POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Buku Diary Ungu

RedaksiOleh Redaksi
December 29, 2018
🔊

Dengarkan Artikel

 Oleh : Sitti Zahara Tarmizi
Siswi SMA Negeri 1 Ule Gle, Bandar Dua, Pidie jaya
Sayup-sayup terdengar suara azan subuh berkumandang di sebuah masjid dekat rumahku. Udara dingin menerobos masuk melalui sela-sela jendela kamarku. Tampaknya malam telah beranjak pergi dan sang matahari akan segera keluar. Suara-suara kesibukan di dapur mulai terdengar.
Suara langkah kaki ibu menghampiri kamarku. Perlahan-lahan ia mengetuk pintu kamarku beberapa kali. Ia membangunkanku dengan caranya yang begitu lembut. Sebenarnya, mataku masih mengantuk. Ingin rasanya kembali menarik selimut dan terbang ke alam mimpi.
“Zahara! bangun nak, salat subuh dulu dan siap-siap ke sekolah. Jangan lupa mandi dulu” ibu selalu mengingatkanku. Sebenarnya, aku telah jadi remaja, tapi bagi ibuku, aku adalah seorang anak kecil yang selalu merengek dan ingin dimanjanya. Aku perkenalkan diriku dulu. Namaku Sitti Zahara Tarmizi. Karena terlalu panjang, orang tua dan teman-teman memanggilku Zahara. Tarmizi nama ayahku. Aku putri kedua dari 4 bersaudara. Aku mempunyai seorang kakak perempuan yang kini dia mahasiswa di Universitas Syiahkuala Banda Aceh. Aku juga punya  3 orang adik. Umurku kini hampir memasuki 18 tahun. Kini aku duduk di bangku SMA kelas 3. Nama sekolahku SMA N 1 Bandar dua yang berada di Pidie Jaya, Aceh.
Pintu kamar kubuka perlahan, dengan rasa malas ku menuju ke kamar mandi. Setelah itu mengerjakan salat subuh. Jam menunjukkan pukul 07:00 menit. Semua perlengkapan sekolah telah aku siapkan semalam. Ibu selalu menyuruhku sarapan pagi.
  “Zahara.. jangan lupa makan ya nak, ibu antarin adik dulu ke sekolah, uang jajan di atas meja jangan lupa diambil”
“Iya bu, hati-hati ” ( sahutku dari dalam hati).
Semenjak ayahku sakit, ibuku yang menafkahi aku sekeluarga. Sering air mata membasahi pipinya ketika tidak ada jajan untuk kami.
Jam tujuh lewat aku ke sekolah dengan temanku, Waddah. Ibuku belum mampu membelikan aku kendaraan untuk ke sekolah. Mulai dari pertama masuk SMA sampai sekarang aku ke sekolah dengannya.
Sesampai di sekolah, banyak siswa yang sudah datang. Linda menghampiriku ” Zahara.. kamu sudah sembuh ya, aku pikir kamu tidak hadir lagi” 
“Alhamdulillah sudah mendingan Lin. Aku rindu pelajaran fisika, makanya aku sekolah” sahutku sambil menuju tempat duduk ( fisika pelajaran favoritku). 
Bel tanda masuk berbunyi menandakan kami siap mengikuti pelajaran. Saat jam istirahat tiba, salah seorang siswi kelasku keserupan. Aku mulai takut. Dadaku sakit, perutku kembung, napas mulai tertahan. Aku sesak. Jantungku terlalu lemah. Kata doktor kenaikan asam lambung terlalu tinggi. Aku mengalami penyakit ini sejak aku kelas 3 SMP. Semenjak itu aku tidak bisa terlalu capek, berat beban pikiran dan banyak makanan yang harus ku jauhi. Aku sering sesak, busa dikatakan sebulan sekali harus dirawat. Nama penyakitku Gastritis.
“Teman-teman Zahara sesak lagi” (kata Linda teman sebangku ku)
“Apa? Zahara sesak lagi?(Dewy mulai panik)
Liya berkata ” lebih baik kita bawa dulu ke kantor”
Waddah tak tinggal diam ” iya.. biar aku yang kemasin perlengkapannya”.
Sesampai di kantor aku dibawa pukesmas terdekat.
Hari demi hari, bulan demi bulan berganti tiba saatnya ujian. Aku belajar tanpa henti. Bahkan aku sering menangis ketika ada yang tidak kupahami.
Saat pembagian rapor tiba. Dengan jantung berirama aku ke sekolah. Kepala sekolah mengumumkan siswa-siswa yang berprestasi. Dengan rasa tak percaya dan hampir pingsan ketika namaku tak disebutkan. Tanpa terasa air mataku jatuh. Aku menangis. Teman-teman terus menghiburku. Tapi tidak ada seorang pun yang bisa menghapus rasa sedih kehilangan prestasi di hatiku.
Hari-hari, ku jalani seperti biasanya. Kehilangan prestasi membuatku tertekan, aku pun sering sakit. Aku mulai lelah dengan penyakitku. Aku ingin menumpahkan segala isi hatiku dalam buku diary ungu yang telah kusimpan beberapa tahun yang lalu. Sengaja aku belikan warna ungu karena ungu kesukaanku.
Aku menarik napas panjang, lalu mencoret pena di lembaran diary ungu.
” Dear diary… aku sedih sekali. Aku telah lelah menghadapi penyakitku, prestasi kini tinggal mimpi. Aku tahu ini cobaan Ilahi untuk diriku, tapi aku tidak sanggup menahannya lagi..
  ” Dear diary… aku juga kasihan melihat ibuku membanting tulang sendirian demi kami bisa makan, yang selalu menjagaku ketika sakit. Ayahku juga sakit, tidak bisa kemana-mana lagi. Terkadang tanpa terasa air mataku jatuh ketika mendengar rintihan ayah.
“Dear diary.. aku rindu kesembuhan ayahku dan diriku..
(Tanpa terasa air mata jatuh..)
Tuhan…
Jikaku pergi menghadap-Mu nanti
Tabahkanlah hati orang yang menyayangiku
Tuhan ..
Jika penyakitku gak bisa diobati lagi, 
Jemputkanlah aku
Tuhan..
Sebelumku pergi menghadap-Mu izinkan aku membalas jasa orang tuaku
Tuhan…
Aku ingin mereka bahagia
Tuhan….
Hanya kepadaMulah ku dapat meminta”
Dengan berderaian air mata, ku menutup buku diary unguku dan ku simpan pada tempat semula .

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 85x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 67x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 64x dibaca (7 hari)

📚 Artikel Terkait

Bilik-Bilik Suara Kita Bicara

Relevansi Akal Sehat di Tengah Politik Kekuasaan yang Semakin Transaksional

Perpustakaan Sekolah Jangan Dibiarkan Jalan Sendiri

Bahasa Rumah Adalah Bahasa Daerah

📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya

Tidak Ada Gunanya Menjadi Anak Nakal di Sekolah

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00