau mendongeng. 


Mendongeng, itu adalah sebuah ketrampilan berbahasa yang seharusnya dikuasai oleh para guru, yang bisa dijadikan sebagai media pembelajaran di sekolah, bukan hanya untuk para guru yang mengajar di jenjang PAUD, tetapi juga di tingkat lanjutannya. Namun, karena budaya bercerita atau mendongeng selama ini sudah semakin jarang dijumpai dalam masyarakat kita,  banyak guru yang tidak bisa atau tidak terampil mendongeng. Padahal, kalau ketrampilan ini masih dikuasai, para guru bisa membuat pembelajaran lewat cara mendongeng, yang membuat anak-anak akan senang belajar sambil mendongeng tersebut. 
Ironisnya pula belum semua pendidik dan orang tua menyadari  betapa pentingnya melestarikan budaya mendongeng ini. Selain itu,  adanya anggapan bahwa mendongeng adalah suatu kegiatan yang sulit, menjadikan dongeng tidak menjadi opsi utama bagi pendidik dan orang tua dalam menyampaiakn informasi dan pesan moral kepada anak dan peserta didik. 
Kini, di tengah renahnya minat baca dan belajar  di kalangan anak-anak, termasuk di wilayah Kota Subulussalam,  harusnya ada upaya untuk merevitalisasi budaya mendongeng tersebut.  Jika dibiarkan kebiasaan dan budaya mendongeng mati, maka akan membawa pengaruh pada kemampuan berkomunikasi anak-anak yang berimbas pada renahnya kualitas SDM. Sementara, dalam konteks era milenial ini, terutama di Kota Subulusalam, kita harus menyiapkan SDM yang andal di masa depan. Dengan menyiapkan SDM yang berkualitas,  akan membuat anak-anak mampu berkompetisi dalam berbagai sektor kehidupan. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu metode praktis dan menyenangkan untuk mengedukasi anak-anak tentang moral, budi pekerti dan sains dalam upaya memunculkan minat baca anak. Salah satunya melalui mendongeng.


Nah, berangkat dari permasalahan dan kesadaran akan penting menghidupkan kembali budaya mendongeng, yayasan Rumah Kita, sebuah yayasan non profit yang berdiri pada bulan Agustus 2016 yang concerndengan masalah ini mengadakan kegiatan Mendongeng di lingkungan Yayasan Rumah Kita. Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari, pada hari Sabtu dan Minggu, 12-13 Januari 2019 dengan kegiatan yang bertajuk Subulussalam Mendongeng. 
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut dilakukan dalam dua kegiatan yang bersinergi. Kegiatan pertama di  hari Sabtu, diadakan workshopmendongeng kepada guru-guru PAUD, TK, SD dan para orang tua di Kota Subulussalam. Peserta yang hadir berjumlah 198 orang dari sekitar 70 instansi atau sekolah yang ada di Subulussalam dan Aceh Singkil. Workshopini berlansgung  selama dua sesi, sesi pagi dan siang. 
Sementara pada hari Minggu dilakukan pula kegiatan mendongeng untuk anak-anak di Kota Subulussalam yang bertempat di halaman Yayasan Rumah Kita. Kegiatan ini juga diikuto oleh sekitar 100 anak  yang terlibat aktif dan bersuka cita mengikuti kegiatan ini. Kegiatan ini menyedot perhatian dan rasa suka anak-anak. Mereka mengikuti acara ini dengan sangat antusias.  Untuk memfasilitasi kegiatan ini, Yayasan Rumah Kita mengundang fasilitator dari tim dari Kampung Dongeng Medan. Kegiatan ini terlakasana atas kerjasama antara Yayasan Rumah Kita dan IGTKI (Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia) Kota Subulussalam.
Ke depan, Yayasan Rumah Kita Didirikan oleh dr. Risdianty Saragih M.Sc., Sp. PD. akan  berupaya untuk terus meningkatkan kesadaran masyarakat Subulussalam mengenai pendidikan melalui kegiatan-kegiatan yang kreatif dan inovatif, salah satunya kegiatan Subulussalam Mendongeng ini . Yayasan Rumah Kita secara sinergis akan bekerja untuk beberapa hal dalam upaya pengabdian dan pemberdayakan masyarakat. Seperti bidang pertanian, peternakan, ekonomi kreatif dan pendidikan.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)

📚 Artikel Terkait

MARI LESTARIKAN ALAM SEKITAR KITA

Masa Depan Aceh

PERSAHABATAN AWAK AWAI

Filosofi Duren Lutfi Azizah Dan Ojol Muhammadiyah

📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

Cahaya Cinta

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00