POTRET Online
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

Masjid Indah, Tanpa Sampah

RedaksiOleh Redaksi
October 9, 2018
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Fatia Zahra
Pelajar kelas VIII SMP Unggul, Pidie Jaya
Masjid, rumah ibadah umat Islam, merupakah rumah ibadah yang selalu dijaga kebersihannya, karena umat Islam dituntut untuk selalu bersih dalam beribadah. Menyebut masjid, aku teringat dengan sebuah masjid di kampungku. Aku menyebutnya dengan salah satu masjid terindah, terutama di daerahku. Masjid itu diberi nama dengan masjid Al-Hidayah. Aku tidak tahu, mengapa disebut Al- Hidayah. Apakah karena saat membangun masjid itu, orang-orang kampung mendapat hidayah, atau memang sebgaja dipilih nama itu, karena hidayah itu adalah sesuatu yang indah. Banyak orang yang melaksanakan ibadah salat dan ibadah lainnya di masjid yang sejuk ini. Ya, sejuk karena angin yang berhembus membawa udara dingin dan sejuk. Kita akan merasa sentuhan lembut tiupan angina di dalam masjid. Kita enggan keluar masjid, ketika berada di dalamnya. Apalagi ketika matahari terasa terik. Sungguh sangat nyaman berada di dalam masjid ini.
Apa yang membuat kita merasa nyaman berada di masjid itu adalah karena kondisi masjid yang bersih. Dikatakan bersih karena di masjid ini tidak kita lihat ada sampah, apalagi sampah yang berserakan. Jelas tidak ada. Wajar saja, banyak orang yang duduk di lantai masjid yang sejuk itu. Seperti halnya masjid-masjid lain, masjid ini sebenarnya juga memiliki sejarahnya. Artinya ada sejarah yang menyertainya saat didirikan. Sayangnya, aku tidak bisa menjelaskan atau menceritakan sejarahnya, karena aku tidak tahu. Mungkin, karena aku urang membaca sejarah. Padahal, akan lebih baik, kalau aku bisa menuliskan sedikit tentang sejarah berdirinya masid ini. Harusnya pula aku bertanya pada orang-orang tua di kampung sebagai bahan pengetahuan bagiku. Entahlah. Semoga nanti aku bisa mengumpulkan lebih banyak data untuk menulis.
Hmm, kembali pada masjid Al Hidayah, dilihat dari ukuran masjid, sebenarnya masjidnya tidak besar, tidak sebesar masjid di daerah lain. Apalagi kalau kita bandingan dengan masjid Raya Baiturahman Banda Aceh. Pasti jauh sekali bedanya. Namun, yang aku salut dan suka adalah keindahan dan kebersihannya.
Ketika bencana gempa 6.5 SR yang menghentak Pidie jaya, pada tanggal 7 Desember 2016 lalu, masjid ini pernah roboh. Gempa yang terjadi pada subuh Rabu itu, terasa sangat kencang dan dahsyat. Saat itu, di kampung kami sedang musim ke sawah. Orang-orang kampung turun ke sawah membajak tanah di pagi buta. Menurut cerita, kala itu ada  yang mendengar suara tangis. Rupanya, yang menangis itu adalah masjid. Saat masjid itu menangis, orang yang di sawah itu langsung pulang untuk melihat anak dan istrinya yang sedang ketakutan di rumah, karena gempa yang mengguncangkan bumi begitu keras yang menghancurkan banyak rumah dan bangunan lainnya.
Alhamdulilah, masjid kami tidak roboh semua, kecuali terbelah sedikit. Namun, orang-orang kampung tampak sangat ketakutan. Mereka tidak henti-hentinya menyebut nama Allah, mengingat Allah dan memohon kepada Allah agar tidak gempa lagi. Sangat banyak yang jadi korban. Ada yang meninggal. Jumlah yang meninggal saat itu, seperti diceritakan di surat kabar mencapai 104 orang dan ratusan lainnya luka-luka berat dan ringan.
Setelah gempa besar, terjadi pula gempa susulan. Orang-orang ketakutan dan berusaha mencari tempat yang aman. Lalu, tidak berapa lama, mulai ada orang-orang yang datang mengantarkan bantuan. Ada yang mengantarkan makanan, pakaian, tenda, obat-obatan dan lain-lain. Setelah sekian lama, masjid kami yang mengalami keusakan itu pun dibangun lagi. Hingga kini, masjid kami ada dua. Yang satu masjid lama dan yang satunya lagi yang baru. Namun, karena ada dua masjid, bisa mengacaukan pandangan. Tapi kata orang di kampung kami, tidak apa-apa masjidnya banyak. Yang penting lingkungannya asri dan bersih, tanpa sampah. Jadi orang di kampung kami sangat bahagia saat melakukan salat di sana.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 76x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 69x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 56x dibaca (7 hari)

📚 Artikel Terkait

Pendapat Prof Jimly Soal Ijazah Jokowi

Kala Anak Negeri, Tak Mengenal Negerinya

AKTIVIS JALA : TUNTASKAN AMANAH REFORMASI

Izinkan Saya Berbagi: Kebahagiaan Yang Diraih Bertubi-tubi

📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
NETWORK POTRET
ANAK CERDAS
Artikel terbaru
Buka Majalah Anak Cerdas →
#Pendidikan

Membangun Kemampuan Meneliti Para Siswa SMA

Oleh Tabrani YunisMarch 8, 2026
POTRET Utama

Generasi Indonesia Emas  Kehilangan Bonus

Oleh Tabrani YunisMarch 5, 2026
Catatan Perjalanan

Melihat Timor Leste Menikmati Kemerdekaannya

Oleh Tabrani YunisFebruary 23, 2026
Budaya Menulis

Memadukan Storytelling Lewat Melukis Kata dengan Foto Jurnalistik

Oleh Tabrani YunisFebruary 22, 2026
Pendidikan

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    170 shares
    Share 68 Tweet 43
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    163 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
149
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
211
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
97
Postingan Selanjutnya

Entrepreneur Itu Lebih Baik Bagimu

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Al-Qur’an

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00